Tidak kok, aku bohong. Tidak mungkin dia adalah anak selir. Meskipun aku benci adikku itu, aku masih ada sayang ke dirinya sebesar 0,5 persen. Lagian dia anak kandung keluarga Windsor kok, setahuku, selir ayah belum ada yang mempunyai anak sepertinya.
...
*Louis pov
"Bisakah kamu berhenti memanjakan anak itu?"
Terdengar suara tegas Eliza yang sedang menatap tajam kepadaku
"Apa maksudmu, hm.. Aku hanya menunjukkan kasih sayang ku kepada anak anakku, apakah itu hal yang buruk"Seorang wanita harus dilayani dengan sabar, aku memang kadang sangat kesal dengan istri ku sendiri, tapi apa boleh buat.. Aku masih mencintainya
"Ayolah, aku tahu itu, maksudku kurangi kebiasaanmu itu, dia sudah dewasa, Louis.. Dan juga, aku tidak pernah melihatmu memanjakan Riabell seperti ke Shena.. "
Ohh.. Kurasa dia membicarakan tentang diriku yang dia anggap pilih kasih
"Sayang, sadar kah dirimu, jika kau juga tak pernah menyayangi Shena seperti sayangmu ke Riabell ? Sedari dulu kau bahkan selalu memaksa Shena untuk terus belajar dan belajar"
"Jaga ucapanmu Louis, aku menyayangi anak-anakku sama rata, dan aku juga berkeinginan untuk membuat Shena memiliki sikap yang baik dan kelak dia akan menjadi orang yang disegani juga di negeri ini"Buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya, dirinya dan Shena memiliki bakat akting yang sangat bagus. Sampai sampai aku tahu mana ucapan mereka yang jujur atau tidak. Untuk yang barusan itu adalah kebohongan. Dan satu satunya cara untuk menyudahi obrolan ini adalah-
"Baiklah, aku mengerti. Maafkan aku ya, tapi perlu ketahui juga istriku, aku juga sangat menyayangi Riabell. Kau mengerti?"
"Baiklah kalau begitu, kita sudahi obrolan ini, aku ingin membaca buku"Hehe.. Lihat itu, setelah obrolan selesai, pasti Eliza akan langsung pergi meninggalkanku tanpa mengucapkan permintaan maaf sedikitpun. Tak mengapa, aku sudah sangat mengerti perilaku itu
...
*Riabell's pov
Sialan.. Mengapa dia selalu saja memerintahku, mentang-mentang dirinya lebih tua 2 tahun dariku, itu bukan berarti dia merasa berkuasa. Dasar, orang bodoh dan kekanak-kanakan. Ayah juga..mengapa ia tidak membela sedikit pun untukku. Sudahlah, aku juga punya ibu yang dapat membelaku setiap saat
"Aku harus apa sekarang, sepi sekali istana ini, andai aku boleh pergi keluar istana secara bebas, aku mungkin akan memiliki banyak teman, dan mungkin aku juga akan mempunyai kekasih"
"Teruslah bermimpi, Riabell, itu tidak akan terjadi kepada dirimu. Aku akan menari saja ditemani Mary"
Aku pun menggerakkan kakiku untuk keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Mary, Mary adalah guru menarik, dia masih terbilang sangat muda, karena masih menginjak kepala 2.
Disaat aku berjalan di koridor istana, pandanganku teralihkan oleh pemandangan kakakku yang sedang berlatih berkuda bersama pelatih George. Oh ayolah, pasti mereka akan bermesraan disana, aku tidak tahu sih mereka ada hubungan kekasih atau tidak, karena mereka terlihat sangat dekat menurutku.
"Mary~"
Sahutku memanggil Mary yang sedang menari dengan anggun itu"Ah, putri, apa yang membuatmu kesini, ini bahkan belum waktumu untuk masuk kelas menari"
"Tidak apa, aku sangat bosan, jadi majukan saja jadwal menari ku ya, aku juga ingin menghabiskan waktu denganmu"
"Baiklah baiklah, aku tidak bisa menolak.. Ayo, langsung saja kita mulai"Latihan dimulai, aku sangat terampil di bidang ini, bisa dikatakan aku sangat pintar dalam menari dan membuat puisi. Tapi perlu kuakui, Shena lebih terampil daripada diriku, ia bisa menyanyi, panahan, berkuda, memasak dan masih banyak lainnya. Mungkin juga karena faktor ibunda yang memberinya banyak kelas daripada diriku.
Terkadang aku iri dengan Shena, tapi ayolah, aku masih bisa berlatih supaya bisa mengalahkannya, aku pasti bisa mengembangkan bakatku juga dan akan lebih hebat darinya.
Aku menatap diriku di kaca kelas menari, hehe, betapa cantiknya diriku, aku memang terlihat sangatlah anggun saat sedang menari, bahkan beberapa pelayan sering sekali memujiku, tapi ayah dan Shena tak pernah sekalipun memujiku, mungkin Shena iri dengan kecantikan ku.. Haha
"Cantik sekali dirimu hari ini, putri.. Terkadang aku iri dengan kecantikanmu, tak heran keluarga dan rakyat sangat menyayangimu"
"Bisa saja, terimakasih Mary"
"Haha, ayo lanjut lagi, sedikit ayunkan tangamu ke samping-"Lihat, baru saja ku omongi, sudah ada pujian yang ditujukan untukku, sudah kubilang, Riabell Windsor, rambut hitam panjang yang lurus, kulit putih, dan mata hazel yang bersinar dibawah sinar matahari, dan proporsi tubuh yang ideal. Siapa sih yang tidak akan iri dengan diriku ini. Duh maap, kebanyakan ngomong jadinya aku
.....
Ngomong-ngomong, kapan ya ibu akan menyuruhku untuk melakukan hal itu, aku sudah tidak sabar menunggunya
.
.
.
.
.
.
709 words..i'm so tired

KAMU SEDANG MEMBACA
Windsor's Family
Historische Romane"Sometimes I love my other side" "Perfect family" merupakan hal yang paling membanggakan untuk dikatakan kepada seseorang. Tapi terkadang, mereka yang dipanggil hal itu, memiliki topeng yang hanya diketahui oleh masing masing anggota keluarganya. ...