Our Happiness

581 33 1
                                    

- Seoul, 08.00am KST -

Pengantin perempuan ini baru saja keluar dari ruangan khususnya. Ia berjalan menuju pelaminan yang terdapat seorang pengantin pria berjas putih. Pria itu menunggu kedatangannya. Diiringi dengan dua anak kecil menggemaskan menebarkan bunga-bunga. Semua undangan takjub dengan kedatangannya.

"Ekhem, apa semua sudah siap?" Ucap pendeta.

"Ya saya siap." Ucap mereka berdua.

"Kim Taehyung, apakah kau bersedia menjadi suami yang baik bagi Nam Hyeonlin, melewati rintangan sesulit apapun dengannya, sehidup semati bersamanya?"

"Ya saya bersedia." Ucap pengantin lelaki dengan tegasnya.

"Nam Hyeonlin, apakah kau bersedia menjadi seorang istri yang baik bagi Kim Taehyung, melewati rintangan sesulit apapun dengannya, sehidup semati dengannya?"

"Ya saya bersedia." Ucap pengantin perempuan dengan seutas senyum yang manis dibibirnya.

"Selamat, kalian telah sah menjadi pasangan suami istri. Untukmu Hyeonlin, namamu sekarang menjadi Kim Hyeonlin." Tutur pendeta.

Taehyung menatap istrinya dengan mata yang berbinar dan tersenyum manis. Hyeonlin pun sebaliknya. Taehyung memiringkan kepalanya. Mendekat kan kepalanya dengan kepala Hyeolin.

Jaraknya semakin dekat..

Dekat..

Dan..

Cup.

Para undangan tersenyum bahagia melihatnya.

***

Seorang gadis, tidak, bukan gadis, wanita lebih tepatnya, terbangun membuka kelopak matanya. Disampingnya, pria yang baru saja kemarin menjadi suaminya yang sah, masih terlelap di alam mimpi nya.

Hyeonlin tersenyum melihat Taehyung yang tertidur dengan mulut terbuka. Segera ia terduduk dan menutup mulut suaminya dengan bibirnya.

"Eunghhh~" lenguh sang suami dengan mata yang masih tertutup. Hyeonlin tertawa kecil. Merasa tidak puas, ia mencubit kedua puting suaminya yang kecoklatan itu dengan kencang.

Taehyung terbelalak dan berkata, "Ck. Kau ini. Aku sedang tidur, jangan ganggu aku sayang." Dan kemudian ia membalikkan badannya.

Hyeonlin malah terkekeh. Ia memeluk punggung suaminya itu dan mencium bahunya berkali-kali. Namun, bukannya marah karena diganggu, Taehyung malah balik menghadap Hyeonlin dan menindih tubuh kecil wanita itu.

"Apa yang kau inginkan, sayang?" Bisik Taehyung menggoda.

"A-aaku hanya ingin membuatmu bangun dengan cara yang romantis" Ucap Hyeonlin gugup.

"Tapi sepertinya kau malah menggodaku. Apa kau ingin melanjutkan yang semalam?" Bisik Taehyung dengan memberi smirk-nya kepada Hyeonlin.

"Y-yak! 'anu'-ku masih terasa ngilu, Tae! Aku ti--" Tegas Hyeonlin terputus karena terasa sesuatu yang lembut menempel pada bibirnya.

Mereka sedang berciuman, dan Hyeonlin pun sadar dengan hal itu. Ciuman itu semakin ganas. Tidak hanya frenchkiss tapi juga beradu lidah. Bahkan beberapa kali Taehyung menyesapi dan menggigit bibir bawah Hyeonlin. Decapan yang muncul juga semakin keras.

Satu tangan Taehyung mulai bekerja. Ia meremas pelan payudara Hyeonlin. Sesekali ia memelintir puting wanita itu. Tangannya yang lain mengusap-usap daerah kewanitaan Hyeonlin. Sang pemilik pun mengerang nikmat. Merasa sangat dimanja oleh Taehyung.

Ciuman Taehyung mulai turun menuju leher putih Hyeonlin dan membuat tanda keunguan disana. Merambat melewati bahu Hyeonlin, dan berhenti di dadanya yang tidak terlalu besar namun tidak pula terlalu kecil. Taehyung menyesapi puting payudara yang kiri, sementara tangannya meremas kencang payudara yang kanan.

My Alien HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang