75 - Menopause?

423 42 20
                                        

.

.

"Aku berharap bisa melahirkan sebanyak mungkin keturunan Yunan Lham."

.

.

***

"Darah Isti --apa?" Erika bertanya dengan tampang separuh bengong.

"Istihadhoh, Bu," jawab Arisa tersenyum. Mungkin sebaiknya tadi dia jelaskan dulu apa itu darah istihadhoh. Tapi kalau dijelaskan segala, takutnya disangka dirinya memandang rendah pengetahuan agama Erika. Serba salah.

"AH!!" jerit Erika tiba-tiba dengan kedua telapak tangannya saling bertepuk, membuat Arisa kaget.

"Istihadhoh! Ya ya! Darah di luar masa haid, 'kan?? Ibu cuman lupa aja sama istilahnya, " kata Erika dengan mimik girang.

"Iya benar, Bu," sahut Arisa nampak lega. Memang katanya Erika selepas wafatnya Yoga jadi lebih rajin hadir majelis. Dan pastinya di kajian fikih wanita, diajari tentang darah istihadhoh.

"Maaf otak Ibu lagi nge-hang," jelas Erika sebelum tertawa. Arisa tersenyum maklum. Namanya juga mertua ajaib.

"Dulu waktu zamannya Ibu masih ngantor, pernah ngalamin istihadhoh sekali. Terus, belakangan lumayan sering munculnya. Bisa dua bulan atau tiga bulan sekali," tutur Erika.

"Oh ya? Kayak gimana, Bu? Banyak gak keluarnya?" Arisa bertanya antusias.

"Gak terlalu, sih. Kayak flek-flek gitu."

"Ooh ... ," gumam Arisa sebelum matanya mendelik lantaran teringat sesuatu. "Bu, maaf. Aku boleh tanya?"

"Ya? Tanya aja," jawab Erika santai.

"Ibu masih ... datang bulan?" tanya Arisa hati-hati.

Yang ditanya manggut-manggut. "Iya masih. Tapi ya itu. Suka keluar darah istihadhoh, kadang dalam sebulan cuma seminggu yang bebas fleknya. Karena udah pernah denger di majelis, jadi paham kalau tetap harus sholat, 'kan? Karena itu sebenarnya bukan haid. Dulu waktu belum ngerti, Ibu gak sholat pas keluar istihadhoh. Ebentar. Berarti yang dulu itu dihitung utang sholat, ya? Haduh," Erika istigfar komat-kamit dengan wajah meringis.

Arisa terkikik pelan. Masya Allah. Artinya, ibu mertuanya yang usianya sudah lima puluh enam tahun ini, belum menopause? Sungguh ajaib, seajaib orangnya.

"Katanya kalau mau dekat menopause, memang gitu sih. Disangka masa haidnya jadi memanjang, padahal bukan darah haid. Terus nanti pelan-pelan bakal berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali. Itu juga kata teman-teman Ibu yang sudah menopause duluan."

Arisa mengangguk dengan pikiran sibuk di otaknya.

"Kamu pasti heran ya, kenapa Ibu belum menopause di umur segini?" tanya Erika nyengir.

"He he. Enggak kok, Bu. Ada juga yang baru menopause di usia kepala enam," sahut Arisa tersenyum. Ada, tapi jarang. Umumnya wanita menopause di rentang usia 50-55 tahun.

"Ibu soalnya emang lemot. Dulu aja waktu SMP, semua teman-teman Ibu sudah pada datang bulan, sementara Ibu belum. Akhirnya pas acara kelulusan, baru deh keluar haid pertama kali. Tiap ada gosip santer di sekolah, Ibu biasanya jadi yang paling terakhir tahu. Jadi mungkin pengaruh, ya. Sekarang menopause Ibu juga ikutan lemot," papar Erika sambil menyentuh pipi kanannya.

Arisa menahan tawa. Ini Ibunya siapa sih? Seandainya Yunan diaku anak kandung Erika, Arisa tak akan percaya. Tapi Raesha yang notabene anak kandung Erika, sebenarnya gak mirip-mirip amat kelakuannya dengan Erika. Kalau wajah sih mirip. Sepertinya karakter Raesha lebih banyak menurun dari almarhum ayahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANXI EXTENDED 2 (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang