Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepertinya Allah masih menginginkan Ayesha untuk hidup lebih lama, Fa'am berhasil meraih kembali kedua tangan Ayesha, dan menariknya menjauh dari pinggir gedung. "Kamu jangan seperti ini, Caa. Kalau ada masalah cerita! enggak gini cara kamu melampiaskan nya." Ujar Fa'am.
"Lu gak tau apa apa tentang hidup gue, lu gak tau hal apa yang baru saja gue alami, lu gak tau rasanya jadi gue!." Histeris Ayesha.
"Iya aku tau, ini mungkin berat buat kamu. Tapi kamu masih punya aku buat tempat cerita, berbagi keluh kesah, aku bakal dengerin semua cerita kamu, asal kamu gak nekat begini, Caa." Ujar Fa'am.
Ayesha terduduk lemas di lantai, ia menangis sejadi-jadinya.
Fa'am yang merasa iba pun menarik Ayesha kedalam pelukannya. "Kamu ada masalah apa? cerita ke aku, pasti aku dengerin kok." Ucap Fa'am dengan lembut.
Ayesha masih belum bisa memberhentikan isak tangis nya, ia masih menangis sesenggukan.
"Udah tenangin dulu diri kamu, baru nanti cerita." Fa'am membopong tubuh Ayesha pergi dari sana.
***
Aila kini telah sampai dan hendak turun dari dalam mobil, namun tiba-tiba ada notifikasi di handphone nya yang mengalihkan perhatian nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa?." Tanya alvin kepada istrinya.
"Eca udah On the way pulang diantar Fa'am, sekarang dia sudah aman." Jawab Aila.
"Jadi ini gimana?." Tanya alvin kembali.
"Ayo kita susul kerumah Eca mas."
Tanpa berlama-lama lagi mereka melaju kerumah Ayesha.
***
Sesampainya dirumah Ayesha, Fa'am mendudukkan nya di sofa ruang tamu milik gadis itu. Fa'am pun mengambilkan segelas air putih untuk menenangkan Ayesha.