16

24 1 0
                                        

Happy Reading

"Pagi" Sapa zero, dan raga sambil masuk ke ruang inap asya dan aza

"Pagi" Balas orang-orang yang ada di dalam ruangan termasuk zain

Zero dan raga pun langsung mendudukkan diri di sofa yang sedang di duduki lilian dan andra

"Cepat banget lu pada datang nya" Ucap zero menatap lilian, andra, dan Nathan

"Gua cepat? Dah semalam an gua di sini, tuh noh si Nathan, sama andra sejam yang lalu datang" Balas lilian dan zero hanya ber oh riah

"Lu temanin zain di sini? " Tanya raga dan lilian hanya mengangguk

"Gila, gak cape gitu? " Tanya raga sekali lagi

"Gak juga sih, ini bentar lagi gua mau pulang, udah di chat nyokap gua dari rumah, di suruh nya gua mewakili kantor bokap gua" Balas lilian yang mau bersiap-siap pulang

"Ohh yaudah"

Setelah lilian bersiap-siap pulang, ia langsung meninggalkan ruangan asya dan aza, tak lupa ia berpamitan dengan teman-temannya sebelum pulang

Andra mengambil buah-buahan yang ada di meja dekat kasur aza, ia juga mengambil pisau dan mencuci buah itu untuk memotong buah agar teman-temannya makan buah yang ia potong

Nathan menatap zain yang masih setia memegang tangan asya dan aza di tengah-tengah

"Bro. Udah lah elu nih, sini duduk kita ngobrol-ngobrol lagi, gua yakin kok mereka bisa selamat" Ucap Nathan menyemangati teman nya

"Hm" Zain hanya berdehem saja tanpa melihat ke arah Nathan

Zain terus saja menatap asya dan aza yang sedang tertidur koma itu, ia mengelus-elus kan rambut asya dan aza

Zain menuju ke arah aza dan berbisik

"Gua yakin lu bakal selamat aza" bisik zain ke telinga aza

Zain pun langsung menuju ke arah asya dan berbisik

"Lu bisa sya, gua yakin, gua gamau kehilangan orang berharga lagi" Bisik Zain sambil memberikan kecupan di kening asya

Setelah itu Zain pun duduk di samping teman-temannya dan langsung mengusap wajah nya dengan kasar

"Argh! Kenapa nasib gua selalu sial?! Kenapa gua gak bisa tenang?!! Kapan waktu tenang gua ada!! " Ucap Zain yang meronta-ronta sambil mengacak-acak rambut nya

Teman-temannya Zain hanya bisa menyemangati zain. Mereka juga tidak tau kenapa nasib zain begini, mungkin belum waktunya zain hidup enak

"Dahlah, sabar pasti ada kok waktu lu hidup tanpa gangguan" Ucap Nathan dan zain hanya bisa menatap ke arah asya dan aza dengan lesu dan sembab

Sekitar an 30 menitan akhirnya zain sudah bisa mengontrol diri nya dan tak lama datang lah aland. Aland masuk ke ruangan asya dan aza sambil membawakan satu keranjang yang berisi buah

Yah, buah yang di potong sama andra adalah buah bawaan dari aland, dan dia juga membawa buah tangan lagi padahal ia sudah menyuruh anak buah nya mengantarkan buah dan ia juga membawa buah

Love in the dark [End]Stories to obsess over. Discover now