Seminar

7 3 1
                                    

Gedung Aula dengan ketinggian empat lantai berdiri kokoh, dengan warna putih yang baru-baru saja di cat kembali menambah kemegahan bangunan yang telah lama dibangun itu.

Cuaca cerah menambah semangat Fika untuk memulai kegiatan seminarnya, seminar yang ia siapkan bersama teman-teman panitianya dengan melewati berbagai permasalahan persiapan, penggalangan dana, rapat yang sangat jarang didatangi anggotanya hingga masalah pribadi yang timbul karena fokus yang terbagi.

Fika sebagai salah satu mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa membuatnya harus aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus dan pada kesempatan kali ini ia mendapat amanah untuk menjadi ketua panitia dalam kegiatan seminar.

"Bismillah, ya Allah lancarkan lah kegiatan seminar hamba dan semoga banyak yang datang, aamiin" doanya sepenuh hati, Fika kembali masuk kedalam ruang seminarnya di lantai 1, yang dikhususkan untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa, lantai 2 untuk rapat dan pertemuan dosen dan staf, lantai 3 musholah dan lantai 4 untuk rapat tamu-tamu penting bersama para petinggi kampus.

Satu per satu orang berdatangan mengisi aula yang menjadi ruang seminar, ruangan yang tergolon luas dan besar. Beberapa orang menggunakan almamater merah kebanggan kampus dilengkapi dengan Id card tanda bahwa mereka adalah panitia pelaksana seminar. Semua sangat sibuk mengatur dan memperhatikan tugasnya masing-masing, ada yang berada di panggung kecil mengecek kembali peralatan dari mic, tempat duduk hingga susunan makanan untuk sang sumber, beberapa menuntun mahasiswa yang datang untuk duduk di tempat duduk, dan ada yang sibuk dengan kamera, mendokumentasi kegiatan.

Dua orang bertugas di meja depan pintu, mendaftar nama-nama yang datang menjadi audiens seminar.

"Gimana? Udah banyak yang datang?" Fika menginterupsi kegiatan Rani dan Maudy yang bertugas menyambut tamu.

"Alhamdulillah udah ada sekitar 130an orang kak" Maudy yang lebih muda setahun dari Fika tersenyum manis dan memperlihatkan kertas-kertas yang memuat daftar nama.

"Alhamdulillah, Masya Allah udah hampir masuk target kita" Fika tersenyum senang melihat daftar-daftar tersebut.

"Iya kak, seminar kali ini termasuk berhasil gak kayak seminar-seminar lain yang hanya 50an orang datang" celetuk Rani

"Jangan senang dulu, seminar nya aja belum mulai, berdoa aja semoga gak ada kendala dan masalah" ucap Fika mengingatkan

"Hehehe iya kak"

Bzzzttt... Lapor Bu ketupat, disini bagian perlengkapan...

Suara Yusuf terdengar dari handy talky yang dipegang Fika.

"Roger, disini Ibu Ketupat, kenapa Yusuf?" Fika berbicara setelah menekan tombol komunikasinya

Bzzt.. Maaf ibu ketupat, tamu masih berdatangan tapi kursi sudah tidak cukup , bagaimana ini Bu ketupat?..

"Loh bukannya kursi yang disiapkan ada sekitar 150 kursi untuk audiens?" Fika mengerutkan alisnya, data di meja resepsionis hanya 130an tapi laporan dari bagian dalam berbeda.

Bzzzt.. tidak tau ini kak masih ada anak-anak yang berdiri karena kehabisan kursi...

Fika memijat kepalanya, sebagai ketua panitia ia harus segera mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya,

"Duh ya Allah bagaimana ini? Ambil kursi dimana? Ambil dimana? Masa yang lainnya berdiri atau duduk dilantai. Ya Allah berikan hamba petunjukmu"Fika menggigit bibir bawahnya, memperhatikan sekeliling untuk mencari pencerahan

"Gimana kalau pinjam di ruangan atas kak?" Usul Rani

"Iya kak, kemarin ada pertemuan dosen. Makanya kami libur satu hari kemarin gak ada Matkul yang masuk" Maudy mengiyakan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 02, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Cinta Dosen KillerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang