"Gue disini?"
Hesa mengingat kembali hal yang terjadi sebelum ia sekarang terbangun di tempat ini.
"Si Copyan ya."
Ia lalu bangkit dan memperhatikan sekitarnya, sebuah bangunan berbentuk lingkaran seperti yang sering ia kunjungi ketika sedang pergi ke mall namun tempat ini jauh lebih besar dan tampak kumuh.
Hesa berjalan perlahan menelusuri tempat tersebut, bangunanya benar-benar berantakan khas bangunan terbengkalai pada umum nya.
Terdapat banyak ruangan tak terisi selama Hesa berjalan sampai ia akhirnya menemukan ruangan yang tampak aneh. Ia menghentikan langkah di depannya.
Ruangan itu sangat bersih dengan beberapa kursi serta layar monitor dan komputer sedang menyala.
Hesa masuk kedalamnya lalu tersadar bila kursi di ruangan itu terhubung dengan kabel yang ujungnya menancap di perangkat komputer.
Tak jauh darisana terdapat sebuah meja, diatasnya ada sebuah kertas yang langsung Hesa ambil.
Kertas tersebut berisi data diri beberapa orang, fotonya sangat mirip Hesa dan teman-temanya namun data mereka berbeda, di balik kertas itu ada beberapa nama tertera.
"Nama?"
Lee Heeseung - Rahesa Adinarta
Shim Jaeyun - Arkanel Vintara
Kim Sunoo - Setta Dinantha
Yang Jungwon - Joan Xavero
Park Jongseong - Jio Alfaresh
Park Sunghoon - Satya Alfahri
Nishimura Riki - Niki Shinraze
"Bentar, ini nama gue sama mereka dimasa lalu?"
'Loe bener, itu nama kita.'
Hesa langsung menoleh dan mendapati si kembaran berada si sebelah nya.
'Gimana? Seru gak kelilingnya disini.'
Heeseung tersenyum senang namun Hesa tahu pasti, bila ini bukan pertanda baik.
~~~~~
Udara angin pagi mengiringi langkah Arkha yang baru saja keluar dari market. Ia mampir sebentar untuk membeli snack yang dirasa kurang, sekalian juga untuk sarapan.
"Kenapa sih market deket rumah tutup, jadinya gue pergi agak jauh,"
Sembari menggerutu ia duduk dulu di bangku yang tersedia, ketika sedang asik menikmati sarapan, matanya tak sengaja melirik seorang pemuda yang tengah berjalan riang tak jauh di depannya.
Tak pikir panjang, Arkha segera menarik pemuda itu.
"Loe anak yang kemarin kan, bilang kak Hesa ada sama loe," ucap Arkha tanpa basa basi.
"Kak Arkha, loe ngagetin aja," ucapnya seraya melepaskan tangan Arkha dari lenganya.
"Kita gak saling kenal, kenapa loe bisa tau nama gue," ucap Arkha.
"Gue Sakala, Kak Hesa pernah cerita ke gue tentang loe dan loe juga pernah denger gue dari kak Hesa kan?" ucap Kala.
"Gak mungkin dia percaya semudah itu sama orang baru," ucap Arkha.
"Loh, buktinya udah jelas kan gue tau loe, ditambah lagi teror yang kalian alamin," ucap Kala santai yang lalu duduk di bangku yang berhadapan dengan Arkha.
"O-oke, gue anggap Hesa udah cerita sama loe. Terus maksud omongan loe sebelumnya apa? Hesa ada di bawah pengawasan loe," Arkha kembali duduk dibangkunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover || Enhypen
Mystery / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
