part,6, bertemu

35 19 7
                                        

Naura setelah ada di pesantren, niat mau tidak, mau untuk tinggal di pesantren kini di urungkan, karena dia harus benar-benar memperdalam ilmu agama, dan itu berarti ia harus tinggal di pesantren satu atau dua tahun, untuk belajar Al Qur'an, memperdalam hafalan,

Kini Naura dan anatasya, sudah berada di luar mushola, ya mushola yang biasanya ada di dalam pesantren, kini ini ada di luar pesantren, bukan karena tidak ada, mushola yang di dalam baru mau di bangun, suara azan magrib pun tiba, dengan sangat merdu lantunan ayat suci Al-Quran dengan sangat merdu membuat Naura pun meneteskan air, dan Naura yang penasaran siapa yang azan membuatnya berdoa kepada Allah agar di jodohkan oleh seseorang yang ia kagumi dari suara azan tersebut,

Naura yang masi penasaran lantunan suara azan setelah sholat pun langsung bertanya kepada ana,

"Kak ana, tadi suara siapa ya yang adzan sangat merdu, hingga membuat Naura meneteskan air mata"
Ucapan perkataan Naura pun di senyumkan oleh ana,

"Itu yang barusan adzan, adalah Gus Arkan, seorang putra dari kiai namun ia di tugaskan untuk mengajar, di pesantren ini dek,"

Tak lama deheman suara seseorang laki-laki pun membuat kedua wanita itu tersadar, bahwa mereka telah membicarakan seseorang Masi di dalam mushola,

"Hmmmss, Masi di mushola tidak baik untuk membicarakan seseorang ana"
  Ucapan laki-laki tersebut pun membuat ana dan Naura tersadar atas kesalahannya, namun berbeda dengan ana, Naura seakan terkesima karena doa ia terkabul,

"Afwan Gus, jika ana tadi membicarakan Gus, ana hanya menceritakan karena ana mempunyai seorang adik, dan dia tidak tau siapa yang berazdan, dengan suara begituh merdu, hingga membuatnya meneteskan air mata"
  Perkataan ana pun membuat Gus Arkan, langsung bertemu tatapan mata dengan Naura, Naura yang tersadar akan kesalahannya karena, itu pun meminta maaf kepada laki-laki itu,

"Maafkan saya Gus, saya hanyalah bertanya bahwa saya tidak tau, jika suara adzan yang sangat merdu itu milik Gus"
   Ucap Naura sambil matanya, pun tidak berani lagi melihat mata Gus Arkan, ia melihat ke arah lantai, dia tau bertatapan dengan seseorang yang bukan muhrimnya adalah haram,

"Baiklah saya memaafkan kamu, tolong jika berada di sini biasakan menggunakan kata Afwan, untuk kata maaf, belajar bahasa Arab yang baik dan benar, karena santriwati dan santriwan di sini sudah terbiasa menggunakan kata itu"
   Ucap gus Arkan, kepada Naura, sementara Naura yang di beritahu menganggukkan kepalanya, tanda mengerti,

"Afwan Gus, Naura adalah santri baru di sini, dia Masi belum mengerti apa apa arti kata maaf, dalam bahasa Arab,"

"Baiklah, karena tadi saya telah di beritahukan oleh pamanmu ana, saya memaafkannya, dan tolong kamu sebagai seorang yang paham ajarkan dia,"
Ucap gus Arkan, kepada ana, namun hari gus Arkan merasa berbeda, detak jantungnya yang tak bisa berhenti, karena seseorang wanita,

"Na'am Gus, saya akan mengajarkan ya"
  Ucap ana pun membuat Gus Arkan menganggukkan kepalanya, dan pergi dari tempat tersebut, setelah Gus Arkan pergi, barulah Naura bisa bernafas legah,

"Kamu kenapa dek, seperti berbahagia sekali hari ini"
  Kata ana, yang melihat raut berbahagia dari Naura,

"Ia kak, sebelum aku sampai ke sini, aku sempat bertemu dengannya, tetapi aku takut salah orang" Naura pun menceritakan tentang kisah dia bertemu Gus Arkan,

"Benarkah, sudah jangan di pikirkan jika memang Gus Arkan, benar adalah
Orang tersebut, cepat atau lambat tasbihmu akan kembali"

Ucapan ana pun membuat Naura tersenyum, akhirnya ia bisa menemukan tasbihnya lagi, meskipun harus berhadapan dengan Gus Arkan,












Bersambung...

Ig:selviya_enjelista35

Tiktok: selviyaenjelista 1

Jangan lupa di follow dan komentarnya terimakasih,

 

Jangji Yang Putus Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang