C15

834 61 0
                                        

Happy Reading 👩🏿‍🦲🤏🏿


Keesokan harinya, hari ini jam pertama pelajaran olah raga, semua siswa kelas leng sedang berada di luar kelas, ada yang di kantin, sedangkan leng dan temannya sedang duduk di kursi yang berada di lapangan.

"Eh liat deh, itu ohm gak si? Dia terlambat sekolah kah?" Tanya satang menunjukkan ohm yang berada tak jauh dari mereka duduk, dia sedang berdiri sambil hormat di tengah lapangan.

"Tumben dia sendiri, biasanya ada tiga temennya" Ujar satang lagi

"Tapi kan teman temannya udah sampai dari tadi" Prem

Leng melihat ohm dari sana, dia teringat foto itu lagi, leng kurang tidur karna memikirkan foto itu.

"ANJ" teriak satang tiba tiba

"Apasi satang, lo bikin kaget aja anjir" Ujar Prem memukul kepala satang.

"Cuan gue...." Satang bangun dari sana lalu berlari balik ke kelas.

"Dia kenape?" Tanya leng kebingungan

"Gatau, ayok ikutin dia" Ujar Prem bangkit dari duduknya begitu juga dengan leng

Satang meletakkan sebuah gambar di meja, memperlihatkan karyanya kepada teman temannya.

"Wihh keren, lo sempat juga ya ngegambar ini, padahal kita tadi malam nongkrong loh" Ujar Prem

"Iyalah, siapa dulu yang ngegambar"

"Emang ini buat apa?" Tanya leng

"Jadi kemarin tu perth minta gue buat gambar tema laut gitu, ntar dikasi duit, siapa juga yang mau nolak kalo di kasi duit" Ujar satang tersenyum jahat, leng dan Prem menggeleng

Satang mengeluarkan ponselnya, dia mengirim perth pesan kalau gambarannya sudah jadi.

Beberapa menit kemudian perth sampai di kelas sambil ngos-ngosan dia berlari dari kantin ke kelasnya karna tidak sabar untuk melihat gambar itu

"Mana?" Tanya perth

"Santai anjir masih banyak kok waktu nya" Ujar satang, satang menyodorkan buku gambar itu buat perth

"Wihh bagus banget, bahkan lebih bagus dari pada yang santa gambar" Ujar perth.

Perth baru saja ingin mengambil buku gambar itu tapi langsung di tarik sama satang

"Duit dulu dong, kemarin janjinya gimana? Gue ngebut loh gambar ini" Ujar satang

"Iye iye nih" Perth menyodorkan uang yang lumayan banyak untuk Perth.

"Okeh, makasih atas kerja samanya" Ucap satang tersenyum manis.

Perth hanya bisa menggeleng lalu mengambil gambar itu Dan pergi dari sana.


30 menit kemudian

Ohm masih berdiri di lapangan, sambil ngoceh, hari ini matahari nya terik banget.

Leng menyodorkan sebotol minum untuk ohm, ohm melihat minuman itu lalu melihat siapa yang memberinya minuman itu.

Ohm tersenyum manis dengan senang hari menerima minumannya.

"Makasih" Leng hanya mengangguk

"Duduk dulu, kata asis lo boleh duduk" Ujar leng

Ohm mengangguk dan berjalan ke arah kursi dan duduk di kursi tersebut.

Leng menundukkan Kepalanya, menyadari ada yang aneh sama leng ohm bertanya ada apa dengan ohm?

"Emm, maaf ya ohm, gue nuduh lo selingkuh waktu itu, gue beneran gatau kalau itu bukan lo, waktu itu gue ga merhatiin, gue main percaya percaya aja" Ujar leng merasa bersalah

"Iya gapapa kok, gue paham" Ujar ohm tersenyum menatap leng, leng membalas senyuman ohm.

Bel istirahat sudah berbunyi, perth berjalan ke kelas santa dengan sedikit takut.

Kebetulan santa mau keluar kelas bersama teman temannya dan mendapati perth yang sedang berdiri di depan pintu

"Kalian duluan aja ya" Ucap santa pada teman temannya.

Santa beralih melihat ohm "ada apa phi?" Tanya santa sedikit malas.

"Ayo sini ikut gue" Perth menarik tangan santa ke samping kelas.

"Ini, gue udah gantiin gambar lo yang rusak" Ujar perth memperlihatkan hasil gambarnya satang pada santa.

Mata santa berbinar melihat gambar itu

"Wahh, siapa yang gambar phi?" Tanya santa mengambil gambar tersebut

"Hehe, temen kelas gue, maaf ya gue gabisa gambar sendiri, jadi gue suruh teman gue gambar itu, gue benar benar bingung gantiin gambar lo yang rusak" Ujar perth tersenyum kikuk.

Santa tersenyum lebar "gak phi, makasih ya udah berusaha gantiin gambar gue, sebenarnya gue udah gambarin yang lain sih, tapi belum jadi" Ujar santa

"Beneran? Gue bantuin ya, gue juga mau belajar menggambar" Ujar perth, santa tersenyum lebar, dia menarik tangan perth masuk ke kelasnya.


Leng sedang memasukkan buku buku ke dalam tasnya, sebagian murid sudah keluar kelas untuk pulang kerumah mereka.

"Leng pulang bareng gue ya" Ujar ohm.

"Nggak ah, ntar ngerepotin" Balas leng.

"Ayolahhh, ayoook"

"Ihhh, iya iya sabar" Leng memakai tasnya lalu tangannya langsung di tarik sama ohm

Beberapa menit kemudian motor ohm berdiri di depan danau, dulu waktu masih SMP ohm dan leng sering ke danau itu buat ngerjain tugas, main, bahkan nenangin diri.

Ohm membawa leng pergi ke bawah pohon yang berada tak jauh dari danau tersebut, ohm menyuruh leng duduk di bawah pohon itu.

"Gue kangen banget tempat ini, ternyata gapernah berubah ya" Ujar leng tersenyum manis, ohm tersenyum melihat leng tersemyun.

Ohm menarik nafasnya menatap danau.

"Leng, gue kangen sama lo, gue belum bisa lupain lo, lo tau? Selama lo pindah ke luar negeri gue sama sekali nggak bisa lupain lo, gue pacaran sama orang lain itu cuma mau hilangin perasaan gue sama lo leng, tapi rasanya sulit buat lupain lo begitu aja, lo cinta pertama gue leng" Ohm menghela nafas sebelum melanjutkan bicaranya "apa lo mau memperbaikinya? Kita mulai dari awal?"

Leng menatap wajah ohm, leng bisa lihat air mata ohm yang sudah membasahi pipi nya.

Tanpa berkata apapun leng mendekati wajah ohm dan mencium bibir ohm, tidak ada lumatan, leng cuma menempeli bibirnya pada bibir ohm saja.

Leng melepaskan ciumannya dan langsung memeluk ohm.

"Gue juga belum bisa lupain lo, lo juga cinta pertama gue ohm" Ujar leng

Ohm membalas pelukan leng lalu tersenyum, dia bersyukur semua ini sudah selesai, kesalah pahaman leng terhadap ohm sudah selesai.

"Lo mau kan balikann sama gue? Kita mulai dari awal" Leng tersenyum dan mengangguk

Beberapa jam kemudian mereka sudah kembali dari danau, motor ohm berhenti di depan rumah leng.

"Aku pulang dulu ya leng, besok aku jemput kamu, kita sekolah bareng" Ujar ohm tersenyum.

Bentar, leng menyadari ada yang aneh dalam bicara ohm.

"Aku?" Leng terkekeh mendengarnya.

"Hehe, aku cuma mau bicara lebih lembut lagi sama pacar aku" Ujar ohm menggaruk tengguknya.

Leng memajukan langkahnya agar dekat dengan ohm yang masih duduk di atas motornya.

Leng mengusap rambut ohm lembut

"Baik, besok aku akan menunggumu, jangan telat ya" Ujar leng mencium pipi ohm lalu pergi masuk kedalam rumah nya.

Ohm tidak berhenti tersenyum, di sepanjang perjalanan pulang dia tersenyum, dia salting dengan perlakuan leng.


☺✋🏻

EX ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang