Clive mengajak gadis yang berada di dekapannya untuk terbang, ya, Azura.
Lelaki itu mendekap Azura dengan sangat erat agar tidak jatuh. Jarak antara rumah Azura dan tempat ritual dilaksanakan memang lumayan jauh.
"Turunkan aku!" Azura berteriak
"Kita akan cepat sampai jika terbang." Jawab Clive
"Aku tidak ingin terbang! Konyol sekali!" Azura masih bersikeras untuk diturunkan.
Dari awal, Azura memang mempunyai sikap angkuh, sikapnya membuat dia semena-mena terhadap semua orang.
Gadis itu juga 'tidak tertarik' untuk berpacaran, Azura berpikir, berpacaran hanya akan membuang-buang waktu berharganya.
Dan berbicara teman, gadis itu juga tidak tertarik untuk mempunyai teman, Azura selalu berpikir, teman hanya sumber segala permasalahan dan hanya memanfaatkan apa yang gadis itu miliki.
Ada kejadian yang agak tragis sebelum Azura datang ke dunia ini, dulu, ada seorang lelaki yang menyukai Azura, dengan segala usaha, lelaki itu mendekati Azura.
Membawakan bukunya, tasnya, dan segala macam keperluan Azura saat di sekolah. Lelaki itu tidak begitu buruk, bahkan bisa dikatakan tampan. Lelaki itu bernama Alan, dia adalah anak dari teman ayah Azura.
Namun, mungkin karena gadis itu merasa terganggu, ah tidak, sangat terganggu. Azura lalu menyuruh beberapa orang yang mungkin bisa disebut "Tim Bullying" untuk menganggu Alan.
Sebenarnya, "mengganggu" itu kata yang masih di kategorikan halus. Namun kenyataannya, Azura lebih dari sekedar "mengganggu" Alan.
Gadis itu benar-benar membuat Alan putus asa dengan apa yang dilakukannya. Hingga suatu hari, Alan terlihat dari atas gedung sekolah Azura. Raut wajahnya terlihat putus asa.
Ya, benar. Lelaki itu ingin mengakhiri hidupnya. Namun berhasil dihentikan.
Dan semenjak kejadian itu, tidak pernah ada yang tahu lagi soal Alan. Ayah-nya Alanpun memutuskan kerjasama terhadap ayah-nya Azura.
Bayangkan saja, jika sekedar mengganggu, Alan tidak akan sampai hati ingin menghilangkan nyawanya sendiri, bukan?
"Nah, sampai." Suara Clive membuka keheningan yang terjadi selama "penerbangan" itu. Dekapan eratnya terhadap Azura perlahan-lahan dilepaskan. Kaki gadis itu sudah menginjak tanah sekarang.
Mata Azura mengelilingi setiap rinci tempat ritual itu akan dilaksanakan. Beberapa kaum, mungkin kaum Grisshoom, sedang membawa kayu bakar dan menumpuknya.
Lalu beberapa kaum Barnett sedang membuat sesuatu, -yang gadis itu tak tahu apa- tapi kaum Barnett itu memeras daun berwarna ungu yang menghasilkan air berwarna ungu pula.
Dan beberapa kaum Basil, duduk tenang dengan bentuk melingkar, ada Raksi di antara mereka, Raksi memegang sebuah buku berukuran kecil dan membacakannya, diikuti oleh kaum Basil yang lain.
"Clive." Panggil Azura
"Ya?" Clive menjawab sembari menoleh ke arah gadis itu
"Aku masih tidak mengerti kenapa aku bisa ada di tempat ini."
"Dunia Frumusețe itu hanya bisa dilihat dan dimasuki oleh manusia yang mempunyai tiga sifat menyebalkan."
Azura mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Clive
"Maksudku tiga sifat menyebalkan adalah, tiga sifat yang paling sering melekat pada diri seorang manusia." Lanjut Clive
"Apa saja?" Tanya Azura

YOU ARE READING
Another World (SLOW UPDATE)
FantasyFrumusețe, sebuah nama dunia, atau suatu tempat, yang berasal dari bahasa Rumania, berarti; keindahan/kecantikan. Frumusețe berisi manusia yang tidak pernah merasa puas, angkuh, dan egois. Tiga sifat yang paling sering melekat pada diri seorang manu...