4. Kalem, Dong! (1)

587 46 2
                                    

bel pulang bergema di SMA NEGERI 1 PULAU RINTIS. yang berarti, 1 sekolah sudah bisa pulang ke rumah masing masing. kecuali yang punya piket membersihkan kelas sebelum pulang, tentunya di bebani dengan kata 'piket' sebelum beranjak ke tempat tidurnya.

hari ini, detik ini, jam ini, dan waktu ini, yang bertugas piket adalah [Name], Gempa, Halilintar, dan Ying. mereka berkerja sama, dengan hening tentunya. hanya suara [Name] dan Ying saja yang terdengar. yang lain? nyimak ygy.

"[Name], gimana ini kerkom nya?" tanya Ying di sela - sela obrolan hangatnya dengan [Name]. [Name] punya tugas kerkom atau KERja KelOMpok, yang beranggotakan Ying, Halilintar, Thorn, dan Solar. tentunya dengan [Name] sendiri, dong.

Y/N : yah, ga sekelompok ma Gemgem/Ufan/Aze/Ice.

mangap sayangku, aku udah punya rencana untuk ini. jadinya, aku taruh mereka di kelompok lain.

back to topic..

"dirumah siapa maksudnya?" pertanyaan balik keluar dari mulut indah [Name]. Ying hanya mengangguk singkat sambil menyapu debu di lantai. "dirumah siapa aja. aku ngikut,"

"di rumahku aja."

suara dingin menyapa telinga dan pikiran [Name] yang tengah berpikir. maksudnya, gila aja di rumahnya 7 bersaudara? mana disana banyak yang beda kelompok, lagi. takutnya mah, yang lain ga nyaman. habisnya... [Name] anaknya kadang diem kadang petakilan, dia takut nanti kalau dia kumat rasa petakilannya.. yang ada dia malah diusir.

'gila banget dia nawarin kaya gitu!!' batin perempuan bersurai [F/C] yang sedang bertarung dengan pikirannya. "ga keberatan..?" tanya [Name] dengan raut muka agak takut. "napa? takut? gabakal diapa - apain juga," ujar pemuda bermanik ruby. "pikiranmu negatif, ya?"

tiga kata yang mampu membuat pipi Halilintar merah sebelah dengan cetakan berbentuk tangan disana. yap, satu tamparan kasih sayang dari [Name] mendarat di pipinya yang mulus tanpa lecet sedikitpun itu.

"how?!" kaget Ying. sepanjang tahun yang dia sekolah disini, tidak ada yang berani menampar Halilintar. membuatnya agak kagum dan terkejut. dia baru lihat manusia seberani itu. "apa apaan?!" teriak Halilintar. "kamu duluan, kok. ga apa apa, kan?" sinis gadis si pelaku tamparan di muka mulus Halilintar tanpa rasa bersalah. "lagian, siapa suruh nuduh - nuduh ga jelas?"

"kamu ini...!" ucap Halilintar dengan nada yang sedikit ditahan, bersamaan dengan emosinya. kedua tangan Halilintar ditahan oleh Gempa dan Ying, agar tidak terjadi perkelahian antara gadis petakilan dan pemuda yang terkenal dingin satu sekolah itu. "... minta dihajar, ya.."

"silakan~" tantang sang MC. gaada takut - takutnya, woilah..🙂

susah payah Halilintar mencoba lepas dari adik serta temannya itu. ingin sekali dirinya mencincang - cincang gadis dihadapannya ini hingga tak tersisa daging sepeserpun. namun apalah daya, gabungan kekuatan antara adik dan temannya itu lebih kuat dibanding dirinya sendiri.

"gabisa lepas, toh?" tanya [Name] dengan nada mengejek dan sedikit seringai licik di wajahnya. "kasian~" ejeknya lagi. "argh! lepaskan aku Gempa, Ying!" pinta Halilintar dengan nada yang menunjukkan rasa perintah. "tidak akan, bang! ingat! dia itu perempuan sekaligus tun─"

yeup, hampir saja Gempa keceplosan.

"tun?" - Ying.

hayoloh, Gem.

"e - eum.. itu..."  elak Gempa. "apa?" tanya Ying sekamin─eh semakin penasaran. "kalian nyembunyiin sesuatu, ya?" tanya Ying lagi hingga akhirnya [Name] angkat bicara, sambil menghela nafas. "aku itu tuna─"

"─dia itu tunangan kami, keluarga Amato."

───────────────────────
.

Rebutan 1 Cewek!?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang