Chapter 2 : New Friend

55 5 0
                                        


Happy Reading🤍


"Kau Alpha kan mengapa kau bertindak seperti orang rendahan?" Ucap Anak laki-laki beraura Alpha Dominan itu

"Kau siapa?! beraninya kau melawanku! kau tak tau aku siapa, hah!?" Jack tidak terima akan perkataan anak remaja Laki-laki itu, tangannya menunjuk-nunjuk remaja Laki-laki itu sedangkan yang ditunjuk hanya diam menatap remeh orang yang ada di depannya.

"Ohh... Kau mau jadi pahlawan kesiangan bagi Beta yang tidak jelas itu?! LIHAT TEMAN-TEMAN BARU KALI INI ADA SESEORANG UNTUK MEMBELA BETA INI!" Teriak Jack dengan lantang membuat seisi kantin berbisik-bisik

'Bukankah itu salah satu kakak tingkat baru kita?'

'Dia tampan yaaa! Wajahnya seperti tidak asing."

'Dia keturunan Benedict, bodoh!'

'Hah... Keturunan Benedict!!!'

'Jack kali ini salah lawan'

'Tamatlah riwayat mereka'

Dan masih banyak lagi.

"Neo Culture School adalah salah satu sekolah favorit. Tapi muridnya seperti kalian? Aku meragukan akreditasi sekolah sampah ini!" Balas Remaja laki-laki itu sambil melipatkan tangannya di dada lalu menatap remeh Jack dan antek-anteknya. Bahkan senyum miring Laki-laki itu terlihat jelas.

Jack menatap itu tidak senang. Jack juga tahu sekarang di depannya ini bukanlah orang sembarangan. Dia punya nama besar di Negara ini. Siapa yang tidak tahu Benedict, Di bidang pendidikan Namun, Jack tetaplah Jack. Egonya lebih besar daripada otak yang dia punya. Tetap memasang wajah angkuh.

"Dan lagipula, Apa pentingnya bagimu mengetahui siapa aku? dan apa pentingnya juga aku mengetahui kau? Tch, tidak ada benefitnya! Dan aku sarankan tolong dengar sekelilingmu." Lanjut Remaja laki-laki itu berjalan kearah Jack dan menepuk pelan bahu Jack. Antek-antek Jack juga terdiam, tidak ada yang bergerak. Seolah tahu siapa yang di hadapan mereka kali ini. Murid-murid yang sedang ada di kantin pun ikut berdesis seolah memojokkan Jack dan Antek-anteknya.

Jack yang mendapat tepukkan menepis tidak suka dan menatap benci kepada Orang yang barusan menepuk bahunya. Dia merasa harga dirinya tercoreng, sebelumnya tidak ada yang berani kepadanya. Karena kuasa orang tua Jack sebagai donatur terbesar di sekolah.

Laki-laki yang terlihat seperti Alpha itu hanya masa bodoh. Seolah Jack itu bukan lawan berat baginya. Fokus Alpha muda itu hanya kepada tiga sekawan yang sedang memperhatikan kondisi satu sama lain.

Cashel yang sedang membersihkan baju Mizaelo dan kale yang sedang merapikan rambut Mizaelo, yang dibersihkan malah menatap kosong. Lalu dia melihat kotak bekal yang berserakan, dia segera memungutnya dan membersihkan sisa makanan yang masih tersisa yang ada di dalam bekal.

Lain halnya dengan Jack yang tidak terima, mulai menyerang laki-laki Alpha itu saat sedang membereskan kotak bekal Mizaelo. Menyadari hal tersebut remaja laki-laki itu langsung refleks menghindar, memelintir tangan Jack dan membuat seolah Jack memukul dirinya sendiri. Jack kemudian tersungkur di lantai kantin.

"Tcih, lihat saja kau! Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku! Dan KALIAN SEMUA BUBAR! Ayo guys kita cabut!!" Jack merasa malu, karena baru kali ada yang berani melawannya. Setelah itu dia berlalu dari sana bersama antek-anteknya.

'Cih pasti dia merasa malu'

'tidak seru padahal Aku ingin lihat anak laki-laki menendang Jack'

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Orphic (nomin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang