Life After Break Up

79 29 10
                                        

***

   Bel berbunyi, pertanda waktu istirahat tiba. Para siswa SMA Darma Prawira berhamburan keluar dari pintu kelas mereka. Beberapa dari mereka langsung menuju ke kantin dan ada juga yang berjalan santai menuju taman sekolah.

  "Ohh wowww, seorang Meysha Gloretta? Galau? Hahahaa!" sorak Jessy dengan nada menyindir.

   "Ahh diem lo, jes!" balas Meysha kesal

  "Ayolah, Mey. Mau sampai kapan lo kaya gini?" Kesal Fara, karena sudah dua hari setelah putus dengan Arsen, Meysha jadi kurang ceria. Beda dengan hari hari sebelumnya.

  "Ga ah, lo berdua aja. Lagi males gue." ujarnya yang tengah duduk di bangkunya dengan kepala menunduk dimeja berbantalkan tangannya.

  "Dih? Sejak kapan lo jadi alay gini? Segala nolak makanan"

  "Ga mood gue!"

  "Ck, drama banget ni anak."sindir Fara tajam.

   "Masa lo selemah ini si? Putus dari hubungan toxic itu harusnya bikin lo seneng, Mey. Bukan malah galau gini!" ujar Jessy menambahkan.

  Energi Meysha benar-benar sudah seperti disedot habis. Bahkan diajak untuk kekantin aja dia tidak mau. Tak memiliki gairah hidup, seperti orang yang stuck di satu momen menyedihkan tanpa memiliki niat mencari pintu keluar.

  Sudahlah, itu bukan masalah besar. Hanya saja, Meysha itu anak yang sediit dramatis. Oh tidak, sangat dramatis.

  "Udahlah cintahh, masih banyak cowok diluar sana. Kalo ngga ka Areza aja, dia tuh yaa beuhhh paket komplit dah." hibur Fara.

  "Bener, mana cakep, cool, pinter, kapten volly lagi. Sama dia aja udah" Jessy ikut menimpali omongan Fara.

  "Gue baru putus anjir, segala ditawarin es kutub. Yang bener aja, lo!" Meysha mengangkat kepalanya dan menatap malas kedua sahabatnya itu.

   "Ya seengganya dia jauh lebih pas buat lo, ketimbang si Arsen yang jadiin lo sasak tinju" ujar Jessy dengan nada menyindir. Fara tersenyum namun menepuk lengan Jessy.

  "Apa? Bener kan, lo juga pasti ngerasa gitu kan, Mey? Lo cuma dibutakan cinta lo doang, makanya lo ga lihat kelakuan dia ke elo gimana. Bener kan, gue?"omelnya panjang lebar karena mungkin sudah benar-benar muak. Seolah mengeluarkan semua unek-unek yang disimpannya selama sahabtnya Meysha pacaran dengan pria kasar itu.

  "Iya gue tau, nyet. Tapi gue juga bingung kenapa energy gue kaya kesedot habis. Inces tuh jadi lemah lesu sekarang." Ujar Meysha dengan super lebay.

  "Nah itu tuh, mulai kan. Lo tuh harusnya gini, jangan kaya anak kecil ga dibeliin balon." balas Jessy kesal dengan ke Alay-an Meysha kali ini.

  "Iya iya deh, udahlah ayok. Disemprot mulu gue! " ujar Meysha lalu bangkit dari duduknya.

  "Nah, gitu dong dari tadi. Cewe secantik ini, galauin cowo toxic? Iyuuhhh!" ujar Fara dengan gaya alay nya.

  Sebenarnya kelakuan mereka engga jauh berbeda. Sama-sama heboh, sama-sama alay juga. Cuma bedanya, kali ini perkara cowok.
 
  Padahal Meysha itu cukup populer di sekolahnya. Jadi tidak heran banyak cowok disekolah yang naksir dia. Bahkan dari sekolah lain pun ga sedikit yang menyukainya.
 
  Bahkan karena kepopuleran dirinya, banyak siswi sekolah yang iri dan benci pada Meysha. Karena satu dan lain hal membuat mereka sering berbicara buruk tentang Meysha.

Rules vs ChaosTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang