CUPLIKAN NOVEL NEW VERSI

71 4 2
                                        


PROLOG

Kepalaku terasa terus berdenyut, begitu menyakitkan. Aku mencoba membuka mata. Dalam pandanganku yang tampak kabur, aku tahu jika aku berada di sebuah kamar mewah. Aku memukul-mukul kepalaku yang terasa berputar-putar. Kembali menutup mata, aku mencoba mengingat apa yang sudah terjadi.

Bau harum tertangkap oleh hidungku, setahuku aku tak pernah membeli pewangi ruangan seperti ini. Seketika, aku sadar jika ini bukanlah kamarku. Aku membuka mata lagi, memperhatikan sekitar. Di mana aku? Sontak, aku langsung mengangkat kepalaku, denyut itu kembali terasa. Aku pun kembali terbaring dan merebahkan kepalaku ke atas bantal. Apa yang terjadi padaku?

"Ingat! Ayo ingat!" seruku sembari memukul-mukul kepalaku. Aku terdiam. Kuingat suara musik yang keras, bau alcohol, dan lampu yang gemerlapan. Aku tahu di mana terakhir kali aku berada.

Hantaman rasa khawatir langsung membuatku mengangkat tubuh untuk duduk. Aku menurunkan pandanganku ke arah selimut. Aku membukanya. Tubuhku telanjang bulat! Kutarik kembali selimutku dan kupegang erat. Dengan panik, kuedarkan pandangan begitu cepat, menyadari bahwa aku ada di dalam kamar hotel. Ruangan luas yang terkesan glamor ini dihiasi wallpaper dengan motif garis-garis. Saat aku menoleh ke kiriku, aku terkesiap karena mendapati dinding cermin yang begitu besar. Aku memperhatikan penampilanku. Rambutku yang panjang sebahu terlihat kusut.

"Persetan dengan itu semua! Segera Eksekusi lahannya. Aku tidak mau tahu, lusa bangunan di atasnya sudah rata dengan tanah. Aku tidak bisa menunggu lagi!" teriakan itu membuat aku terkejut.

Tengkukku terasa dialiri hawa dingin. Siapa dia? Aku baru tersadar kalau keadaan bagian sisi ranjang yang kosong di sampingku ini sangat kacau. Bantal putih berserakan dan hampir jatuh ke lantai. Seprai putihnya juga terlihat berantakan.

Jantungku langsung berdegup kencang, ada seseorang yang tidur di sampingku. Aku gemetaran. Memejamkan mata sejenak, aku berharap bahwa ini hanyalah mimpi. Tidak mungkinkan aku tidur dengan seseorang?

"Aku bosnya dan aku tidak bisa dibantah. Ganti semua orang yang tidak becus!" suara penuh intimidasi itu kembali terdengar begitu nyata di telingaku.

Kurapatkan selimut, menarik kedua lututku dan segera memeluknya. Aku menunduk menenggelamkan wajahku ke selimut. Kepalaku makin terasa nyeri. Langkah kaki terdengar mendekat, aku segera mengangkat wajahku dan menatap pintu kaca yang bergeser. Sosok itu muncul dengan tiba-tiba. Mataku membelalak, mulutku terasa begitu kering. Dia ada di sana, berdiri dengan tatapan yang angkuh. Aku menelan ludah untuk pertama kalinya. Mata itu menghujam dingin saat mengarah padaku.

"Sudah bangun?" Suaranya terdengar begitu sinis.

Aku masih belum bisa berkutik saat pria yang bertelanjang dada itu mendekatiku. Aku mencoba mengingat siapa dirinya. Saat kuperhatikan, aku mendapati ada tato di lengannya, ukiran huruf yang tak terbaca. Pipiku terasa panas saat dia berdiri tepat di samping tempat tidur. Dia punya tubuh yang tinggi, tegap, dan berotot. Aku tak mengingat siapa dirinya. Apa yang dia sudah lakukan padaku? Apa yang terjadi?!

Kutelan ludahku sekali lagi, aku masih tidak bisa bereaksi. Rasa takut dan kepanikanku membuatku tak mengerti harus berbuat apa. Aku masih mencoba mengingat segalanya. Aku tidak siap untuk kemungkinan terburuk. Tadi malam, aku ada di llligas bersama dua sahabatku. Lalu, aku minum. Ya, terlalu banyak screwdriver yang aku tenggak sehingga aku mabuk berat. Tapi aku masih belum mengerti keterkaitan pria ini. Kali ini, aku melihat pria itu mengambil kaus yang tergeletak di sofa dan memakainya. Mataku masih mengikuti pergerakannya.

Dia menoleh ke arahku dan aku masih tak bisa berkutik. "Aku memberikanmu nilai C untuk tadi malam," ujarnya dengan enteng. "Kukira wanita liar sepertimu sudah berpengalaman, nyatanya tidak."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BEAUTIFUL MISTAKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang