5. Kalem, Dong! (2)

519 40 1
                                    

sore haripun tiba. 5 orang dengan jenis kelamin yang berbeda itupun telah berkumpul dirumah sang MC tercinta, [Name].

"kenapa bengong? cepet duduk."

sang pemilik rumah a.k.a [Name] melihat 4 orang temannya berdiam diri ditempat. alhasil [Name]nya negur, dong.

"[Name], ini serius bagian dalem rumahnya? ga ngecheat, kan?" tanya Ying bertubi - tubi. jujur saja, dia sangat terpaku pada perabot, warna cat dinding, serta interiornya yang khas minimalis. kalau dibolehin mah, dia ambil tuh satu. kalau bisa semua.

"ya kagak. ga percayaan ba─"

"─rumahnya [Name] bagus bangettt!"

oke, sepertinya ucapan [Name] terpotong lagi.

"makasih, Thorn." dua kata yang mampu membuat Thorn semakin berbinar, apalagi keluar dari mulut tunangan kesayangannya. tanpa babibu, langsung saja, dia terjang tuh tubuhnya [Name]. "sama - samaaa!!"

jantung [Name] merosot ke lutut saking terkejutnya. hampir dia kehilangan keseimbangannya sendiri. ingin sekali dia dorong, tapi apalah daya. muka Thorn terlalu 'memelas' dan 'imut' untuk dibuat kecewa.

"Thorn, lepasin.. aku gabisa... nafas.." ucapnya dengan nada tertahan. seperti di chap lusa sebelumnya, dia lelah secara mental, fisik, lahir, batin, jasmani dan rohani. "gamauu! [Name] nyaman dipeluk!!"

aura hitam legam menguar dari tubuh 3 orang dibelakangnya. tidak salah lagi. itu adalah Ying, Solar, dan Halilintar. sontak mereka bertiga menarik [Name] dari pelukan pemuda imut bermanik hijau emerald itu.

"she's mine." tegas 3 orang itu serempak; alias Ying, Halilintar, dan Solar.

Ying menarik sang MC dengan cara dipeluk, sedangkan 2 orang lainnya memegang kedua tangan MC kita tersayang; [Name].

Thorn yang gadis pujaannya direbut begitu saja langsung cemberut ala ala anak kicik. "bang Hali, bang Solar, sama Ying jahat, ah!" celetuknya. ia melipat tangannya didepan dada, tapi ala ala anak yang mainannya direbut lalu ngambek. taulah ya.

"kalem, dong semua.." ingat [Name]. udah capek lahir batin, lengannya sakit lagi digenggam kuat oleh si sulung dan si bungsu. kayaknya, tangannya sekarang memar akibat genggaman yang bahkan seperti takkan melepaskannya ".. tanganku yang kasian,"

mendengar itu, mereka bertiga melepaskan [Name] dengan hati - hati. tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ia dilepas sepenuhnya. buktinya? mereka masih di dekat [Name].

"Thorn, kalau mau ambil punya orang, izin dulu gih." ujar pemuda bermanik ruby. "abang, kan selalu ajarin kaya gitu." sambungnya. Solar dan Ying hanya bisa mengangguk setuju. "lagipula, dia bukan cuma tunanganmu doang." sambungnya lagi. Solar sedikit terkejut dengan kata 'tunangan'.

"psst, bang. ada Ying," bisik Solar. "gak apa apa, lagian udah tau dianya."

Solar agak terkejut lagi, tapi sedikit lega.

beda halnya dengan [Name]. dia mematung, jantungnya merosot kembali ke mata kaki. 2 pemuda yang tadi pagi rebutan dirinya kini bekerja sama, alih - alih mengambil dirinya kembali dari pemuda imut itu. bahkan fav person nya juga ikut - ikutan, siapa yang ga kaget coba?

"um... kalian perlakukan aku kaya gini dalam rangka hal apa, sih?" tanya [Name]. "dalam rangka merebut dirimu kembali," jawab ketiga orang itu serempak. 0,1 detik, loh jawabnya. tepat setelah [Name] bertanya. 'cepet amat jawabnya..' batin sang empunya pertanyaan.

nampaknya, [Name] harus lebih bersabar lagi dengan sangat tinggi. setinggi langit kesepuluh. itupun kalau ada.

───────────────────────
.

.
BREAK
.

.
───────────────────────

kerkom nya berjalan lancar, tapi dengan sedikit tekanan atmosfer yang mencekam. layaknya yang terjadi saat ini.

'mungkin hanya aku saja yang sadar, atmosfernya..' batin gadis yang di sebelahnya ada Ying, a.k.a [Name]. ia sedang mencari - cari informasi terkait materi saat ini. Ying menulis di laptop, Halilintar membantu [Name], Solar menahan Thorn agar tidak menjadi anak petakilan.

"gimana? udah nemu?" ucap Solar memecah keheningan. "belum. masih banyak hal tentang materi ini yang belum kita ketahui," jawab [Name] tanpa menoleh sedikitpun.

15 menit pun berlalu. masih tidak ada tanda - tanda materi akan selesai, hingga Halilintar membuka mulutnya.

"sudah ketemu."

nada dingin khas pemuda dingin itu mampu membuat seluruh mata melihat kearahnya. "coba lihat." pinta [Name] sedikit antusias. Halilintar pun memberikan ponselnya, membiarkan gadis manisnya itu melihat sepuas yang dia inginkan.

lagi dan lagi, aura hitam legam menguar dari dua pemuda lainnya. Ying? lagi ngeliat ponselnya Halilintar juga. Halilintar tersenyum tipis, kala melihat gadisnya a.k.a [Name] itu senang. saking tipisnya, hanya orang yang jeli saja bisa melihatnya. termasuk author, dan kedua adik bungsunya.

semakin dilihat, semakin besar aura hitam legam yang keluar dari dua pemuda itu. merasakan hal aneh, Halilintar menoleh kearah dua adik paling bungsunya. "apa?" tanya Halilintar. "bang Hali ngambil [Name], ga bagi - bagi."

1 kalimat itu mampu membuat dua gadis yang asik melihat - lihat ponsel Halilintar menoleh dengan tatapan bingung, seakan meminta pertanggungjawaban atas kalimat itu.

Halilintar yang dituduh seperti itupun tak tinggal diam. dia berbicara dengan nada yang kesal. "apa apaan?! kok kalian nudh─"

"─lo ngelak, bang?"

2 kata yang keluar dari mulut tampan Solar berhasil membuat Halilintar semakin kesal. ingin dia hajar dan cabik - cabik adik paling bungsunya, kecuali Thorn. dia hanya diam, walaupun tatapannya mewakili perasaannya.

belum sempat Halilintar bergerak, dua gadis yang sedang asik dengan dunianya sendiri barusan langsung menahan tangan Halilintar agar tidak terjadi perkelahian. "kalem, dong Halilintar!" titah [Name] sambil terus memegang satu tangan Halilintar. satunya lagi? dipegang Ying. "jangan terlalu mudah meledak gini!"

"dia duluan, [Name]! lepaskan aku!" titah Halilintar balik seraya terus mencoba melepaskan diri.

'ya Allah.. ada adaa aja kejadian di hari ini..' batin gadis pujaan seluruh pemuda bermarga Amato itu. jujur, dia sungguh tak sanggup mengendalikan seluruhnya saat ini.

siapapun, tolong [Name].

───────────────────────
.

.
TBC
.

.
───────────────────────

tangan gwe pegel cuy, asli. sampe 952 words! tapi, ga mengalahkan chap sebelumnya atau sebelum dari sebelumnya. ngerti, ga? engga? yaudah sama:b.

btw, hello my lovely reader!!

bagus ga? lumayan panjang, ya. awokawok:v. dan.. menguras tenaga tanganku juga. (ga secapek chapter yang 1007 word kalau gasalah tuh wordnya)

and.. yeah, as y'all see.. aku ganti nickname! dari Urrallenia jadi BeautifulNewera! panggil aku Newera atau Rara yaa! sama covernya jugaa

mangap ya ges, jam subuh saya up. soalnya ga inget, sumpah. maaf tujuh kali keliling lapangan ya sayang sayangku.

janlup voment! 1 vote : 5 juta semangat untukku!!

see you malem Kamis!

Rebutan 1 Cewek!?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang