J112 END✔

217 49 7
                                        

Hari bahagia yang dinanti oleh pangeran shotaro akhirnya tiba, dimana sebentar lagi dia akan segera menjadi istri dari pangeran yang dia cintai. Hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi, tapi shotaro benar-benar tak sabar menunggu hari berganti. Bahkan sejak tadi matanya tak mau tidur sama sekali.

Tok... Tok... Tok...

"Siapa kira-kira yang mengetuk pintu kamarku semalam ini? Tidak mungkin pangeran sungchan ingin melakukan hal itu lagi kan? Kenapa dia sangat tak bisa menunggu sampai besok malam sih. Walaupun bukan malam pertama kami, tapi apa salahnya dia menunggu." batin shotaro sembari senyum-senyum sendiri.

Ceklek.

Shotaro kaget melihat sang kakak yang ada di depan pintu kamarnya.

"Renjun ge?!"

"Bisa kita bicara berdua?" ucap renjun dengan wajah biasa saja. Dan shotaro hanya mengangguk dan mempersilahkan renjun masuk karena tak mau membuat keributan kalau kalau kandungan kakaknya kenapa-napa.

"Ada apa ge?" ucap shotaro yang duduk di hadapan kakaknya.

"Besok kau akan menikah dan menjadi bagian keluarga Jung."

"Ya. Aku akan menikah dengan orang yang sangat aku cintai ge. Apa kau tidak senang? Apa kau merasa aku akan jadi sainganmu karena kita berasal dari keluarga yang sama?"

"Siapa yang mengatakannya shotaro. Biar bagaimanapun aku tetap akan jadi kakakmu. Dan kau tetap adalah adikku, keluargaku. Kenapa aku merasa bersaing denganmu." ucap renjun.

"Baguslah kalau begitu ge. Kau sangat tahu perjuanganku dan pangeran sungchan sampai berada di tahap ini." ucap shotaro.

"Aku tahu. Sebagai kakakmu, aku sangat bahagia atas kebahagiaan mu. Dan aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu. Aku hanya ingin kau tahu satu hal, apapun yang terjadi jangan sungkan untuk bicara padaku, walaupun aku dan suamiku tak ada di istana, kau bisa datang kapanpun, kau tahu itu kan?" shotaro mengangguk, dia merasa sangat bersalah karena berpikiran buruk pada kakak kandung nya sendiri. Lalu dia pun beranjak dari duduknya dan memeluk sang kakak.

"Gege maafkan aku hikss... Maaf karena aku mengira kau adalah penghalang bagi kebahagiaanku. Maafkan aku hikss..."

"Tidak apa shotaro. Gege paham." ucap renjun lalu dia pun melepaskan pelukan shotaro sebentar dan menatap adiknya itu lalu menghapus air matanya.

"Sudah jangan menangis lagi, matamu bisa bengkak dan itu akan jelek saat acara mu besok." ucap renjun tersenyum.

"Gege." rengeknya lalu kembali memeluk renjun, sedangkan renjun hanya membalas pelukan adiknya itu sembari mengelus punggungnya.

Beberapa menit kemudian, renjun pun keluar dari kamar sang adik dan kembali masuk kedalam kamarnya. Saat dia membuka pintu kamarnya, dia pun melihat jaemin yang menunggunya.

"Sudah?" renjun tak menjawab, dia pun langsung masuk kedalam pelukan suaminya itu.

"Semuanya akan baik-baik saja kan kak."

"Hmm, semuanya akan baik-baik saja sayang." ucap jaemin sembari membalas pelukan istrinya itu dan mengecup kepala sang istri.




Keesokan harinya, acara megah pernikahan antara dua kerjaan itupun membuat banyak rakyat tak percaya dan berdatangan ingin melihat kebahagiaan itu secara langsung. Para kolega dari negeri yang jauh pun turut hadir di hari bahagia tersebut.

Renjun, dia menyaksikan semuanya dari lantai dua, dimana balkon kamarnya berada. Dengan jaemin yang memeluknya dari belakang sembari mengelus perut yang sudah membuncit itu.

"Prince J" (jaemren) END✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang