"Kenapa nggk cerita aja sama mereka?"
"Kak—
—salah nggk, kalau aku sekarang memilih memeluk cerita dalam tubuhku sendiri, tidak membiarkan telinga lain menerima, sebab respon mulut-mulut mereka terkadang lebih parah dari masalah sebenarnya."
"Kamu bahkan tidak seterbuka dulu dengan sekitarmu, Ay."
"Ceritaku hampir sekarat tanpa niat menunggu telinga sebagai pertolongan pertama, Kak. Pada akhirnya, aku hanya bergeming, dan diam-diam melupakan."
"Ay?"
"Aku baik-baik saja, semua baik-baik saja, Kak."
@detak.kertas_
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Rasa
Fanfiction_Untaian kata tak bernada dari seseorang penyuara rasa_ . . . . . Baca aja kalau lagi gabut, Kalo ga suka bole skip.
