pengalihan

8 1 0
                                        

– kalian punya role masing2 di permainan ini. Kalo kak Arkha pegang peran kak Agantha, kemungkinan di detektif –

Hesa mengerutkan kening ketika membaca sticky note tersebut.

Baru saja dirinya selesai bersiap siap dan hendak membuka pintu untuk segera pergi ke sekolah, ternyata sticky note baru sudah terselip di bawah pintu.

"Kapan nih, perasaan pas kemarin pulang gak ada?"

Dengan bingung ia memasukan sticky note tersebut ke saku almameternya, ketika membuka pintu ternyata sudah ada si teman yang berdiri tak jauh, sepertinya hendak mengetuk.

"Pagi ayang," sapa Jaehyuk.

"Geblek," secara reflek Hesa menoyor kepala si teman.

"Ngajak ke sekolah, gak usah pake sapaan gitu dulu," ucapnya kemudian.

"Napa sih, kan kita bestie," ucap Jaehyuk cemberut.

"Panggilan bestie banyak Jae, loe bukan Winter." ucap Hesa.

"Iye2, yang sayang ayang." ucap Jaehyuk.

"Makanya loe cari ayang aja sono," ucap Hesa.

"Ada kok ayang gue," ucap Jaehyuk.

"Ada tapi 2d, kebanyakan nonton anime loe," ucap Hesa.

"Hehe," cengir Jaehyuk.

Tak jauh dari tempat mereka berjalan sekarang, Hesa melihat seorang pemuda yang berjalan juga menuju gerbang.

"Mau loe samperin?" ucap Jaehyuk yang melihat juga arah pandang Hesa.

"Kagak lah, emang itu siapa?" ucap Hesa.

"Dari rambut sama seragamnya sih... Sakala," ucap Jaehyuk.

"Siapa tau aja salah orang," ucap Hesa.

"Ya makanya coba sapa dulu," ucap Jaehyuk.

"Gak deh, lagian beda tujuan," ucap Hesa.

Hesa hanya memperhatikan pemuda itu dalam diam, ntah kenapa seperti ada yang mengganjal, namun apa?

Hesa seperti nya melupakan sesuatu.

~~~~~

Arkha baru saja menginjakan kaki di kelas saat suasana kelas sedang cukup riuh, para siswa membicarakan adik kelas mereka yang ditemukan meninggal secara misterius di hari kemarin.

"Khan, ngapain ngelamun depan pintu gitu," tegur Setta.

"Enggak," Arkha menggeleng gugup lalu langsung ke bangku nya.

Niki yang duduk di bangku depan Arkha berbalik pada si teman. "Khan, kebetulan loe pinter ni. Gimana kalo kita main tebak2an,"

"Tebak apaan?" ucap Arkha.

"Nebak soal adkel kita yang meninggal itu," ucap Niki.

"Apa nya yang perlu ditebak, kasus itu kan udah ditanganin polisi," ucap Arkha.

"Belum ada pernyataan resmi apapun," ucap Satya.

"Anak2 ada yang mikir kalo cewek itu meninggal bundir dan ada juga yang mikir dibunuh," ucap Jio.

"Gue bukan detektif njir, males banget mikir hal yang gak untungnya buat gue," ucap Arkha.

"Dih, gak asik loe." ucap Niki.

"Bodo amat lah," ucap Arkha.

"Gue juga kepikiran hal yang sama, kita gak perlu nyari tau hal yang gak ada hubungan nya sama kita," ucap Setta.

Undercover || Enhypen Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang