chapter 43

844 49 1
                                        

"Gitu aja? Aku salah apa ya ke zee?" ucap batin adel,tanpa pikir panjang ia langsung duduk di samping zee dan bersender kepadanya

"Sayang? Kamu kenapa-" ucap adel terpotong karena zee yang langsung membalas nya

"gapapa sayang maaf yaa tadi tinggalin kamu sendiri di bawah tadi aku tiba tiba banget ada kerjaan dari kantor kamu tidur duluan aja ya sayang aku mau sampai agak subuh an nanti" ucap zee mengelus rambut adel

"jangan begadang berlebihan sampai subuh ga baik buat kamu kalau udah selesai langsung tidur jangan macem macem, yaudah aku tidur duluan ya sayang ngantuk udah jam sembilan lewat gini" ucap adel langsung berbaring menghadap zee

"Iya iya goodnight yaa" balas zee kepada adel, zee pun ditinggal tidur oleh adel Beberapa jam telah berlalu , waktu sudah berada di tepat pada jam 5 pagi adel terbangun sungguh lemah dan pucat melihat zee tidak ada di samping nya

"Zee mana? Azizii kamu mana takut.. hiks" ucap adel yang panik dan meneteskan air mata nya perlahan , ia keluar dari kamar itu mencari zee di setiap ruangan yang ada di lantai 2 itu

Tiba lah di balkon ia melihat zee yang sedang merokok dan keadaan balkon yang penuh asap itu sontak terkejut dan berjalan perlahan ke arah zee itu

"Zizi.. " ucap adel mendekat ke arah zee sembari meneteskan air matanya yang semakin deras

"A-adel, kamu udah bangun ya? Kok kamu pucat banget? ngapain disini sayang banyak asap sini ke dalam aja ga baik buat adel" ucap zee yang langsung membuang rokok itu ke sembarang arah

"Ga.. kamu kenapa zee? mulut mu bau rokok tau ga? Aku ga suka, aku ga mau, aku udah bilang dulu sebelum kita nikah jangan sesekali merokok mau kamu se stress apapun se lelah apapun jangan.. Aku ga suka zee.." ucap adel yang mundur menjauhi zee

"maaf, del maaf, aku lelah del mulut aku pait aku cuman coba coba aja del, jangan marah del aku ga bakal ulang lagi janji del.. maaf" ucap zee jatuh berlutut di depan hadapan adel itu saat berkata janji

Adel merasa kecewa dengan zee yang melanggar janjinya kesekian kalinya tetapi dilain sisi ia kasian karna dia tidak nyangka bahwa zee akan berlutut di hadapan nya

"berdiri azizi, emang kalau mulut pait kan ga harus ngerokok zee, ada permen? Permen bisa buat mulut kamu manis ga harus ngerokok, aku kecewa zee kamu udah langgar janji ke berapa kalinya?" ucap adel yang melihat zee berdiri namun dengan muka renung menghadap ke bawah

"Maaf, permen lagi habis, aku kepikiran terus hal yang buat aku lelah berada di pikiran ku, zee udah coba buat ga pikirin tapi selalu keinget terus maaf" ucap zee

"Mikir apa? Stok permen habis? Bisa dedel beliin sekarang zee, jangan ngerokok tolong.. Jang-" ucap adel terpotong karna zee yang menyetujui perkataan nya

"Ashel, ashel yang buat aku kepikiran negatif terus sampai zee ngerokok, semenjak kejadian kemarin maaf del ,I am too jealous and angered by the ashel that holds your waist and comes close to your ear.." ucap zee yang membuat adel terdiam cukup lama

"Z-zee jangan pikir dia lagi, Forget all the events of yesterday, Don't ruin our household just because of this, lupakan.." ucap adel memegang pipi zee dan mereka pun saling bertatapan

" Sorry I was too angry and jealous for yesterday's incident, I'm sorry for going down a negative path and breaking our covenant" ucap zee

" Gapapa tapi, don't repeat it again please, i don't like that, sekarang gausah pikirin gaada yang bisa hancurkan rumah tangga kita ingat?, nah sekarang mau beli permen?"ucap adel sedikit memberantakan rambut zee dan mengelus pipi zee

"Aku gamau permen aku mau nya bibir kamu yang manis itu" ucap zee yang melihat adel tersenyum lebar seakan-akan mempersilahkan apa yang di mau Oleh zee

Zee pun senang ia pun berciuman cukup lama dan setelah hampir 5 menit setelah itu, zee menggendong adel kekamar dan meletakkan adel di kasur karna mengingat serta melihat adel yang pucat dan lemas

APA ITU CINTA? - Zeedel Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang