#12 Goodwill

750 74 26
                                        








"Terus itu gimana?? Masa lo ngambil keputusan sendiri gitu aja??" tanya Ahyeon ketika Ken selesai menjelaskan masalahnya dengan Leeseo.

"Kan dia sendiri yang minta aku buat sama kamu..."

"Ken..?? Gue gak mau kalo itu karena permintaan dia, gue maunya emang karena keinginan lo sendiri.!!"

"Terus aku harus gimana?? Maksain dia buat sama aku?? Dia gak mau, dia gak bisa.. Aku harus cari yang lain?? Bukan kamu gitu??"

Ahyeon terdiam.

Satu sisi dia seneng diajak nikah sama Ken. Tapi dia juga bimbang ketika mendengar penjelasan Ken tentang Leeseo.

"Anak kamu??"

"Iyaa aku tau.., kalo misal satu saat dia minta tanggung jawab atau nuntut hak sebagai anak aku..,"

"Kayaknya mending kalian ngobrol dulu deh??"

"Udah.., dia tetep gak mau.., dia cuma minta kalo misal nanti anak itu butuh segala macem yang berhubungan dengan legalitas, aku mesti bantu. Itu aja. Kayak misal untuk nama ayah, buat wali sekolah apalah gitu gitu...."

"Lo mau kayak gitu??"

"Ya enggak.., gimanapun dia anak aku. Aku pengen gendong dia, dampingin dia tumbuh, rawat dia....."

"Ken..., gara-gara gue ya? Sorry banget.."

"Kalian gak salah.., ini di akunya aja yang bermasalah..."

Mereka mengakhiri percakapan ketika Ruka memanggil Ken.




"Mprit gue mesti ketemu bokap lo deh.., secepetnya.."

"Eh tumben?? Ada koq dirumah..."

"Yaudah nanti baliknya gue kesana ya?"

"Papi kan kesini nganterin kembar gue.., bentar lagi paling.." Pharita melihat jam.

"Yaudah deh gue tungguin sebelum balik..." ucap Ahyeon.






"Eemhh om.., boleh ngobrol sebentar??" tanya Ahyeon.

"Eeh Ahyeon?? Mmhh.., bentar ya om ke maminya Rita dulu..."



Ahyeon menunggu diteras depan.

"Gimana?? Lancar kan persiapannya??"

"Lancar om.., makasih.."

"Mau nanyain apa hmm??"

"Eheheehehe..., anu itu emhh.., katanya om tau Leeseo dimana??"

"Ohhh itu.., iyaa dia di Jakarta koq..."

"Om serius?? Aku minta alamatnya boleh??"

"Buat apa??"

"Ada perlu aja om.., buat ngelurusin masalah.."

"Hmm.., besok om kebetulan ke Jakarta. Om bisa anter mungkin??"

"Duhh om ngerepotin,, biar aku aja.."

"Besok pagi om jemput ya??" Mario tersenyum kemudian menepuk bahu Ahyeon, berlalu masuk kerumah.

"Baik banget sih papanya Mprit..," gumam Ahyeon.







"Terus gue bilang apa ke mami kalo lo gak ada seharian heh??!!" bentak Ningning.

"Atuh kak tolongin ya?? Bilang apa kek dirumah Mprit apa tante Jisoo ya ya ya?? Apa nemenin pororo oke??"

"Lo yakin sendiri kesana??"

"Sama papanya Mprit kak..,"

"Ohh yaudah deh kalo sama om Mario gue percaya.., tapi yeon lo jangan macem-macem.."

Collide ~ Chiyeon [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang