Hanya tentang kehidupan Ciel balita berusia 4 tahun yang berhasil kabur dari penculik yang memperjualbelikan organ tubuh manusia dan berakhir di suatu negara yang tidak ia ketahui.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"pupi"
"ciel cudah capek kita alan telus dali tadii kaki ciel cakit pupi"ciel terus mengajak pupi berbicara walau pun Ciel tahu pupi tidak akan membalas ucapannya
pagi-pagi sekali Ciel dan pupi sudah pergi dari tempat mereka bermalam saat ini mereka benar-benar sudah sangat jauh dari kota sehingga Ciel bisa bernafas lega karena paman-paman menyeramkan itu tidak akan bisa menemukannya
"pupi ciel capek huhu"Ciel pun berhenti lalu duduk begitu saja membuat pupi mau tidak mau juga ikut berhenti
"pupi tau ini di ana? Ciel nda tau empat ni cama sekali"Ciel sayang kamu terlalu polos dan lugu
Jika pupi bisa bicara sudah dipastikan kamu tidak berbicara sendiri lagi ciel
mana bisa pupi menjawabnya ciel, pikir Ciel sedih dia tidak tau sekarang ada dimana semuanya begitu asing untuknya, mau bertanya kepada seseorang pun dia merasa takut saat bertatapan dengan orang lain
"pupi, ciel mau ulang nda mau di cini lumah ciel yang dulu ebih naman tuk ciel tidul. nda sepelti sekalang Ciel nda bica tidul cama cekali pupi"
Walau nyatanya rumah yang dibilang Ciel nyaman untuk tidur hanya sebuah gubuk tua peninggalan kakek nenek yang merawatnya tapi sekarang mereka sudah tiada meninggalkan ciel sendirian
"pupi anti itut ciel ulang ke lumah ciel na"gumam Ciel menatap pupi kecilnya yang hanya menatap dirinya
Ciel andai kamu tau sampai kapan pun kamu tidak akan bisa kembali kerumah yang kamu bilang nyaman karna kamu saat ini begitu jauh dengan rumahmu
disisi lain negara China yang di juluki Negara Tirai Bambu, disebuah ruangan yang bernuansa hitam di campur gold terlihat sangat mewah dan elegan
"Jadwal saya setelah ini?"ujar seorang pria dengan perawakan tegas dan memiliki sikap dingin
"setelah ini anda tidak memiliki jadwal lagi Tuan"jelas sang sekretaris
Pria itu pun mengangguk sebagai jawaban tidak kuasa mengeluarkan suara sedikitpun
Kembali lagi ke posisi Ciel dan pupi berada, keduanya yang sejak tadi berjalan kaki tanpa arah pun kini berhenti karna si kecil kelelahan lalu mengeluh sesak pada dadanya kepada anjing kecil yang tidak mengerti sama sekali