Mata, nada dan banyak jiwa yang mencoba melalui kedalaman gelapnya. Kemudian, ada peristiwa pengendalian dan pengikatan hakikat kebebasan upaya.
Dia melalui banyak tangga, iramanya berjenjat kemudian sumbangnya mulai terasa.
Dia kemudian mulai memahami, arti dasar jiwa, jika ada yang mencari arti maka yang terulang adalah apa yang berusaha menjadi. Dari tak menjadi.
Maka alunan yang dia hasilkan, adalah tentang menari mengikuti intuisi refleksinya. Akhirnya, yang bisa terbuai dalam ikatannya adalah yang pernah menyelami lautan asmara tanpa raga.
Aku adalah yang bisa tergerak dalam tiadaku sendiri.
Menuju makna yang bisa kau damba.
Pikatanku terasa? Maka percaya, dan jangan tertawa saat yang terkekang adalah rasa nyata.
