"gue gamau, dan ga akan mau"
"gue bakal bikin lu mau"
-----------------
DISCLAIMER:
bagi yang tidak nyaman dengan cerita berunsur bxb mohon untuk tidak membaca cerita ini ya, terimakasihh
"Ihh bang Xo aku ajalah yang naik, napa malah Rinz yang naik. Atau Idok deh ganti aku aja,"
Rinz dan Idok reflek menatap sinis kearah Dyrenn yang terus-terusan meminta untuk naik dengan kekasihnya.
"Daripada lu yang naik mending aku aja, cuki. Biarin lah mereka yang naik, ga bakal diculik baby ujin kau itu."
Jantung Rinz sempat berhenti berdetak, ia kira Skylar ingin naik bersama untuk pembukaan Play-off, ternyata tidak. Sejak kejadian kemarin Rinz selalu merasa wajahnya memanas setiap kali melihat Goldlaner mereka itu.
"Tau tu, bucin kali dia anjir" Dyrenn berdecih kesal mendengar ucapan Skylar dan Hazle yang sama sekali tidak membantu.
Akhirnya Dyrenn pasrah saja, ia memilih untuk memeluk tubuh mungil sang pacar dengan wajah cemberut.
"Bentar doang ren, gausah gitu ekspresi nya"
Bibir Dyrenn semakin manyun mendengar ucapan Sutsujin, ia mendusel pada potongan leher sang empu guna menenangkan diri.
"Dunia milik berdua banget mereka anjing, capek gue liatnya."
Hazle mengangguk setuju, ia melirik sekilas kearah Rinz dan Skylar secara bergantian. Hazle yakin 101% kalau kedua orang ini akan menjadi bucin 2.0 di tim mereka.
"Udah sana kalian bertiga naik, udah mau gladi tu."
Ketiganya mengangguk. Sutsujin melepas perlahan pelukan Dyrenn, mata mereka bertemu, Sutsujin mengecup singkat pipi kekasihnya, di depan semua anggota tim dan staff.
"WOI ANJIR KOH UJIN UDAH BERANI GITU"
"ANJING KOH"
Teriakan Hazle dan Rinz mengundang gelak tawa dari yang lain, mereka semua terkejut tentunya, tapi yang paling terkejut adalah Dyrenn. Lelaki itu membeku seolah terkena skill Aurora.
"Bentar ya, nanti balik lagi"
Sutsujin berjalan keluar bersama Idok dan Rinz yang masih shock dengan peristiwa yang baru saja terjadi.
"Bang... Gabisa main aku bang... Kena serangan jantung aku.. "
Skylar reflek menjitak kepala Dyrenn membuat nya mengaduh kesakitan.
"Goblok gitu kau jadinya ya puki."
Dyrenn berikan tatakan sinis pasa sang kapten, Khezcute dan NMM? keduanya hanya bisa geleng-geleng melihat gebrakannya player RRQ tiap harinya.
------------
"Hadehhhh capek banget anjirlah"
Si bungsu langsung menjatuhkan badannya di sofa ruang tamu.
"Capek ngapain lu bocah, lu duduk doang daritadi."
Dyrenn melihat kekasihnya yang langsung berjalan memasuki kamar. Tentu ia reflek mengikuti dari belakang.
Sutsujin duduk di tepi kasur, melepas kacamata miliknya.
"Tumben buka kacamata sekarang, biasa kalau tidur doang"
Ia melirik pada pemuda yang berjalan mendekati nya. Dengan kesadaran penuh, Sutsujin sandarkan kepalanya di perut Dyrenn yang berdiri tepat didepan sang empu.
"Kenapa? Capek kah?"
Sutsujin mengangguk, Dyrenn tak kuasa menahan senyumnya, lelakinya sangat menggemaskan.
"Padahal ga lama loh kamu diri tadi,"
Sutsujin mendongak, memberikan tatapan sinis, "Tapi disana ga sama kamu."
Reflek Dyrenn tertawa, ia tidak mengira Sutsujin juga ingin dirinya berada disana.
"Gemesnya pacar akuu,"
Tangan Dyrenn mencubit sebelah pipi Sutsujin,
"Sejak di Bandung sering capek kamu ya," tangan Dyrenn berpindah untuk mengelus surai hitam si manis. Sutsujin tersenyum merasakan kehangatan yang disalurkan oleh sang kekasih. Ia merasa aman.
"Feeling aku ga enak sejak kemarin, ren. gatau kenapa."
Kening Dyrenn mengernyit heran, tapi ia tidak mau memperpanjang hal tersebut. Ia harus menghibur Sutsujin.
"Mau nobar film ga? Aku temenin, sekalian nunggu jadwal scrim kita"
Sutsujin kembali mendongak dengan mata berbinar membuat Dyrenn terkekeh.
"Terserah nonton apa, kamu yang pilih ya, cantik."
Ekspresi Sutsujin berubah kesal, walaupun terlihat jelas kalau ia sedang berusaha menutupi rasa salting nya. Tapi sayang nya wajah dan telinga Sutsujin sudah memerah terlebih dahulu.
Tanpa berlama-lama Sutsujin menggeser duduknya, memberi space untuk Dyrenn.
Tangan Dyrenn secara tiba-tiba melingkar di pinggang milik sang kekasih, Sutsujin sedikit terkejut namun sedetik kemudian ia biasa saja.
Dyrenn mengeratkan pegangan, mengikis jarak diantara mereka. Ia letakkan dagunya pada bahu kanan Sutsujin, menonton film dengan posisi ini terasa jauh lebih menyenangkan.
Sutsujin sendiri tidak masalah dengan tingkah kekasihnya, selama Dyrenn tidak bertindak lebih jauh ia tidak akan melarang.
-------------------
"Siapa sangka bakal lawan Geek anjir"
Semua anggota RRQ Hoshi sedang berkumpul diruang tamu, mereka baru saja selesai menonton pertandingan Fnop dan Geek.
Mereka semua memprediksi bahwa Fnop akan menang melawan Geek, namun ternyata salah. Geek berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-3 membuat Fnop harus pulang dihari pertama Play-off.
"Power Natan lategame emang ga ngotak sih,"
Mereka semua mengangguk setuju. Pertandingan yang sangat seru dan menegangkan telah diberikan oleh kedua tim, siapa sangka dihari pertama Play-off sudah ada pertandingan yang menyentuh ±40 menit.
"Kita harus siap-siap besok guys, jangan sampai lengah kalian. Respect lawan."
"Udah sekarang kalian istirahat semua dah, besok pagi kita ada scrim baru sorenya play-off"
Semuanya mengikuti ucapan dari coach dengan baik, karena jam juga sudah menunjukkan pukul 23.37 jadi mereka semua pun memutuskan untuk tidur.
------------
halloooww Sorry banget nih update nya lama banget, hehe.
Btw cerita ini makin lama makin ga seru ga sih plot nya?🥲 Kepengen buat bkin cerita baru aja gt, tapi sayang juga cerita ini.
Tapi tetep pengen end in ini dulu sih (labil)
Yaudah segitu dulu yaur, wen wen lagi kita lanjutkan (do'ain aku ada semangat biar ceritanya bagusan dikit)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.