awal dari semuanya

5.3K 378 2
                                        

setelah mereka bermain dengan cukup lama, kini para wanita sedang menyiapkan makan malam untuk mereka semua.

mereka akan menginap, mereka sudah biasa malakukan itu jika salah satu dari mereka sendirian dirumah. orang tua mereka pun tau dan sudah percaya kepada anak-anak mereka.

dapur side

baekhyun,kyungsoo, dan luhan kini sedang sibuk memasak sedangkan para pria sedang bermain ps milik jongin yang memang ada di rumah kyungsoo.

"kyung, apa aku harus memotong banyak bawang" tanya baekhyun

"aah ne, jika lebih banyak lebih enak" jawab kyungsoo

"apa yang sedang namja-namja itu lakukan?" tanya luhan.

"paling juga mereka main game, seperti biasa" jawab baekhyun seadanya.

luhan hanya mangut-mangut mengerti dan melanjutkan masakannya. baekhyun dan kyungsoo bertugas membuat sop dan luhan bertugas memanggang daging serta membuat salad.

dan mereka kembali sibuk dengan tugas mereka.

ruang keluarga side

"yak! kamjong berhenti bermain curang" teriak sehun

"yak! aku tidak bermain curang"jongin membalas

"aish jinjja, kapan giliran ku bermain hah?" tanya chanyeol geram

"nanti hyung ketika aku bisa mengalahkan si albino ini" jawab jongin

"kalian sejak tadi selalu seperti itu, siapa yang kalah pasti akan mengucapkan kalimat itu" chanyeol tambah geram, dan segera beranjak menuju dapur.

dua bocah itu hanya mengedikkan bahu mereka melihat chanyeol pergi. kini chanyeol berada di dapur dan matanya langsung mengarah pada baekhyun yang sedang memotong bawang

'aku menciumnya tadi, bibirnya benar-benar lembut' batin chanyeol

'kenapa aku berdebar-debar?'

'kenapa setiap aku dekat dengannya aku berdebar?'

'apa aku menyukainya?'

chanyeol terdiam saat pertanyaan itu muncul dibenaknya, dia terus menatap baekhyun.

baeknyun yang merasa ada yang memperhatikan segera mendongak dan mata mereka bertemu.

mereka bertatapan lama, saling memikirkan perasaan yang muncul didada mereka saat ini.

chanyeol tersenyum, entah karena apa. baekhyun yang melihatnya merasa wajahnya memerah.

segera baekhyun memalingkan wajah agar tidak melihat chanyeol yang sedang tersenyum lebar saat ini.

berjalan menuju kyungsoo yang ada di pantry dan menyerahkan bawang yang telah dia potong, kyungsoo menoleh dan melihat chanyeol. segera kyungsoo menegurnya.

"eoh? chanyeol sedang apa kau disini?" tanya kyungsoo.

luhan ikut menoleh dan bingung dengan keadaan chanyeol di dapur. chanyeol jalan mendekat dan duduk di kursi meja makan.

" aku ingin membantu, bolehkah? tanya chanyeol.

"tidak usah yeol, kau duduk saja disitu. aah baek di kulkas ada semangka sebaiknya kau potong untuk dimakan nanti" perintah kyungsoo

"baiklah"

baekhyun berjalan menuju kulkas dan membukanya, ketika hendak mengangkat semangka yang memang sedikit besar itu. sepasang tangan lebih cepat mengangkatnya dan menaruhnya di meja.

"eoh?" ucap baekhyun

"itu berat bukan? lebih baik aku saja yang mengangkatnya" jawab chanyeol dan lagi-lagi sambil tersenyum.

"geure, sini biar aku potong"

kyungsoo dan luhan yang melihat itu tersenyum, hubungan chanbaek lebih baik semenjak permainan itu.

mereka mendapat banyak dare dan begitu banyak mereka melakukan kontak fisik yang memang menjadi tantangan mereka.

kini mereka lebih santai dan sepertinya menjadi lebih dekat, mereka sangat serasi jika bersama seperti itu.

setelah semua hidangan selesai dan telah disusun di meja makan,  kini mereka semua sudah duduk dimeja makan dan menyantap makanan mereka.

" noona, dimana kami akan tidur?" tanya sehun

"tidurlah di kamar tamu sehun" jawab kyungsoo

"itu tidak akan muat noona jika hanya satu kasur" jawab sehun

"kalau begitu gunakan saja kasur lipat yang ada di lemari"

" baiklah. atau jongin saja yang tidur di sopa yang ada dikamar"

" kenapa aku?" jawab kai tak terima

"hey! kalian itu sedang makan, tenanglah sedikit" sewot baekhyun

jongin dan sehun hanya cemberut dan melanjutkan makan mereka. mereka telah selesai makan dan sekarang sehun dan jongin di tugaskan untuk mencuci piring sedang kan yang lain berkumpul di ruang keluarga.

baekhyun dan chanyeol kini sedang berdua dengan membuka game yang ada di smarthphone chanyeol yang sedang dimainkan oleh baekhyun.

" baekki, tembak yang ini"

"yang ini?"

"iya"

"aaah tidak kena yeolli"

"sini biar aku mainnkan" baekhyun menyerahkannya. dan mereka melanjutkan permainannya.

wajah mereka sangat dekat, chanyeol menoleh bersamaan dengan baekhyun. mereka menatap satu sama lain.

chanyeol mendekatkan wajahnya, baekhyun yang melihat itu menutup matanya. mereka tidak sadar bahwa luhan dan kyungsoo melihat semua itu.

"ehem.... apa kalian akan melakukannya di hadapan kami?" instruksi luhan.

baekhyun membuka matanya dan segera mendorong chanyeol mejauh. wajah mereka memanas, chanyeol menggaruk lehernya yang tidak gatal, dan baekhyun menundukkan wajahnya.

kyungsoo dan luhan hanya menggelengkan kepala mereka, sungguh bingung dengan dua orang itu.

"katakanlah bahwa kalian saling mencintai" ucap kyungsoo cuek.

"APA?" teriak baekyeol dan hanya di acuhkan oleh kyungsoo.

mereka menatap satu sama lain dan berpikir . apakah semua itu benar

'apa aku mencintainya' batin keduanya




TBC

aaaah akhirnya aku update, akhir-akhir ini gk ada waktu.
karna persiapan mos yang bentar lagi diadakan disekolah aku.
gomawo atas suara yang telah kalian berikan.
mohon kembali memberikan suara kalian di chap ini, aku sangat berterima kasih.
see you next chap

emuaaacchhh

Truth or Dare (Chanbaek)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang