SENJA-6

829 120 2
                                        

"Hati ini terluka namun masih bisa mengucapkan kata maaf."
Alfreandra Dwi Jaka Pradenta

Heyo kembali lagi bersama bungul iya pintar mambunguli

Hi are you oke?

Sebelum membaca alangkah baiknya follow terlebih dahulu kalau bisa, kalau ga bisa ya gapapa ga ada yang maksa oke

Happy reading!

Enjoyyyy😼

***********
6.Bertahan atau pergi?


Frean pun mulai masuk kedalam kamarnya, ia langsung berjalan kekamar mandi, ia lempar secara asal tas yang ia kenakan, ia tak perduli lagi dengan isi di dalam tasnya

Frean lalu menyalakan Shower membiarkannya air membasahi tubuhnya yang masih mengenakan seragam sekokah, ia membiarkan air membasahi tubuhnya berharap amarahnya pun ikut hilang tarbawa air

Merasa cukup tenang ia pun berjalan keluar kamar mandi mengambil handuknya, lalu ia masuk lagi kekamar mandi

Selesai mandi ia melangkahkan kakinya menuju kearah lemari pakaian, ia mengambil pakain simple lalu memakainya, setelah memakai pakainannya ia berjalan menuju gazebo dikamarnya, tak lupa sebelum itu ia membuat kopi sambil membawa sebungkus rokok

Ia pun duduk dikursi yang berada di gazebo dekat kamarnya, ia kemudian menyalakan rokoknya sambil berpikir langkah apa yang selanjutnya ia ambil, apa ia pergi saja dari rumah sialan ini atau ia bertahan dirumah yang juga penuh kenangan ini meskipun kenangan yang mengenakkan tidak terlalu banyak dibandingkan dengan yang tidak enak

********

Cahaya matahari menerobos masuk menyinari wajah Frean, ia pun terusik karena sinar tersebut, tak lama ia bangun dari tidurnya, melihat jam didinding kamarnya, waktu menunjukkan pukul 06:00, ia mendudukkan dirinya sebentar kemudian ia bangkit dan berjalan gontai menuju kamar mandi tak lupa ia mengambil handuknya terlebih dahulu

Setengah jam berlalu kini ia keluar dari arah kamar mandi dan berjalan menuju lemari, mengambil seragam sekolahnya lalu ia memakainya, setelah selesai memakai seragamnya kini ia mengambil sepatunya dan memakainya

Seragam sudah, sepatu sudah, lalu ia mengambil tasnya, memasukkan beberapa buku sesuai jadwal, memasukan Handphone, lalu ia menyelempangkan tasnya di punggung, kemudian ia melangkah keluar kamarnya sebelum itu tak lupa ia mengambil kunci motor yang menggantung di pintu kamarnya

Ferrel melangkah menuruni anak tangga, melihat sekilas keluarganya yang sedang sarapan bersama tentunya tidak ada dirinya disana, ia melangkah menuju pintu utama.

Ia kemudian berjalan menuju garasi mengeluarkan motornya, tak lupa ia memanasi motornya tersebut sambil mengelapinya

Dirasa cukup panas ia pun menaikinya, lalu menjalankanya menuju kesekolahnya, jalanan pagi itu cukup padat, padahal hari ini bukan weekend, tapi jalanan pagi sampai menyebabkan kemacetan ia pun terjebak di tengah kemacetan, namun tak hanya dia ia melihat beberapa orang yang ia kenali yang masih satu sekolah dengan dirinya, ia bernapas lega, setidaknya jika telat ia tidak sendirian

___________________

Sejam berlalu kini ia sampai di sekolahnya, ya benar ia terlambat karena terjebak kemacetan tadi, para murid yang terlambat pun menunggu didepan gerbang, menanti kapan gerbang itu akan dibuka

Tak berselang lama dua orang gadis yang menjabat sebagai osis itu menyuruh satpam untuk membukakan gerbangnya, gerbang telah dibuka lalu murid yang telat tadi mulai masuk satu-persatu setelah namanya di catat oleh anggota osis tersebut, karena ini mungkin pelanggaran pertama bagi Frean ia tidak mendapat hukuman apapun

SENJA    [Slow Update]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang