Hari yang ditunggu minji,sudah pun tiba,hari yang dimana minji bersekolah dan yang membuat minji gembira adalah dia masih bersekolah di sekolah lamanya
"oi minji!" jeritan haerin dari jauh membuat minji tersenyum
tapi tiba² saja raut wajah haerin berubah menjadi marah,sama juga seperti minji yang dimana raut wajahnya gembira menjadi takut
minji langsung berpatah balik dan melarikan diri dari haerin
"sini Lo anjir!"
Mereka berdua berkejaran sehingga menarik perhatian para² siswi
•
•
•
"hufh,capek kan lo,nih" air yang ditangan haerin langsung diambil oleh minji
"bisa aja lo bicara baik²,ini pake kejaran segala" haerin hanya tertawa
"udah 2 minggu gw gak lihat lo,gimana gak marah sih,telpon juga gak diangkat,kemana aja lo"
minji tersenyum,rupanya sahabatnya ini masih memperdulikannya
ini kesempatan minji untuk meminta tolong kepada sahabatnya..,hanya cara ini.
"Lo pasti gak percaya apa yang gw mau katain,tapi ini Lo harus percaya,gw..,gw diculik" haerin menatap minji tidak percaya
tetapi dia harus tetap percaya karna sahabatnya itu jujur,tidak pernah ada kata bohong
"lo lagi gak buat lucu kan?" masih tidak ada rasa percaya
"sejak kapan gw bohong rin,ini serius,lihat ini" minji menunjukkan bekas lebam di lehernya
haerin sudah percaya,dia rasanya mau menangis,apa dosa yang telah dibuat oleh sahabatnya
"itu yang diatas masih ada!"
"bang jangan teriak napa,nanti pak kumis datang loh" suara itu sepertinya suara yang mereka sangat kenali
haerin dapat melihat dimana adanya bae dan jake yang sedang memanjat pohon hanya untuk mencuri beberapa manga
"minji..,ayo kita lupakan masalah ini seketika,gimana kalo kita usik mereka sedikit" melihat senyuman ngeri dari haerin membuat minji tersenyum menurut
"woi kampret,jangan yang itu" bisik Jake melihat Bae mengambil manga yang busuk
"ya maaf bang,ha ini udah cukup kan?" Bae melihatkan manga yang cukup banyak membuat Jake tersenyum senang
"pak kumis!"
"astaghfirullah!"
"bang,lo muslim?"
"gw kristen ya,enak aja lo mau gantiin agama gw"
"ha ngapain Lo berdua" mereka berdua yang mendengar pertanyaan dari haerin,langsung bergegas untuk menyorokkan manga² yang berhasil mereka ambil
"gak ngapa-ngapain,kami hanya melihat keindahan pokok ini" ucap Jake lalu mendapat cubitan dari Bae
"kami hanya lalu lalang disini" jelas Bae
"wah lalu lalang terus tibanya terbang di atas pohon,amazing" haerin lalu menepuk tangan seakan bangga
"yaelah taik,Lo pikir kita gak lihat apa" ucap minji,Bae dan Jake menunduk seperti orang tertangkap basah
"bagi² lah manganya" ini yang mereka harus sembunyikan,kalau gak ini hasilnya,harus berbagi..,apalagi harus berbagi sama orang yang namanya haerin!
"taik,Lo kalo mintak dua tiga biji okelah,tapi sampe mintak 5 biji,kami mau mamam apa anj"
"Lo barusan maki gw?"
"ya ambil nih" Bae memberi 2 biji mangga,dapat melihat kalau muka haerin melongo tidak percaya
"bersyukur kek,kita aja susah payah mau dapetin"
sedang mereka makan,mereka berempat terdengar suara tapak kaki seseorang,bukan..,bukan seseorang
Mereka mendengar lebih dari seorang
"ya lo gak usah mau prank²,lo pikir kami takut,keluar sini lo maju" Jake dengan berani berjalan ke hadapan untuk melihat siapa yang beraninya mengganggu mereka
mereka hanya menunggu siapa yang akan mereka lihat..
setelah 1 menit mereka menunggu,mereka dapat melihat Jake berlari ke arah mereka dengan wajahnya yang sedikit luka dan berantakan
"bangun,tunggu apa lagi!,bangun!" jeritan Jake membuat mereka tertanya
"bilang dulu,Lo kenapa sampe begini!?" khawatir bae lalu mendengar suara yang minji kenali
"sayang.." minji terdiam kaku,wajahnya pucat mengeluarkan peluh
"jangan bilang.." haerin memandang ke arah minji dengan rasa khawatir
"i-iya,itu dia" minji menangis
"kenapa Lo gak bilang dia wanita kocak!!"
haerin lalu menarik minji dan mereka berempat melarikan diri,menjauh dari wanita gila itu
hanni hanya tertawa dari jauh,tidak disangka rupanya minji hanya diuji
"wah aku tidak menyangka,ku kira dia akan diam dan tidak berani berkata setelah aku menyiksanya.." hanni masih tertawa,ada rasa amarah di dalam hatinya
"hmm ku pikir dia bodoh,rupanya dia lagi pintar dari yang kupikir,apa gak cukup ya siksaan yang aku bagi"
"tunggu apa lagi?,cari mereka semua sampai dapat" ucapan hanni membuat semua bawahan hanni menurut
"minji...minji..,ku pikir kamu tidak akan berani,setelah kamu pulang pasti akan ada hadiah menantimuu.."
maaf,baru bisa log in ni akun..
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sugar Mommy
RomanceKim minji hanya seorang pelajar yang tinggal berseorangan di apartmentnya,dan dia juga memerlukan uang untuk membayar hutangnya dan uang keperluannya sampai masa tiba,dia bertemu dengan seseorang yang datang untuk menolongnya dengan syarat,minji har...
