"Jake, berhenti!" Jay tiba-tiba berteriak dari belakang, memanggilnya dengan suara yang cukup keras untuk menghentikan langkah Jake. Jay menarik lengan Jake, membuatnya terhenti di tengah-tengah jalan. Nafas Jay terengah-engah saat mencoba menenangkan diri, sementara Jake menatapnya dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Dengar, Heeseung mungkin butuh waktu sekarang," kata Jay sambil mengatur nafasnya. "Dia mungkin akan pulang ke rumah kalian, atau kalau tidak, dia pasti akan ke penginapan kami. Beomgyu, Taehyun, Soobin, dan Yeonjun sudah menyusulnya lebih dulu. Tenangkan dirimu dulu."
Jake menatap Jay dengan mata bingung, tapi Jay hanya menepuk pundaknya pelan, mencoba menenangkan kegelisahan yang Jake rasakan.
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan," Jake mencoba menjelaskan, suaranya terdengar serak dan penuh tekanan. "Aku tidak punya hubungan apapun dengan Ningning. Kami hanya teman, teman baik." Ia berharap Jay akan mengerti, setidaknya itu yang diharapkannya sekarang.
Namun, Jay malah tersenyum kecil, seolah memahami lebih dari apa yang Jake ungkapkan. "Kau tidak perlu menjelaskan padaku, Jake," kata Jay, terkekeh kecil. "Kau harus jelaskan itu pada Heeseung. Dia mungkin saja... cemburu."
"C-cemburu? Bagaimana mungkin?" Jake tergagap, tidak percaya. Kata "cemburu" terdengar aneh di telinganya. Bagaimana mungkin Heeseung, yang selama ini terlihat dingin dan tidak peduli, merasa cemburu padanya?
Jay menggelengkan kepalanya, masih terkekeh kecil. "Kenapa tidak mungkin? Wajar saja, kan, jika Heeseung cemburu melihat suaminya memeluk wanita lain," ucapnya sambil menepuk pundak Jake lagi. "Dasar pasangan aneh. Saling suka tapi tidak sadar," gumam Jay, berjalan mendahului Jake yang masih terdiam mematung di tempatnya, mencoba mencerna kata-kata Jay.
Di sisi lain, Sunoo dan KAI yang tadinya bersiap untuk berlari menyusul Jay dan Jake, tiba-tiba dihentikan oleh suara yang datang dari belakang mereka.
"Heh, kau?! Kim Sunoo, benar?" Sebuah suara yang dalam dan sedikit parau terdengar, membuat Sunoo berbalik. Ia mendapati seorang pemuda tinggi, dengan kulit yang sangat putih dan postur tegap, sedang berjalan mendekatinya. Wajahnya tampak ramah, meski Sunoo masih merasa sedikit bingung.
"Eh?" Sunoo mengerutkan kening, bingung bagaimana pemuda itu bisa mengetahui namanya. Namun, sebelum Sunoo bisa bertanya, pemuda itu-Sunghoon, seperti yang akan dia ketahui kemudian-tersenyum kecil dan menyodorkan sebuah kartu ke arahnya.
"Aku menemukan ini. Sepertinya terjatuh saat kalian naik mobil pickup waktu itu. Ngomong-ngomong, itu mobilku," Sunghoon menjelaskan dengan santai, membuat Sunoo dan Kai hanya bisa saling menatap bingung sebelum akhirnya menyadari kartu yang disodorkan Sunghoon adalah kartu pengenal Sunoo sebagai mahasiswa Harvard.
"Oh, terima kasih," ujar Sunoo akhirnya, mengambil kartu itu dengan sedikit kikuk. "Eh... terima kasih banyak, ya," lanjutnya, masih agak bingung harus berkata apa.
Sunghoon tersenyum kecil. "Tidak masalah. Panggil aku Sunghoon," katanya, mencoba mencairkan suasana.
Sunoo mengangguk dengan cepat. "Terima kasih, Sunghoon." Balasnya sambil tersenyum lebih lebar.
Sunghoon kemudian beralih pada Kai, yang tampaknya masih diam menyaksikan interaksi mereka berdua. "Dan kau siapa?" tanya Sunghoon dengan nada ramah.
Kai segera menjawab, "Aku Heuningkai, tapi hyung bisa memanggilku Kai." Senyumnya lebar dan antusias. "Jake hyung bilang mobil pickup itu milik temannya. Jadi, kau temannya Jake hyung?"
Sunghoon tertawa kecil dan mengangguk. "Benar. Aku temannya Jake. Kau harus memanggilku hyung kalau begitu."
Kai tersenyum lebih lebar, matanya berbinar. "Wah, salam kenal Sunghoon hyung!"
KAMU SEDANG MEMBACA
From God To Mee [JAKESEUNG]
RomansaCerita ini mengikuti Jake Shim, yang harus menikahi Lee Heeseung, seorang intersex, untuk memenuhi janji ibunya, Maretta Shim, kepada sahabatnya, Lee Amera. Janji ini dibuat untuk melindungi dan memberikan masa depan yang aman bagi Heeseung setelah...
![From God To Mee [JAKESEUNG]](https://img.wattpad.com/cover/377043191-64-k182357.jpg)