Beberapa bulan kemudian, dalam sebuah pertemuan tak terduga di tengah hujan deras, Jennie dan Batara bertemu lagi di jalanan yang sepi.
Jennie
Batara...
Batara
Jennie...
Pertemuan mereka penuh dengan ketegangan dan ingatan. Hujan seperti mencermin kan kerumitan perasaan yang tersembunyi.
Jennie
Aku tidak bisa melupakan malam itu, Batara. Bagaimana kita bisa kembali ke hidup normal?
Batara
Aku juga terjebak dalam kebingungan ini, Jennie. Bagaimana kita bisa menyelesai kan semua nya?
Jennie dan Batara berbicara dengan penuh emosi di tengah guyuran hujan, mencoba memahami bagaimana kehidupan mereka bisa menjadi begitu rumit.
Jennie
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku mencintai suamiku, tapi bayangan malam itu terus menghantui.
Batara
Dan aku, aku menyayangi Irene, tapi rasa bersalah semakin melekat ketika aku berhubungan dengan irene.
Hujan semakin deras, seolah-olah menyaksikan pertarungan batin mereka. Mereka berdua berdiri di tengah jalan, merasa terjebak dalam keputusan yang sulit.
Jennie
Apakah kita bisa melupakan semua nya dan menjalani hidup seperti kita tidak pernah bertemu?
Batara
Ataukah ini akan terus menghantui kita? Aku tidak tahu, Jennie.
Mereka saling pandang, dan di antara tetes-tetes hujan, Jennie mencium bibir Batara dengan rakus yang mendalam. Batara yang awalnya tidak membalas akhirnya juga hanyut dalam ciuman mereka.
Sekarang mereka ada di penginapan tidak terlalu mewah.
Pria paruh baya
Ah nak kasihan istrimu kedinginan, lekas lah masuk dan hangatkan dia. Hkkehe
Jennie
Tapi dia bukan su..
Batara
Ahh baik pak, Terimakasih.
Didalam kamar, Batara sudah mengganti bajunya dan Jennie yang baru keluar dari kamar mandi menggunakan kimono, membuat Batara menelan ludah, pasalnya paha Jennie dan belahan dadanya kelihatan. Batara yang duduk di pinggiran kasur tiba tiba Jennie datang dan naik di pangkuan Batara dengan tangan melingkar di leher Batara.
Batara
Jennie..
Tanpa basa basi Jennie melahap bibir Batara, Batara membalas lumatan Jennie, tangan Batara yang tak tinggal diam meraba setiap lekukan tubuh Jennie.
Ciuman semakin memanas, Jennie mendorong tubuh Batara, dan Jennie dengan segera membuka tali kimononya, tampak Jennie tanpa mengenakan apa pun. Jennie yang berada diatas Batara meremas payudara nya sendiri, membuat Batara menegang.
Jennie
Kau sudah tegang humm?..
Batara
Itu karena kau, Kau memang suka menggodaku humm.
Jennie tersenyum nakal dia turun dari atas Batara dan membuka celana Batara, mengeluarkan penis Batara yang sudah mengacung tegak, Jennie mengurut dan mengocok penis Batara.

KAMU SEDANG MEMBACA
LIMARIO & JENNIE 2
Historia CortaLengkap cerita awal bisa buka di YouTube https://youtube.com/@jenlisa.2327?feature=shared