13

678 72 9
                                        

.

.

.

.

.

.

"hari ini kita main permainan apa sebaiknya?" tanya Lucas setelah dirinya kembali dari kelas pedangnya

"hmmm... entahlah, apa kak Lucas ada saran?" ucap Alaric ikut bingung juga

Alaric benar-benar di jaga dengan ketat, setiap saat pasti akan ada yang menjaganya entah itu Xavier, Rafael, Evaliana atau seperti sekarang ini Lucas yang menjaga nya 

"bagaimana jika kita bermain pedang" usul Lucas

Alaric memiringkan kepalnya karena bingung "bermain pedang? bukankah itu berbahaya terutama untuk aku?"

"ah, tidak-tidak! bukan pedang sungguhan tapi pedang kayu, setidaknya kamu harus melatih tubuh mu bukan?"

Alaric pun mulai berfikir, dan setelah beberapa saat dia mengambil kesimpulan kalau ide kakaknya ini tidak buruk sama sekali. Alaric akui dirinya sangat jarang berolahraga terutama olahraga berat

"oke, ayo kita lakukan" putus Alaric

mendengar itu membuat Lucas sangat bahagia dan bersemangat "ala terbaik!! kalau begitu kita pergi sekarang!!"

dengan penuh semangat, Lucas menarik Alaric menuju tempat latihan khusus. 

setelah berjalan beberap lama, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. begitu mereka masuk, walaupun Alaric pernah ke sini saat berkeliling tempat dengan xavier sebelumnya. Alaric masih terpesona dengan setiap ruangan di istana, bagaimana tidak ruangan itu sangat luas dan indah

perlengkapan nya pun lengkap mulai dari berbagai jenis senjata yang terbuat dari besi dan kayu

Lucas dengan cepat mengambil salah satu pedang kayu yang berukukuran lebih kecil dari yang lain. tentu Alaric menerimannya dengan senang hati

"apa ini memang di sediakan?" tanya Alaric sambil melihat pedang kayu yang ada di tangannya lebih teliti

"awalya tidak, tapi saat aku berusia 5 tahun aku memaksa ayah untuk mengizinkan ku berlatih pedang"

"kenapa?"

"jika kamu tanya kenapa.. karena aku bosan"

Alaric makin bingung "bosan?"

"ya, kamu harusnya tau kalau ada tradisi dimana seorang pangeran atau putri di larang keluar istana sampai umur mereka 10 tahun kan? aku sangat itu sangat bosan dengan semua permainan ataupun pelajaran, aku lebih tertarik dengan para prajurit dan latihannya"

"sejak saat itu, aku slalu memohon pada ayah untuk di izinkan ikut berlatih pedang, dan ketika di izinkan aku langsung di buatkan pedang kayu khusus yang jelas berbeda ukuran di banding yang normal. aku dulu juga ceroboh dan sering kali mematahkannnya, karena itulah ayah menyiapkan pedang yang lainnya" jelas Lucas panjang lebar

Alaric pun mengangguk mengerti, tidak heran ada lebih dari 2 pedang berukuran kecil ini

"bagaimna? apa sudah sesuai dengan dirimu?" tanya Lucas

"hum.."

"syukurlah jika sesuai, tapi sebelum itu kita pemanasan dulu" 

Alaric terdiam sejenak, setelah itu barulah dia paham. olahraga berat memang harus di awali dulu dengan pemanasan, kalau tidak badan kan sangat sakit.

itu mengingatkan nya dengan sakit badan yang dia alami beberapa waktu yang lalu, itu sangat sakit

"baik kakak, kita mulai dari apa dulu?" ucap Alaric dengna mantap

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 11, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Spirit Controller [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang