el mulai mengungkapkan semua tentang kehamilannya pada arsen, meskipun awalnya ragu tapi ternyata papa gula kesayangannya ini malah menerima kehamilannya
arsen tak seburuk apa yang wanita itu katakan dia merasa tak enak karena tidak mengatakan kehamilannya dengan jujur..el terus meminta maaf pada arsen,tapi arsen sudah melupakannya yang terpenting sekarang ia bisa kembali terbuka dengan kekasih kecilnya dan sekarang dia tau tentang kehamilan sang empuh
arsen memanjakan el dengan segala cara, namun tetap mengurus anak di rumahannya.. niatnya arsen ingin mengembalikan kai ke wanita itu,namu niatnya di urungkan karena mengetahui beberapa hal menarik menurutnya
hari ini arsen sedang menggendong el di lengan kanannya, sedangkan kai di lengan kirinya..el mungkin masih sering cemburu dengan kai tapi,kai adalah tipe anak yang kalem tak seperti el
arsen meminta asistennya berdiri sambil memegang beberapa berkas agar arsen bisa membacanya namun masih bisa menidurkan 2 laki laki manis di gendongannya
biodata
nama:kaivan rligio
umur:8 tahun
golongan darah:AB+
kepribadian: pendiam, sopan, dewasa,manja dengan orang tertentu
makanan kesukaan: kepiting
alergi:salmon
orang tua:-
"kaivan religio anak dari panti asuhan yang berada dalam naungan LJ Alinger.. yang dipimpin oleh tuan Wylow rodenbron,anak ke 2 dari 4 bersaudara.."
arsen membaca dokumen biodata yang diberikan oleh mata matanya,kai adalah anak dari panti asuhan sungguh sangat niat sekali mantan tunangannya mencari anak yang memiliki alergi yang sama dengannya
"hanya itu yang diberikannya?"tanya arsen pada sang sekertaris yang saat ini sudah sangat pegal karena terus berdiri tak bergerak,namu rasa pegalnya tak seberapa saat ia melihat arsen yang menggendong el dan kai di sana
"hanya ini yang tuan samuel berikan melalui suratnya,dia juga bilang akan terus mencari informasi lebih dalam"
ucap argenta dengan tutur kata sopan,arsen mengangguk sebelum membiarkan ergenta pergi..
melihat kepergian sekretaris nya arsen menatap el dengan senyuman manis di wajahnya, arsen tak merasakan berat ataupun pegal meskipun sudah berdiri sambil membaca banyak kertas yang di pegang oleh sekertaris nya..
arsen sudah terbiasa membiarkan el dan kai tidur di gendongan nya,jika dia hanya menggendong salah satunya rumah akan bising karena tangisan mereka yang tak mau mengalah, arsen berjalan ke kamar khusus yang ada di ruangannya memberinya keduanya perlahan
arsen menatap kai, menyedihkan sekali bocah ini dia di buang oleh orang tuanya saat dia baru lahir,di panti asuhan tanpa tau apa itu keluarga,dan kasih sayang keluarga... bahkan saat ia mulai di asuh oleh seseorang, orang itu malah menjadikan anak tak berdosa ini untuk ikut berbohong bersamanya
arsen menjadi iba melihat kai,ia tak bisa memikirkan seberapa sedihnya dia di pantai asuhan, terkadang harus mengalah untuk anak lain yang lebih kecil darinya, arsen berfikir sejenak mungkin arsen bisa mengangkat anak itu setelah pernikahannya dengan el yang akan di adakan beberapa bulan lagi.. namun apakah el ingin menerimanya?
ditambah mereka juga akan memiliki anak, biarlah saat ini kai merasakan rasanya memiliki keluarga untuk sesaat, untuk masalah adopsi akan ia bicarakan dengan el
arsen pergi keluar dan duduk di kursi kebesarannya untuk kembali bekerja bersama layar dan kertas yang sudah menumpuk
selama beberapa jam arsen bisa mengerjakan pekerjaannya dengan fokus sampai akhirnya pintu kamar itu di buka menampilkan sosok el yang masih setengah tidur..
"halo baby.. bagaimana tidur mu?..merasa sesuatu yang tak nyaman atau semacamnya?"
arsen memutar kursinya ke arah el dan merentang tangan saat el semakin dekat,el duduk di pangkuan arsen dan menyandarkan kepalanya sebelum kembali mengusap matanya
"ingin tidur lagi hm?"tanya arsen melihat el yg terlihat masih sangat mengantuk
"apa kau gila?..aku bukan pangeran tidur,aku baru saja bangun"ucapan el yang baru bangun setelah tidur selama 4 jam lamanya
el terkekeh dan mengecup bibir manis sang kekasih karena merasa gemas sendiri
"om..kok om masih ngurusin tu bocah..dia beneran anak om?"ucap el tiba-tiba membuat arsen meraup wajah pria manis di pangkuannya
"dia bukan anak ku oke?..kamu percaya kan dengan ku?,dia bukan anak ku..aku dapat informasi baru..anak itu berasal dari sebuah panti asuhan.. wanita itu sangat niat mencari anak yang bahkan memiliki alergi yang sama dengan ku.."
el mendengarkan arsen sebelum menyentuh tangan sang dominan perlahan
"panti asuhan?.." suara el terdengar sangat lembut dan halus..el merasa iba dengan anak laki laki yang selalu ia anggap saingan padahal usia kai masih sangat muda
"yaa..aku tadi ingin bertanya apakah kau keberatan jika aku mengangkatnya menjadi anak kita setelah kita menikah hm?" pertanyaan arsen membuat el langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat
"aku tak marah..ku akui kai anak yang cukup kalem dan tak terlalu menyebalkan seperti anak anak kematian di depan gang rumah kita.."ucapan el blak blakan saat memberitahu arsen
jujur arsen harua menahan tawanya saat el mengatakan itu,ia tau el tak menyukai anak anak di dekat gang rumah kami karena pernah di kejar sambil membawa ulat oleh anak anak itu,el juga pernah bertengkar dengan anak kecil karena anak anak di sana sangat usil terhadap el
"tapi nanti om gak boleh pilih kasih sama el"ucapnya dengan cepat yang membuat dominan ini binggung
"maksudnya dengan anak anak nanti?" arsen mencoba memperjelas ucapan el, namun mendapatkan gelengan cepat
"sama el..om gak boleh lebih sayang kai atau baby di perut el..om harus lebih sayang samaa el"pria manis itu memanyunkan bibirnya setelah berbicara sedangkan arsen langsung tertawa geli melihat pria manis yang akan menjadi ibu dari anak anaknya
ayolah el akan menjadi istrinya nanti tak mungkin arsen menyamakannya dengan caranya menyayangi anak anak,tapi dapat di pastikan el akan memiliki kasih sayang lebih besar dan lebih spesial dari arsen
"tentu saja sayang..kamu akan menjadi istri ku setelah menikah dan akan jadi ibu dari keturunan ku nantinya,kamu tentu akan memiliki kasih sayang khusus dariku"
ucapan arsen membuat senyuman lebar di wajah el, sekarang si manis itu merasa salah tingkah sendiri karena ucapan sang calon suami padanya
arsen memberikan kecupan ringan di bibir marun el sebelum akhirnya kecupan singkat itu berubah menjadi lumatan.. keduanya asik bercumbu,lidah mereka beradu dan bertukar saliva
keduanya larut dalam lumatan manis itu hingga akhirnya arsen melepaskan pangutan keduanya menatap el yang pipinya kini sudah memerah,
arsen memeluk el dengan erat namun masih memastikan bahwa bayi di perut el tak mendapatkan tekanan kuat
tangan arsen menyelinap ke dalam baju el dan mengelus perut sang kekasih yang sudah mulai buncit karena kehidupan di dalam sana
"kamu home schooling aja mau?"tanya arsen khawatir sesuatu yang tak di inginkan terjadi pada el maupun calon bayinya..
"nggak ah nanti el gak bisa kemana-mana..di rumah terus bosen tau"jawab el karena ia tak suka jika nantinya dia hanya berdiam diri di mension megah milik arsen..
"tidak kamu tak akan bosan,saya janjji akan pulang cepat jika kamu setuju,kita juga bisa jalan jalan setiap hari libur kan?"
sang dominan terus membujuk si manis, meskipun terus di tolak arsen bersikeras untuk melakukan home schooling untuk menjaga kesehatan keduanya, mereka berdebat kecil namun akhirnya el setuju untuk home schooling namun dengan syarat ia akan di belikan coklat atau permen yang ia mau
KAMU SEDANG MEMBACA
my sweet kitten [END!!]‼️
Teen FictionSeorang pria muda yang bertemu dengan daddy daddy ricc
![my sweet kitten [END!!]‼️](https://img.wattpad.com/cover/358368129-64-k773406.jpg)