Happy Reading Friend 🎀
Semua siswa-siswi, menatap tak percaya ke arah wajah kepala sekolah mereka. Kabar ini, seperti hal gila yang tak pernah terbayangkan sama sekali, dalam pikiran mereka semua sejak lama. Bisik-bisik mulai terdengar, seolah memberikan pendapatnya masing-masing, mengenai masalah ini.
"Kaila meninggal!? Serius!? Siapa pembunuhnya anjir!? Gila!"
"Siapa, sih pembunuhnya!? Berani banget, sih, dia. Kaila anak pemilik perusahaan terkaya nomor 5 itu, 'kan!?"
"Iya! Katanya, sih, Kaila emang di bunuh. Gila, sih, ini pembunuhnya."
"K-kaila m-meninggal? Patah hati gue anjir, dia orang yang gue suka!"
"Tapi, syukur deh kalo dia emang beneran mati. Gue sering di bully sama dia! Makasih banget gue sama Tuhan ini!"
Bisikan mereka benar-benar hampir memenuhi lapangan itu, kepala sekolah hanya terdiam, menatap kosong ke arah murid-muridnya.
"Dan... Karena berita ini, saya akan memutuskan bahwa, pertukaran kelas akan terjadi." Semua siswa-siswi melongo karena mendengar tuturan kepala sekolah itu dengan tegas, tadinya nada sedih, seolah terlupakan dalam jangka waktu singkat.
"Dimana kalian semua akan meninggalkan kelasnya masing-masing. Lalu, bertukar dengan kelas lainnya. Contohnya, kakak kelas kalian, akan ikut belajar bersama kalian. Kebijakan ini, saya akan laksanakan, setiap hari Kamis. Dan berlaku, mulai detik ini juga!" Tegasnya dengan lantang, ia turun dari lapangan dengan sebuah senyuman aneh yang terlihat jelas oleh Kara.
"Jadi, kalian harus bisa menjaga diri. Saya dan pihak kepolisian, akan mencoba menangani, dan menangkap pelaku secepat mungkin. Itu saja, terimakasih."
Kara, gadis itu merasa aneh dengan senyuman kepala sekolah itu secara tiba-tiba. Bukannya, tadi kepala sekolah itu bersikap sedih, tetapi sekarang? Ia malah tersenyum aneh seperti orang gila.
Seorang guru menyentuh mic, lalu berkata, "anak-anak, saya sudah tempelkan di mading sekolah kita. Nama-nama yang sudah saya cantumkan di mading, akan mengalami pertukaran kelas. Silahkan membaca namanya masing-masing, saya akan berikan waktu 30 menit. Jika lebih, maka kalian, akan saya keluarkan dari kelas itu sampai mata pelajaran jam pertama selesai." Nadanya memerintah, para siswa-siswi mulai bergidik ngeri mendengar ucapan Bu Likyana.
Semua siswa-siswi berlomba-lomba untuk membaca mading sekolah, dan ya, benar. Beberapa dari mereka akan mengalami pertukaran kelas. Hal itu sontak membuat beberapa siswa-siswi lainnya kecewa akan peraturan baru itu, dan juga, ada yang mulai kegirangan karena dapat bertemu dengan kakak kelas mereka.
"Ya!! Gue ga ketemu deh sama Lily! Males ah! Hari ini bolos deh!"
"Kenapa, sih!? Harus ada pertukaran kelas ini!? Jadinya gue ga bisa ketemu sama crush gue lagi, deh!"
"Yey! Gue bisa ketemu kakak kelas yang sangat baik hati itu!"
"Iya woi! Gue sayang banget sama kakel itu, dia baik banget ga, sih, sama kita?"
"Iya, dia baik banget. Gue malah suka kalo kayak begini!"
"Nambah ilmu pengetahuan baru deh!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Mystro {On Going-Revisi}
Teen FictionKanara Amerra Queensha berhasil menghadapi takdir gilanya. Di saat dia baru saja memasuki sekolah barunya, lingkungan barunya, banyak hal janggal, di tambah lagi. Itu pertama kalinya dirinya menginjakkan kaki, sebagai anak SMA. Bermula pertemuan ter...