Hai...
Langsung baca aja ya..
Makasih masih stay disini💜
Happy maljum guys
So, Keep playing with fire
🐻🐰
Mata bulat itu tak beralih, terus fokus menatap dengan bibir yang tersenyum takjub. Sungguh, pemandangan ini sangat indah hingga tak ada yang mampu mengalihkan pandangannya sedikitpun. Bahkan, beberapa menu yang tersaji dihadapannya pun harus kecewa karena tak bisa mengambil alih perhatian si cantik
"Woaaah! Indah sekali..."
Sekali lagi, entah yang ke berapa kali bibir tipis itu mengucapkan kalimat tersebut dan tentunya dengan bibir tersenyum kagum. Lihatlah, mata bulat itu tak bisa berbohong jika ia sangat kagum dan takjub. Perlahan Jungkook bangkit dari duduknya lalu keluar dari gazebo, berjalan menghampiri salah satu pohon sakura lalu berdiri dibawahnya
"Sepertinya satu kesalahan membawa Hoseki ke sini, bukan?"
Kalimat itu membuat Taehyung menengok dan menemukan sosok Jimin yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Saat ini mereka berada di sebuah rumah makan yang terletak tepat di tengah tengah taman dimana pohon sakura berada.
Ya, musim semi telah tiba dan sudah 2 hari festival sakura di mulai. Warna merah muda memenuhi beberapa jalanan di kota kota besar jepang dimana pohon pohon itu ditanam. Ada beberapa tempat yang bisa di datangi untuk menikmati festival sakura atau yang lebih di kenal dengan Hanami.
Taehyung mengulas senyum tipis. "Begitulah." Jawabnya singkat. "Aku seperti makhluk tak kasat mata.." imbuhnya sembari terkekeh yang mana diikuti juga oleh Jimin
"Bocah itu... Terlihat antusias sekali."
Taehyung mengangguk setuju. Karena Jungkook memang seperti itu jika sedang menyukai atau kagum dengan sesuatu yang ia lihat. Wajah juga tatapan matanya akan mengungkap semuanya dengan jelas.
"Usagi sangat atraktif. Dia akan mengungkap apapun yang ia rasa dan antusias dengan apapun. Ah,dan dia sangat polos..." Taehyung terkekeh pelan di akhir kalimatnya.
Jimin mencebik. "Ya, itu benar. Tapi mengenai kata polos menurutku itu tidak benar sama sekali. Bocah itu sama sekali tidak polos." Ujar Jimin dengan raut datarnya. Kedua alis Taehyung terangkat naik, seolah heran
"Jangan protes, apa yang aku katakan itu benar." Jimin menambahkan dan sukses membuat Taehyung tergelak
Hening beberapa saat.
"Yang aku lakukan sudah benar kan, Park?"
Jimin terdiam sejenak lalu mengangguk pasti. "Keputusan anda tidak pernah salah tuan.." ucap Jimin sembari membungkukkan badannya kembali menggunakan bahasa formal
"Aku hanya ingin melihat wajah cantik itu selalu bahagia. Melihat senyum di wajah Usagi membuatku bahagia." Taehyung menatap jauh dimana Jungkook berada.
"Saya mengerti tuan. Tuan sudah melakukan yang terbaik untuk mewujudkan itu semua."
Taehyung mengangguk setuju. "Terimakasih sudah menemaniku sampai semua ini terwujud Park.."
Hening
Jimin terlihat tidak mau berkomentar dengan kalimat Taehyung. Pria itu hanya duduk diam memandangi bunga sakura yang berguguran karena angin musim semi. Menjadikan halaman tertutup warna merah muda merata.
"Anda mengatakan nya seolah anda mau mati saja tuan.."
Taehyung tertawa. "Kematian adalah misteri Park.. dan kalau nanti aku mati lebih dulu aku harap kau masih mau menjaga Usagi untukku." Raut Taehyung terlihat serius namun netra keemasan menyorot sendu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Kidnaper {Complete}
Nouvellestentang masalalu tentang dendam tentang cinta tentang nafsu tentang dua orang yang di pertemukan oleh pertikaian takdir akankah keduanya bisa bersama? pairing Kim Taehyung n Jeon Jungkook homophobic go away kang copas kang plagiat kang report menja...
