*****
Cashel terus tersenyum sambil menggandeng lengan Ervin, mereka berdua sedang berada di sebuah mall.
"Bahagia banget kamu hey!"
Cashel menoleh dan tersenyum makin lebar, "Seneng banget aku, Kak. Berasa situasi semuanya udah berangsur membaik. Mama yang udah sama aku lagi, Barra yang udah membaik dan hubungannya sama Kak Farez yang makin harmonis. Sakti sama Kris mau pindah ke rumah mereka sendiri, terus rencana Dareen sama Yuwa."
Ervin ikut tersenyum lalu menangkup kepala Cashel pelan, "Kamu sendiri gimana?"
"Huh?" Gumam Cashel bingung.
"Kamu nggak mau nyusul Barra sama Kris?"
Sontak Cashel terdiam, wajahnya memerah sejadinya. Ia berusaha memalingkan wajah ke arah lain, "Nanti dulu ah, masih banyak yang m byusti disiapin."
"Apa lagi? Kan udah ada," goda Ervin.
Cashel pun lanjut berjalan dan menoleh, berniat ikut menggoda tunangannya itu, "Ya aku kan mau mobil, mau motor, mau rumah baru juga, terus tiap Minggu musti shopping. Kamu punya apa??"
Ervin mendelik, "Loh kamu ngeremehin aku? Kamu mau itu semua? Oke ayo ke showroom sekarang!" Ajaknya lalu menggandeng lengan Cashel.
Mata Cashel membelalak, "Kak yang bener aja kamu! Hehhh!! Aku bercanda!" Paniknya berusaha menahan lengan Ervin.
"Tapi aku nggak loh!"
"Kak!!" Panggil Cashel.
Ervin menghentikan langkah dan menatap Cashel serius, "Dengerin aku Shel!"
Tak pelak Cashel ikut menatap serius.
"Nyampe sana, kamu pilih yang kamu suka. Terus kita ambil satu..."
Cashel masih menatap Ervin yang berbicara dengan wajah seriusnya.
"Habis itu... Kita lari bareng....."
Tak pelak Cashel terdiam, sebelum detik selanjutnya terbahak dan memukuli pundak Ervin, "Bisa-bisanya kamu malah ngajakin aku ngerampok!! Hahahahaha!!"
"Aduh!!" Pekik Ervin yang ikut tertawa. "Bagus kan, criminal couple..."
Cashel semakin terbahak, keduanya masih terus berjalan sambil saling melempar candaan. Sampai langkah keduanya terhenti, Cashel terdiam menatap siapa yang berada di depannya.
"Martin...." Lirihnya.
Ervin langsung menatap memicing, namun matanya beralih pada seorang pria yang berdiri tidak jauh dari orang yang sangat dibencinya itu.
"Shel..."
Cashel sedikit tercenung ketika melihat senyum tipis yang diberikan oleh Martin, ia menoleh pada Ervin yang juga menatapnya bingung, lalu kembali mengarahkan pandang ke arah Martin.
Sedetik kemudian, Cashel semakin terdiam ketika Martin mengulurkan tangannya dan mengajaknya untuk bersalaman.
"Apa?" Lirih Cashel.
"Gue minta maaf ya Shel..."
Cashel tertegun sejadinya, awalnya ia menatap curiga. Namun setelahnya ia sangat bisa melihat ketulusan di wajah laki-laki yang pernah menjadi musuhnya itu.
Martin menarik tangannya dan tersenyum ketika melihat keterdiaman Cashel, ia sangat memahami bagaimana perasaan Cashel. "Gue ngerti banget gimana pemikiran lu ke gue sekarang, nggak papa karena gue emang udah terlalu sering nyakitin lu juga Kak Ervin..."
Martin menatap ke arah Ervin, "Gue juga minta maaf ke lu ya kak, gue belum dapet kesempatan buat minta maaf yang bener ke lu, juga sama nyokap lu. Gue udah adu domba kalian bertiga, bikin kalian bertiga sempet saling bertengkar. Gue menyadari selama ini jahat banget. Mulai dari manfaatin lu, manfaatin nyokap lu, terus ngefitnah Cashel. Gue bener-bener minta maaf."
KAMU SEDANG MEMBACA
mystory
Roman d'amourMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...
