i'aM soRry

57 5 4
                                    

Clau dan Anindta berjalan dengan membawa beberapa tas kresek di kedua tangannya. Mereka sudah bersahabat sejak SMA. Dimana ada Clau disitu ada Anindta. Begitu pula sebaliknya. Mereka terlihat begitu bahagia,seperti tidak ada pertengkaran saja dalam hidup mereka.

"Anindta.." Clau memanggil nama Anindta dengan nada yang pelan.

"Apa Clau? Loe capek yaa sayang? Kita beli minum dulu yukk hehe" Anindta menjawabnya

"Hihh,LGBT Nin,jijik gua. Gue nggak mau beli minum" Sedikit keras ia berbicara.

"Wehh,just kidding  Clau sayangg. Lalu,ngapain loh manggil gue?muka pake ditekuk segala lagi? Ayo katakan! " Tangan kanannya merangkul pundak Clau.

"Ihh,apaan sih loe Nin ganjen banget dehh. Jijik gua sama loe.. "

"Ihh,tuan putri jangan marah dongg,kan bestimu ini cuman becandaa"

Anindta melepaskan tangannya dari pundak Clau. Dengan sengaja,dia menenggor pundak Clau.

"Hentikan kekonyolan loe Nin,jijik gua sama loe. Udah pulang yukk capek gua! " ia menarik tangan Anindta dan mengajaknya untuk pulang kerumah Anindta

"Ayoo Clau,masuk sini!! Gausah malu-malu,lagian loe udah seratus kali toh kerumah gua hehe" Anindta memang cewek yang konyol. Kadang dia nyebelin kadang juga dia nyenengin bagi Clau.

Mereka melepaskan kepenatannya di atas ranjang Anindta.
"Nin,nyalain dong TV loe! "
Clau duduk disudut kasur dan melepas sepatunya.

"Nohh,remote-nya ada di meja gua. Ambil ndiri yee! Gua mau tidur! " ia menunjuk kearah meja.

"Ihh songong banget nih anak. Awas aja luh gua doain loe mimpi basah!hahaha" Clau pun berdiri lalu mengambil remote TV yang terletak di meja itu.

Tak lama Clau menonton TV,akhirnya ia tertidur pulas hingga petang.

Ting.. tong.. ting.. tongg..

Jam dinding berbunyi menunjukkan pukul 6 sore. Clau terbangun dari tidurnya. Ia mengulet ke kanan dan ke kiri. Ia melirik kearah jarum jam. Ia sempat mengabaikan jam itu.lalu..

" JAM ENAM??"

Teriakan terkejut Clau yang baru mengetahui bahwa hari ini sudah petang.

Clau melepaskan selimut tebal dari kakinya. Mengambil tasnya. Dan memakai sepatu tengilnya itu.

Ia pun meninggalkan Anindta tanpa berpamitan.

   ...................

Tinung.. tinung.. PERMISI !!!

Bel rumah Clau terdengar begitu keras di telinganya. Siapa yang membunyikannya,ia tak peduli.

"Iyaa,sebentar sebentar.." Clau berteriak dan segera membuka pintu rumahnya.

Clau membuka gorden dan mengintip dari jendela.

MALREO !!!!

Ia menutup kembali gordennya dan membuka pintunya.

Malreo adalah teman SMP Clau. Selain itu,ia juga kekasih dari sahabtnya,Anindta.

"Reo?? Ayo masuk! " Clau menarik tangan Malreo masuk kedalam rumahnya.

"Ayo duduk! "

Malreo tersenyum menatap Clau.

"Loe mau minum apa?"

"Emm,kalo ada sih,secangkir kopi panas aja Clau. " Sahutnya seiringan ia duduk di sofa empuk.

"Baiklah, loe tunggu sini dulu ya. Gue segera kembali. "

Clau pergi ke dapur dan membuatkan secangkir kopi panas untuk Malreo.

Ia pun kembali dengan membawa secangkir kopi panas yang harum ditangannya.

"Ayo diminum,mumpung masih panas! " ia meletakkan cangkir itu diatas meja.

"Thank's  Clau, harum banget aromanya" Malreo pun meminum kopi itu.

Ketika Malreo meminum kopi itu,Clau duduk di sofa kecil. Ia menyilangkan kakinya dan menaruh kedua tangannya di pahanya.

"Tumben banget loe maen kerumah gue? Rupanya,loe sudah mulai kangen ya sama gua,hehe.. "

"Gue emang kangen sama loe Clau"
Ia meletakkan kembali cangkir itu.

"Gue merindukanmu" ia menatap pandangan Clau dengan serius.

"Tapi,pacar loe? Bagaimana dengannya? Gue nggak mau nyakitin hatinya"

Clau menundukkan kepalanya dengan wajah yang sedih.

Sudah lama Anindta tidak mengetahui tentang kedekatan Malreo dan Clau. Entah apa yang sudah membuat Clau menutupi hubungannya itu kepada Anindta.

Malreo berdiri dan berpindah posisi duduk di samping Clau.

"Gue ngerti,gimana perasaan loe saat ini"

"Reo,loe ngerti kan? Gue ini sahabat pacar loe? Gimana kalo dia tau tentang hubungan kita saat ini? "

Sesaat ia memandang Malreo,ia kembali menundukkan kepalanya.

"Dulu,gue udah pernah bilang ama loe,gue yang akan menjelaskan semua ini kepadanya. Sayang,loe nggak perlu khawatir. Beberapa bulan lagi,kita akan menikah toh? "

Malreo menyentuh dagu Clau dan menaikkan dagunya. Ia berusaha menenangkan perasaan Clau.

Aku Menyayangimu,Clau. Ia mengecup kening Clau.

Clau pun membalasnya dengan pelukan mesra. Aku juga menyayangimu kekasih orang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 11, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

i'aM SoRryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang