Seseorang tengah berdiri di sebuah tempat lalu melepaskan kain merah yang menutupi penglihatan nya. Ia menoleh kan kepalanya kesekitar dengan perasaan bingung.
Sebuah tempat asing yang tak pernah ia lihat sebelumnya, bangunan yang belum terselesaikan. Berjalan sembari terus berfikir apa yang terjadi.
'Gue pake seragam, apa jangan-jangan ini sekolah tapi kan lagi gak ada renov?'
Ia terus melangkah di sekitar situ, siapa tahu saja mendapat sesuatu atau pentunjuk.
'Kaya ada yang ngikutin,'
Pemuda itu menoleh ke belakang dan mendapati sosok yang sangat mirip dengan nya bahkan ia berpikir bila sosok itu adalah kembaranya.
'Siapa loe!'
Si sosok malah terus berjalan mendekat yang membuat pemuda itu ketakutan dan langsung berlari sejauh mungkin.
'Sial! sebenernya tempat apa ini? Kenapa gue gak nemuin jalan keluar,'
Tepukan di bahu dan sebuah suara berhasil membangunkanya.
"Setta, loe kenapa?"
Setta mengangkat kepalanya, mengucek mata lalu menoleh perlahan pada Joan yang sedang duduk di bangku sebelahnya.
"Gue kayanya ketiduran," ucap Setta.
"Mimpi buruk ya," ucap Joan.
"E-enggak kok," ucap Setta.
"Muka loe gelisah banget tadi," ucap Joan.
Niki yang berada di bangku belakang mereka reflek menanggapi. "Mimpi dikejar penagih utang kali tu,"
"Sialan, loe yang punya utang ke gue," balas Setta.
"Nyenyenye," Niki meledek dan dengan cepat berlari keluar kelas.
"Tumben pergi, biasanya di kelas mulu mageran," komentar Setta setelah melihat si teman menghilang.
"Dia janjian sama Khan, mau latihan dance bareng," ucap Joan.
"Oh," Setta hanya mengangguk paham.
"Loe mau keluar gak? Mumpung masih jamkos," ucap Joan.
"Gue mau ke kantin," ucap Setta.
"Yaudah, bareng aja keluar, gue mau ketoilet," ucap Joan.
~~~~~~~
Hesa masih duduk di bangku rooftop menikmati angin sejenak, sampai tiba2 ponselnya berbunyi.
"Si Jae nih, kangen amat sampe nyariin," Hesa terkekeh melihat pesan berlebihan yang dikirim si teman.
"Ya lah, gue balik aja,"
Hesa berdiri lalu berjalan menuju pintu, ketika dibuka terasa ada yang berbeda. Tata letak? Apakah staf sekolah baru mengubah nya?
Lukisan di dekat pintu rooftop itu berbeda dengan sebelum nya, dan Hesa masih mengingatnya.
Tak berfikiran aneh, Hesa hanya membenarkan sekilas lukisan yang mirng itu lalu kembali berjalan.
Sampai di lantai 4, semuanya terasa sepi tak ada kehidupan sama sekali.
Hesa akhirnya merasa ada yang tak beres. berjalan di lorong, kepalanya menoleh ke arah jendela yang membatasi lorong dan kelas, di dalam kelas tak ada satupun murid. Pergi ke ruangan staf sekolah pun sama, tak ada siapapun dilantai itu.
Rasa bingung, khawatir, takut, semua bercampur di benak Hesa. Dengan cepat ia pergi kerah tangga untuk turun ke lantai bawah, bila keadaanya sama seperti ini, ia harus segera pergi dari sekolah untuk melapor dan meminta bantuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover || Enhypen
Mystery / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
