part 14, ketahuan,

9 1 0
                                        

Malam semakin larut ujan semakin deras mungkin untuk pasangan pengantin baru malam indah penuh kehangatan bukan kedinginan

tetapi berbeda halnya dengan dua insan ini yang satu tidak tersadar karena kesakitan luka dan yang satu lagi tidak sadar karena hilaf,

Dengan hujan yang lebat serta kegelapan di malam hari membuat seorang Gus yang taat dalam agama kini telah membuat dirinya masuk ke lobang penuh dosa,

Dengan di iringi desahan dari keduanya meskipun yang satu setengah sadar namun desahan itu Masi bisa terdengar meskipun Semar-semar, dan berbeda dengan seorang laki-laki yang di kuasai nafsu,

sementara di tempat yang berbeda semua santri menunggu penuh dengan kegelisahan karena apa lagi santriwati mereka ada yang menangis karena ada rata-rata santriwati mengagumi Gus muda siapa lagi ya Gus Arkan, karena dengan wajah yang tampan dan taat dalam agama membuat para santriwati jatuh hati, bukan hanya santriwati yang jatuh cinta nurud sekolah smp-sma juga banyak yang mencintai Gus Arkan,

Hingga tengah malam pun sahabat Gus Arkan dan sahabat Naura tidak bisa tidur,

dengan rasa khawatirnya Fahmi dan Ardi sahabat Gus Arkan membuat mereka tidak bisa tidur, sementara di tenda perempuan sahabat Naura kak ana dan yang lainya juga merasakan hal yang sama mereka pun tidak bisa tidur, di tengah-tengah malam tiba-tiba abinya Gus Arkan baru saja datang ke tenda Ardi dan Fahmi,

"assalamu'alaikum..."

    ucap salam Abi Gus Arkan yang membuat Ardi dan fahmi yang sedang tertekan ketakutan dan khawatiran membuat mereka seketika langsung tegang setengah mati, karena yang mereka takutkan sekarang sudah ada di depan mata mereka berdua,

"waalaikumsalam Abi," ucap Fahmi yang menjawab salam sambil gugup sementara Ardi terdiam sambil mengepalkan tangan karena ketakutan dan keringatan,

"di masa Gus Arkan, saya dari tadi mencarinya tidak menemukan dia?" unjar tanya abinya Gus Arkan kepada kedua sahabatnya Gus Arkan,

"deg... Matilah sudah"

   batin Ardi, sambil berkeringat dingin karena ketakutan, sementara itu baik Ardi ataupun Fahmi di suruh jujur terus oleh Abi Gus Arkan, paham dalam situasi seperti ini mau tidak mau mereka harus, berkata dengan jujur dari pada sang sahabat kenapa-kenapa Ardi dan Fahmi awalnya ingin tidak memberitahukan semua ini tetapi mereka juga tidak bisa bohong karena di desak oleh abinya Gus Arkan,

"ingat saya paling benci seseorang pembohong, jadi kalian mau jujur atau saya berusaha mencari sendiri?" ucapan Abi Gus Arkan membuat keduanya berkata jujur,

"ne'am bii, kami berdua salah telah berbohong, sejujurnya dari tadi sore kami semua kehilangan jejak gue Arkan, karena tadi siang salah satu anak santri yang ikut dengan kami hilang," ucap Fahmi di benerkan juga oleh Ardi, mereka berdua merasa salah menyembunyikan kenyataanya, sontak saja Abi Gus Arkan langsung kaget, buban main sambil istigfar,

"astagfirullah ya Allah," unjar Abi Gus Arkan. Yang kaget mendengar kabar kenyataanya, pikiran pun sudah di ambang kegelisahan, karena tepat jam 00:00 iya baru mengetahuinya,

"mengapa baru sekarang saya tau, di tengah malam mengapa tidak ada yang memberitahu saya sedari tadi, sekarang bagaimana apakah kalian tidak berpikir kedepan, bagaimana Arkan dan juga Naura, apakah mereka akan baik-baik saja," ucapan amarah Abi Gus Arkan pun membuat Ardi dan Fahmi langsung meminta maaf kepada Abi Gus Arkan karena bagaimana pun ini salah mereka juga,

"maafkan kami Abi kami salah, tetapi kami bukan tidak mau jujur tetapi kami tadinya mau usahakan agar Gus Arkan dan Naura bisa kami temukan, tetapi kami berusaha pun cuacanya sedang tidak mendukung, akhirnya kami putuskan mencari setelah cuaca membaik, dan Fahmi juga kasihan kepada santriwati yang ikut dan kepada murid-murid yang lainnya," ucap Fahmi kepada Abi Gus Arkan,

"sudah sekarang hanya kita bertiga saja yang mencari mereka, jangan sampai yang lain tau, karena sangat bahaya jika mereka ikut, terutama santriwati, lebih baik kita bertiga saja" ucap Abi Gus Arkan dan kedua sahabat Gus Arkan pun dengan siap langsung menganggukkan kepala,

Mereka bertiga pun mencari Gus Arkan dan Naura, mencari tidak berpencar karena hari sudah malam dan ketiganya sepakat memasuki rumah kosong karena rumah itu saja yang belum mereka masuki,

"hanya rumah ini saja bi, yang belum kami masuki karena kami takut tadi ada wanita juga yang ikut kami ke sini, jadi kami putuskan untuk tidak masuk karena takut terjadi, yang tidak-tidak " ucap Ardi yang kepada Abi Gus Arkan,

"yasudah sekarang kita bertiga masuk, biarkan saya yang di depan kalian di belakang," kata Abi Gus Arkan dan langsung berjalan paling depan, sambil membawa senter mencari anaknya dan juga muridnya, karena mau bagaimana pun semua tanggung jawab dia juga kalo sampai terjadi sesuatu yang tidak-tidak kepada keduanya,

Hingga Abi Gus Arkan terdiam saat cahaya senter menerangi kedua mahluk hidup yang tanpa busana, dan Ardi dan Fahmi yang di belakang belum menyadari itu, mereka pun langsung bersuara karena Abi Gus Arkan berhenti dari jalannya,

"kenapa berhenti bi,"ucap Fahmi yang berada di tengah-tengah, dan Fahmi pun melihat pas cahaya yang di sentra Abi Gus Arkan,

"astagfirullah.." ucap bersamaan Fahmi dan Ardi,

Fahmi pun langsung melepaskan sarungnya yang berada di pundaknya karena kedinginan, langsung mau menutupi bagian dari mereka namun di tahan oleh Abi Gus Arkan,

"berikan sarungnya kepada Abi Fahmi, biar kamu dan ardi bereskan Arkan," langsung Fahmi memberikan saring itu kepada Abi Gus Arkan, dan cahaya lampu senter di matikan untuk gunanya tidak melihat bagian tubuh Naura, Abi Gus Arkan langsung memakaikan sarung serta baju untuk menutup bagian tubuh Naura tanpa melihatnya, dan Fahmi juga Ardi langsung memakaikan baju Gus Arkan,

"kalian bawa Gus Arkan, biarkan saya yang membawa Naura, dan usahakan tidak ada yang tau kejadian ini, insyaallah Arkan akan bertanggung jawab atas perbuatannya, demi menjaga nama baik keluarga serta pesantren kita,"

"baik bi,

"kami berdua akan menjaga rahasia ini" ucap Fahmi dan Ardi, menjawab perkataan Abi Gus Arkan, mereka pun membawagus Arkan Naura juga di bawa oleh Abi Gus Arkan, demi untuk menjaga nama baik keluarga serta pesantren,





ig@selviya_enjelista35

tiktok: selviyaenjelista 1

jangan lupa di follow ya kak, terimakasih,







hai maaf baru update lagi semoga banyak yang suka dengan cerita ini ya amin,

.





bersambung

.............

Jangji Yang Putus Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang