CHAPTER 12

58.2K 2.7K 9
                                    

•─────⋅☾⊱ℒ𝒾𝓁𝓎'𝓈⊰☽⋅─────•

Hari ini Lily shock! Oke mari kita ceritakan. Suaminya tadi mengajak membeli baju untuk anak mereka. Namun bukan itu yang membuat dirinya shock.Lian membeli baju bayi brand Chanel

Sejak kapan Chanel membuat baju bayi?!. Oh iya Lily lupa ini dunia fiksi.Berjalan bergandengan tangan sambil bersenandung Lily cukup bahagia. Karena ia bisa membeli semua yang dirinya inginkan.

Apalagi seluruh totabeg dengan brand ternama sedang di bawa para bodyguard di belakangnya. Akhirnya ia merasakan di ratukan."Sepertinya kau bahagia?" Ucap Lian.

Wajah Lily tambah bersinar lalu mengangguk. Lalu pasangan itu masuk kedalam swalayan. Lian hendak membeli buah-buah untuk istri nya mengingat Lily kurus kerempeng.

Jika wanita itu- tau pasti dalam detik ini Lian akan di buang.

"Aku pengen jeruk!" Ucap Lily di sambut Liam yang memilih jeruk.Suami idaman! Sudah tampan, tajir, royal pengertian. Paket lengkap lah untung Lily yang punya.

Lily menatap sekitar para ibu-ibu yang belanja juga menatap suaminya kagum. Ah! Lily cemburu sekarang. Kenapa suaminya ini sangat Hot!.Hingga mata Lily menatap seorang wanita yang memakai pakaian formal. Lily mengenal wajah itu, ia menatap secara detail.

Benar wanita itu... Feby sahabatnya saat di dunianya dulu.

Tapi kenapa sahabat nya bisa berada di sini? Apakah Feby juga mengalami hal sama yang ia alami. Tapi kenapa wajahnya tidak berubah?Apa-apaan ini? Kepala Lily gencar mencoba berfikir. Cerita ini penuh plot twist tidak cocok untuk Lily yang ingin hidup damai.

"Mau langsung pulang?" Tanya Lian yang sadar istrinya melamun.Lily yang tersadar langsung mengangguk. Lalu pasangan itu berjalan keluar swalayan.

Hingga di halaman mall mata Lily kembali berbinar saat melihat para pedagang kaki lima. Dengan seribu cara agar di bolehkan membeli semua itu ia akan mengeluarkan jurus.

Memeluk lengan kekar Lian, wanita hamil itu menatap dengan puppy eyes. Sambil memanyunkan bibirnya.Lian jadi gemas sendiri, bolehkah ia mencium bibir merah itu?

"Mau beli itu? Please." Ucap Lily.Pria dengan kemana itu menoleh menatap para pedagang itu lalu menggeleng. Namun belum sempat ingin melanjutkan jalannya.

Lily sudah berjongkok seperti anak kecil. Terserah mau di ejek apa! Lily ingin sekali sepertinya ia ngidam.

Tampak pria berkemeja hitam itu menghela nafasnya, lalu membantu Lily berdiri dan menuju pedangang itu. Demi Lilyana bahagia.



•─────⋅☾⊱ℒ𝒾𝓁𝓎'𝓈⊰☽⋅─────•

Pukul 5 sore pasutri itu baru sampai di rumah bergaya Eropa. Lily berjalan bahagia sambil membawa kantong plastik. Ia memborong semua jajanan yang ada disana.Mulai dari telur gulung, mie gulung semua yang di gulung!. Dan jajanan lainnya, tampak ibu mertuanya menyambut dengan senyuman

"Habis berapa Ly? Wah apa ini?"Serly mendekat lalu ikut duduk di sofa menatap makanan yang tidak pernah ia lihat. Mulai dari makanan anen yang berbentuk bulat itu.

"Ini apa Li?" Tanya nya.Lily yang asik memakan telur gulung pun menoleh. "Bakso bakar ma!" Jawabnya dengan riang.

Wanita dengan dress putih itu tampak kebingungan. Jangan heran Serly adalah orang kaya sejak lahir! Mana pernah melihat makanan itu.

"Sehat ga Ly?." Tanya nya lagi.

Lily hanya mengangguk karena mulut nya yang penuh makanan.Hingga Lian datang dengan gelas yang berisi air dingin. Serly undur diri agar memberi ruang pasutri itu sambil tersenyum menggoda.

Pria berwajah tegas itu mengelap pipi Lily yang terdapat sisa makanan. Lalu memberikan minum untuk istirnya. Ia akan melakukan apapun untuk Lily bisa bersama nya.

Hari ini rasanya bagai mimpi bagi seorang Lian Zilon. Dimana dirinya pergi membeli pakaian untuk anak nya bersama seorang Lilyana. Tidak peduli berapa uang yang telah Lian keluarkan hari ini.

Siapa peduli? Pria itu tinggal bekerja lagi jika uangnya habis. Keluarga Zilon anti miskin sampai cucu,cicit, co-.

•─────⋅☾⊱ℒ𝒾𝓁𝓎'𝓈⊰☽⋅─────•

Lily's [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang