CINTAKU YANG BERKABU II

93 12 17
                                    

Hai semuanya.. kali ini gue akan menceritakan kisah cinta gue selanjutnya. Sebuah kisah yang takkan gue lupain tentang betapa pentingnya mengalah demi orang lain. Kisah ini gue dapat disaat kelas 8 awal semester kedua. Apa sih arti mengalah itu? Mengapa terkadang kita lebih memilih untuk mengalah? Kisah berawal ketika gue udah mulai move on dari Azel, saat itu gue mulai belajar untuk melupakan dan menemukan cinta yang baru.

Pada waktu itu, gue sebenernya bingung harus memperjuangkan atau mecari cinta yang baru. Namun, gue tersadar akan satu hal. Kita harus bisa merelakan apa saha yang tidak mungkin bisa menjadi milik kita. Suatu saat aku mulai menyukai seorang wanita. Sebut saja dia Shafira, teman sekelas gue. Wanita yang memiliki mata yang menurut gue sangat indah.

Pada awal PDKT, gue sering chattingan sama Shafira. Awalnya bertanya tentang PR ataupun kegiatan sehari-hari. Karena gue rasa udah agak dekat sama Shafira, terkadang gue sesekali ngegombal. Gue ngegombal bukan karna tanpa alasan, gue ngelakuin itu karena suatu hal. Teman gw pernah bilang "Salah satu cara membuatnya jatuh cinta adalah aku harus sering membuatnya tertawa." Tapi entah mengapa setiap kali dia tertawa aku yang dibuatnya jatuh cinta.

"Malam Shafira, lagi ngapain?"

"Lagi nonton film doang dik"

"Nonton film apaan emangnya?"

"Film perang, udah dulu yah.. gw mau ikut perang dulu :v"

"Jangan..!"

"Lah kok jangan?"

"Lu gak boleh berperang, masih ada gue yang selalu jagain lo.. Jika kamu adalah bumi, maka aku adalah atmosfer yang akan selalu setia menjagamu dari pedihnya hantaman komet #eakk"

"Hahahahaha.. bisa aja lu dik."

"Serius :v"

"Ada ada aja lu dik, dah ahh gue mau perang dulu :v"

"Iya dah hati-hati.. jaga hatimu :v"

5 menit berikutnya..

*DRAMA DIMULAI*

"Dik gue ketusuk :'v gue mau mati"

"Jangan mati dulu..!"

"Kenapa jangan?"

"Gue pengen meluk lo, biar lo tau disaat saat terakhir lo, hangatnya pelukan gue seperti dalamnya sayang gw sama lo #eakk"

"Apaan dah dik : ))"

Hari demi hari berganti, gue pun semakin dekat dengan shafira. Gue yang awalnya ngira kalau dia bakalan cuek sama gua, ternyata nggak seperti yang gue kira selama ini. Sekarang gue udah sayang banget sama Shafira, tapi gue masih mau memastikan apakah dia punya rasa yang sama dengan gue apa nggak. Pas pada akhirnya gue minta kepastian ke Shafira kedepannya gimana.

"Shafira, kita kan udah sedekat ini. Dan gue harap kita bisa lebih daripada ini. Nah menurut lu gimana gua selama ini? Terus hubungan kita kedepannya gimana?"

"Dik, sebenarnya gue gak mau ngelukain hati lu. Gue nyaman kok ama lu selama ini, tapi maaf gue masih belum bisa buat kita lebih dari sekedar temanan. Kenapa harus lebih kalo gini aja udah kerasa nyaman?"

"Hmm.. Iya gue ngerti, makasih aja yah selama ini udah nemenin gua chat yaaa meskipun akhirnya gak sesuai keinginan hati."

"Iya dik, maaf."

Setelah saat itu, gua jadi jarang chattingan sama si Safira. Saling menjauh dan perlahan saling melupakan. Pada suatu hari, gue seneng banget sama game yang namanya Clash Of Clans. Gue sama salah satu sahabat dekat gue juga bermain game yang sama. Panggil saja dia Gilang. Gue sama Gilang gak terlalu dekat sih, tapi dia salah satu sahabat gue yang selalu ngedukung gue disaat suka maupun duka. Belakangan itu gue sempat mendengar tentang gossip dia suka sama siapa. Gue yang udah terlanjur kepo pada suatu hari nanyain tentang doi si Gilang.

"Oi gilang, katanya lu ada naksir ama anak di kelas kita ya?"

"Siapa bilang? Nggak ada kok."

"Ah masa? Kasi tau dong, lu kan sahabat gue :'v"

"Gak ah, takutnya lu kasi tau ke siapa-siapa."

"Ya nggak lah, untuk apa kita sahabatan kalo gak bisa saling percaya?"

"Ya lu tau kok siapa."

"Lah lu kok gitu-_- gue kan udh ngasi tau gua sekarang suka sama siapa"

"Emang siapa? Lupa gue :v"

"Shafira Lang.. Shafira-_-"
"Ohh iya lupa gue :v"

"Yang seriusan lah, siapa emangnya?"

"Maaf ya dik, sebelumnya gue gak bermaksud buat nyakitin hati lo.. gue sebenarnya juga suka sama Shafira, sekali lagi maaf.. tapi gue bisa kok buat ngelupain dia"

"Hmmm.. Gak perlu lupain dia Lang, gue ngerti perasaan lo.. Gue gak mau karna masalah rebutan cewek persahabatan kita bisa hancur.. Gue tau cinta lo ke dia lebih besar daripada cinta gue, dikarenakan gue masih belum sepenuhnya move on dari Azel.. Kejar aja dia, gue gak bisa bahagiain dia dan gue pikir sekarang adalah giliran lu untuk bahagiain dia"

"Lu yakin dik?"

"Iya, gue yakin"

"Lu gak marah dik?"

"Nggak kok, tenang aja."

"Iya dik, thanks."

Sebenarnya sih, gue gak mau merelakan Shafira demi Gilang. Tapi apa boleh buat, gue udah ngelakuin yang terbaik dan mungkin ini yang terbaik. Belajar tenang karena gue pernah menyesal karena terburu-buru. Berhenti untuk marah karena gua sering melihat penyesalan karena amarah. Dan belajar untuk mengikhlaskan karena gua tau tuhan itu adil.
Semenjak saat itu, aku mulai perlahan melupakan Shafira. Aku tidak bisa memaksakan ke egoisan gue yang dapat menghancurkan hubungan persahabatan gue. Sekejap terpintas di benakku, kata-kata motivasi yang ku dapat dari film tentang pengorbanan sahabat "Terkadang kamu harus mengorbankan cintamu untuk menyelamatkan persahabatan, namun kamu harus mengorbankan keduanya untuk menyelamatkan dirimu sendiri." Karena sahabat, adalah tempatmu untuk kembali ketika dia yang kamu cinta pergi jauh dan takkan kembali padamu. Akhir dari kisah cinta yang berkabu.

BERSAMBUNG...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 17, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CINTAKU YANG BERKABU IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang