HAL BIASA

60 3 0
                                        

Suasana ramainya kelas, berbagai kegiatan terjadi, entah itu makan dan minum, bermain permainan ataupun bergosip ria. Mereka bilang ini adalah 'jam kosong yang menyenangkan'.

Diantara kerumunan murid yang sibuk dengan dunianya sendiri, lelaki berkacamata duduk di bangku barisan belakang dekat jendela, dengan pakaian sedikit berantakan-baju dikeluarkan-ia tertidur sembari menyumpal kedua telinganya dengan alat pendengar musik-earphone nirkabel. Memutar lagu 'Upside Down Kiss' dari TXT.

Tepat di sebelahnya, Wira-lelaki berwajah tampan dengan tingkah menyebalkan itu mengeluh bosan.
"duh bosen banget nih gue, pada sibuk main HP"
Setelah mengeluh, ia menoleh pada teman sebangkunya-Rega-dan tersenyum mencurigakan.

Entah ide apa yang muncul di kepalanya, Wira mulai menggerakkan tangannya ke arah pinggang Rega, memeluknya dengan perasaan hati-hati, setelah itu ia menaikkan letak tangannya ke area dada, dan secara tiba-tiba mencubit dada Rega,

"AH!"

Teriak Rega karena perlakuan Wira, seluruh teman kelas pun menoleh dan melihat kegiatan dua sejoli itu, dengan tatapan seakan berkata 'hadeuhh.. mulai lagii' mereka melanjutkan kegiatan yg tertunda seakan hal itu sudah biasa terjadi.

Melihat itu, Rega pun menolehkan kepalanya pelan dan melihat wajah Wira dengan tatapan kesal,

'apa-apaan? ga sopan! terlalu dekat!!'.

Mencoba melepas dekapan Wira yang ternyata sulit sekali terlepas,

"teriakan lu lucu" Ujar Wira merespon teriakan Rega,

dengan tatapan yang semakin tajam-terkesan lucu-Rega menyahut,

"Maksud lu? lepasin ah!",

Namun nihil, gelengen sok imut ia dapatkan dari Wira sembari berucap,

"Gamauu~, lagi enak",

Mendengar perkataan itu, wajah Rega memerah entah karena kesal atau malu-mungkin keduanya. Ia pun memilih pasrah dengan tingkah absurd temannya itu.

-Kegiatan itu masih berlanjut diselingi dengan suara aneh. Pakaian yang mulai berantakan, kepala yang tertunduk pada meja dan badan yang sedikit gemetar, Rega melenguh pelan, posisi tangan Wira yang langsung menyentuh kulitnya itu terasa sedikit aneh dan menggelitik, Rega takut merasa 'enak' jika hal ini terus berlanjut,

"Wir-hhh udah ahhh",

Tentunya mendapat gelengan dari Wira,
"Hah? Desah lagi dong, suara lu enak" ucapnya, dengan nada yang terdengar menyebalkan, pergerakan jari Wira pada putingnya yang memilin-menggesek-menarik secara berulang tentu mendapat respon baik dari Rega diselingi desahan,

"Udahh angh! Nanti anak-akh kelasshh liat-umhh shhh geli-hhh",

Kepalanya mulai mendongak dengan mata terpejam-bersandar pada pundak Wira, dadanya yang halus itu membusung kedepan tanda ingin lebih, perlahan ia menyentuh tangan si dominan, meremat kuat jemari yang berada di dadanya, saat tangan itu mulai melemah, Rega pun melepasnya cepat dan berbalik menghadap Wira. Ia mengangkat bajunya dan memperlihatkan putingnya yang berwarna merah, dengan tatapan wajahnya yang jelas menunjukkan bahwa ia merasa 'enak', dengan nada kesal sekaligus memohon-Rega mengeluh pada Wira,

"Hish! Liat nih, gara-gara lu Wir",

Sembari menunjukkan bagian bawahnya yang sedikit menonjol, ia menunjukkan ekspresi ingin menangis layaknya anak kecil yang tidak diberi permen,

'lu harus tanggung jawab!', ucap batin Rega kesal.

Melihat pemandangan itu, Wira pun merasa gemas dengan tingkah teman sebangkunya. Ia mulai mengelus dan meremas paha Rega perlahan-menatap wajahnya dan membisikan pertanyaan,

"kalo gitu, lu mau gue apain?"


.

.

-end-

.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WIZAREGA | YEONGYUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang