happy reading
"Menyusuri jalan dengan damai,tenang,tentram dan senang itu susah" gumam nya
aca terus berjalan menikmati udara udara pohon pohon rindang dan sesekali tersenyum kepada orang sekitar nya yg sama sama berjalan jugaa
setelah hampir 15 menit berjalan aca sampai dirumah dan membuka pintu rumah
ceklekk....
"zoyaaaa...." panggil acaa
tapi tidak ada yang menjawab nyaa,
aca masuk kerumah dengan penuh tanya, kemana semua orang dirumah ini pergi, "apa mama sama yuk yira ke pasar kali ya nyari bahan makanan" tanya nyaa
"yaudah deh aku langsung ke kamar aja, cape banget udahan"
aca berjalan menuju kamar nya karna ia sudah letih,sampai dikamar aca bersih bersih ganti baju dan menulis nulis di buku diary nyaa
Biruuuu......
Apa ini benar benar cinta pada seseorang? apa cinta ini tidak salah? karna yg aku dengar dia sudah memiliki pacar, apa ini hanya kagum sesaat? hati ini rasa aneh sejak kali pertama melihat dia,dia lebih dari kata sempurna, aku tau ini terlalu kecil atau bisa di bilang cinta anak anak,usia ku saja baru 14 tahun apa iya cinta ini benar2 cintaa, aku tidak tahu rasa nya aneh sekalii...
kurang lebih begitulah isi diary aca hari inii....
aca membalikan tubuhnya dan melentangkan tubuhnya dikasur itu, pikirannya selalu mengingat kejadian dikantin itu karna itu mustahil terjadi tapi terjadi juga apalagi setelah mendengar bahwa dia akan kembali ke kelas lamanya dan itu sekelas dengan acaa,
"bagaimana nasip aku? kalo dia benar benar memutuskan pindah dan sejurusan dengan ku? apa rasa ini hilang karna ini hanya kagum sesaat atau malah tambah tidak bisa hilang" gumam nya
"tapi aku yakin semesta selalu punya cara untuk takdir setiap manusia so aku harus tenang,terlihat biasa saja agar semuanya baik baik saja"
azan jum'at sudah berkumandang dan masjid masjid mulai khotbah jum'at
aca memutuskan untk mengambil wudhu dan sholat dzuhur dulu sebelum ia tidur,karna kalo sudah tidur bisa bisa jam 3 baru sholat dzuhur...
●●●
"aman rasanya sudah sholat,aku bisa leha leha tidur puas" gumamnya tersenyum dihadapan kacaa
tiba tiba aca mendengar suara orang membuka pintuu
ceklekk....
aca yg mendengar itu langsung keluar kamar dan menoleh kebawah siapa itu
ternyata itu mama nya dan yuk yira
benar dugaan aca mereka balik dari pasar
aca pun memanggil mama nya itu dari atas tangga "mama!!!" panggil acaa
nandira yg menoleh kaget karna ini baru pukul 10.20 tapi aca sudah dirumah
"kamu kenapa dek?kok udah pulang? apa sakit? tanya nandira mendekat ke acaa
"eh..engga ma,tadi guru guru meeting jadi kami pulang cepat mah..." jawab acaaa
"huhh... mama kaget banget kirain kamu sakitt caaa" ucap nandira panik "yaudah mama taro ini dulu di lemari es yaaa"
aca mengikuti mamanya dan membantu membawa bahan makanan ke dapur
"ma... ini taro sini kan yaa? tanya aca
"iya sayang, taro situ aja nanti mama yg susun dikulkas"
"oh oke mah, aca kekamar yayuk yaa"
aca berjalan dan masuk kekamar yayuk nya, disitu sudah terlihat zoya tidak tidur
"zoyaaa! kamu dari manaa" pekik nya
"dek suara kamu itu loh" ucap yira menutup telinga
"sini sini gendong, kita main diluar yok" aca menggendong dan keluar dari kamar itu
aca mengajak zoya keteras dan berkeliling keling komplek ditengah terik matahari yang panas
"haduh anak itu kemna ya!" ucap yira panik mencari anak nya yg dibawa jalan jalan ditengah matahari panas
aca berjalan dan tiba tibaa
tinnnn...tinn!!!!!
"heh kamu mau kemana panas panas begini" ucap ardzan
ya itu kak ardzan
"ayok pulang nanti yuk yira ngamuk mampus kamu dek!"
"yaudah ayok deh, baru juga sebentar" ucap nya lesu "naik ya kak"
sudah hampir sampai dirumah mereka melihat yuk yira di depan pagar melihat kiri kanan
"acaaa!" pekik nya
"apasih yuk jalan bentar ini doang" ucap aca turun dari motor
"iya sebentar tapi tu ini panas nanti zoya demam!" tegur nya
"iya deh iya maaf"
"yaudah sini zoya nya ditidurin dulu kamu duluan ya bantu mama"
"iya yuk"
aca ardzan dan yira memasuki rumah nyaa
ardzan dan yira memasuki kamar masing masing sementara aca membantu mama nya masak untuk makan siang dan malam
"kamu dari mana dek? panas panas gini bawa zoyaa" tanya nandira menyorot mata aca
"ga dari mana mana ma, dari depan lorong itu aja terus ketemu kak ardzan terus pulang"
"yayuk mu bingung tadi mau nyari kamu kemana"
"hehehe....ma mama mau di bantuin apa?" tanya aca
"kamu ngupas kulit bawang terus iris cabai juga ya mama mau bersihin ikan ayam daging"
"iya ma, aman"
aca mengupas kulit bawang mengiris cabai dan memetik sayur kangkung sembari menunggu nandira membersihkan belanjaan nya tadi
"dek" panggil ardzan
aca menoleh "apa kak?"
"abis jum'atan temenin kakak mau?"
"kemana kak?" tanya aca memutar tubuh nya dan berhadapan dengan ardzan
"mau fotocopy tugas kantor kakak, mau ya.."
"oke, aku bilang dulu sama mama" jawab aca
"emang mama dimana? tanya ardzan
"ada, itu lagi bersihin ayam"
"owh okee.." ardzan berjalan kearah wastafel tempat nandiri membersihkan belanjaannya
"mama!" panggil ardzan
"ardzan! kaget mama ih"
"hehehe ma adzan jum'atan dulu yaa.. abis jum'atan ardzan mau keluar sama aca" ucap ardzan mencium tangan nandira
"mau kemana? panas panas begini bukannya istirahat aja dirumah"
"mau fotocopy tugas kantor ma"
"owh yaudah kamu jum'atan dulu sana abis jum'atan kita makan siang abis itu terserah kamu mau ngapain" ucap nandira "hati hati di jalan ya kak jangan ngebut ngebut"
"aman maa" ucap ardzan melambaikan tangan nya
"caa! kakak udah izin ke mama kata mama boleh abis jum'atan ya" ucap ardzan meyakinkan aca
"iyaa udah sana berangkat nanti kak ardzan telat"
"owh okee pergi dulu yaa assalamualaikum" ucap ardzan sembari menutup pintu
"waalaikumussalam" balas acaa tersenyum melihat tingkah laku kakak nya itu
"maa, ini udah aca taro sini ya aca mau kekamar" ucap aca menunjuk meja makan
"iyaa dek"
aca berjalan menaiki anak tangga satu persatu dan memasuki kamar nyaa
aca merebahkan tubuh nya dikasur empuk itu sembari mengingat ingat ada PR atau tidak
jangan lupa vote coment and follow💕
YOU ARE READING
Dia Awan
Historical Fictionmenceritakan tentang seorang gadis yang bernama acaa,yang menyukai seseorang hingga akhirnya berlabuh pada keasingan
