17 [End]

29 1 0
                                        

Melihat dari wajah khawatir dari Zain, aland mengerti seberapa berharga asya dan aza di hidup nya

Aland berjalan ke arah zain. Zain menatap aland dengan tatapan bingung

"Sorry, seharusnya gua gak gini, harusnya gua mikir alur nya, kalau dah gini gua yang susah dan elu juga yang susah" Ucap aland sambil menepuk badan zain pelan

Happy Reading

"Sorry"

Zain langsung berdiri di depan aland yang awalnya diri nya duduk sambil melihat pintu ruangan ICU

"Iya, kita juga gatau bakal kek gini" Balas zain

Dan mulai hari ini, detik ini, saat ini zain dan aland sudah berbaikan dan mereka semua lanjut menunggu dokter atau suster keluar

20 menit kemudian suster keluar dari ruang ICU dan suster itu langsung melihat ada banyak orang yang sudah menunggu di depan ruangan ICU

"Sus! Gimana sus kondisi teman saya suster?? " Ucap zain yang langsung berdiri di depan suster dengan kondisi mata zain yang sudah hampir menangis

"Baiklah-baiklah, begini mereka sudah setengah sadar dan mereka memanggil nama zain, karena yang bernama zain saya tau siapa, tolong masuk ya dan satu orang lagi mau ikut temanin? " Ucap suster itu dan liona langsung pingin ikut masuk

Setelah itu zain, liona dan suster masuk ke dalam ruangan ICU, karena tidak semua orang bisa masuk ke ruang ICU

Di ruang ICU zain terdiam melihat kondisi asya dan aza yang sudah melemah dan tak bisa berbuat apa apa lagi hanya bisa berbaring di kasur dengan oksigen di mulut mereka

Zain melangkah ke arah asya dan aza dengan langkah kaku

"Sya... Za... " Lirih zain menatap asya dan aza yang sedang berbaring lemah. Asya dan aza menoleh ke arah zain

"Z-zain.. " Lirih asya yang sangat lemas dan aza juga sama

Liona melihat itu langsung memeluk sang sahabat dengan penuh kehangatan dan dalam

"Hiks sya... Kenapa sya?.. Gua kangen elu! Kenapa lu kek gini hiks" Ucap liona menangis sambil memeluk asya

"Liona... Maaf... Gua minta maaf... " Ucap asya yang langsung memeluk liona dengan lemas

"Engga!! Gua pengen lu sehat sya! " Ucap liona dan asya hanya bisa tersenyum tipis

Zain sedang memegang tangan aza yang sedang berbaring lemas

"Za.. Hiks akhirnya elu sadar, udah berapa lama gua nunggu in elu dan asya bangun.. " Ucap zain langsung memeluk aza dan aza langsung menangis

"Maaf.. Zain aku minta maaf... " Ucap aza dengan suara yang serak dan zain tetep saja menangis di pelukan nya

Isi di ruangan ICU hanya tangisan kecil dari liona, zain. Asya dan aza hanya bisa menatap dengan sayu

"Na... Janji ya sama gua jangan tinggal in gua... " Ucap asya dengan suara serak dan mata sayu. Liona terkejut dan langsung menatap sang empu

"Sya.. Kenapa lu bilang gitu? Kan gua sahabat lu, gua gak akan ninggalin lu, liat sekarang.. Dah berapa bulan lu koma dan gua masih ada di sini" Ucap liona menyadarkan ucapan asya tadi

Asya mengangguk pelan

"I-iya.. M-makasih ya untuk semua nya... Lu udah mau jadi teman terbaik gua.. " Ucap asya di sembari tersenyum sayu

Love in the dark [End]Stories to obsess over. Discover now