Bab 1

14.4K 429 47
                                    

Kos putri tempatku tinggal di Jakarta ini terbilang unik. Di sini ada dua puluh lima kamar, di mana setiap kamar diberi nama bunga dan warnanya. Aku menempati kamar Kamboja. Satu-satunya kamar dengan nama bunga tanpa warna, sejak dua bulan yang lalu.

Kamar Kamboja.

Terletak di lantai dasar, paling ujung, dekat dengan gudang dan halaman belakang. Kamar ini juga sepertinya sudah lama tidak ditempati dan jarang dibersihkan.

Awal masuk, kamar ini pengap dan berdebu. Teman- teman yang lain juga tidak ada yang mau masuk ke kamar ini selain Mbak Asti. Mbak Asti adalah teman kos yang menempati kamar Mawar Putih yang tepat berada di sebelah kamar Kamboja.

Mbak Asti sudah hampir dua tahun tinggal di kos ini sejak lulus SMU. Dia sangat baik padaku.

Mbak Asti sering memberiku makanan atau membelikan nasi goreng untuk makan malam. Biasanya kami akan makan bersama sambil nonton TV di ruang santai. Aku jadi merasa punya kakak di sini.

Oh ya, orang tuanya bekerja di Singapura dan Mbak Asti yang tidak mau pindah keluar negeri memilih untuk kos saja. Orang tuanya mengizinkan dengan syarat, Mbak Asti harus bisa menjaga diri baik-baik dan menghubungi mereka setiap hari.

Hari ini Mbak Asti pergi ke Bandung untuk liburan bersama teman-teman kampusnya. Aku sendirian di kamar.

Teman-teman yang lain entah kenapa seperti menjaga jarak denganku. Mereka juga selalu melihatku dengan tatapan penasaran, malah ada yang sepertinya takut padaku.

Aneh, bukan? Apa mereka pikir aku ini hantu atau alien?

Yah, terserahlah.

Aku memilih untuk membaca novel sambil duduk-duduk di atas tempat tidur. Sebenarnya kupingku ingin kusumpal dengan earphone, mendengarkan lagu-lagu romantis dari MP3 player mungil milikku.

Jangan berpikir aku berboros ria dengan membeli barang-barang mahal. Benda ini adalah hadiah ulang tahun dari sahabatku beberapa tahun yang lalu yang masih awet sampai sekarang. Namun, biasanya aku akan jadi cepat mengantuk membaca sambil mendengar lagu romantis seperti itu, jadi kuurungkan niatku.

Sayup-sayup aku mendengar suara seorang perempuan menangis. Tepatnya, dari halaman belakang rumah ini. Aku bangkit, berjalan ke jendela, membukanya, lalu mencoba melihat ke luar. Tidak ada siapa-siapa. Aneh.

Aku kembali duduk setelah menutup jendela dan lanjut membaca.

TOK TOK!

Ada yang mengetuk pintu kamarku.

Siapa, ya? Mbak Asti kan belum pulang?

Apa anak kos yang lain? Tumben sekali kalau begitu.

Aku kembali bangkit dan berjalan untuk membuka pintu kamar. Tidak ada siapa pun di depan pintu. Apa orang iseng?

Aku keluar, melihat ke kanan-kiri. Masih tidak ada siapa-siapa. Aneh. Tadi juga aku seperti tidak mendengar suara langkah kaki orang berlari.

Masa iya orang yang iseng itu bisa berjalan dengan cepat setelah mengetuk pintu tanpa suara sama sekali?

Heeh ... ya, sudahlah. Mungkin memang ada yang sedang iseng.

Kurebahkan tubuhku di atas kasur busa yang aku beli di hari pertama aku tinggal di sini karena kasur yang lama sudah rusak dan bau. Empuk dan nyaman. Membuatku dengan cepat mengantuk.

Entah mimpi atau bukan, aku melihat seorang perempuan di satu sudut ruangan kamar ini. Perempuan yang sangat cantik. Kulitnya putih bersih. Rambutnya hitam dan panjang tergerai lembut hingga ke pinggang. Namun, dia sepertinya sedang sedih. Matanya memancarkan sorot terluka.

Membuatku penasaran.

Sampai akhirnya aku merasa pandanganku semakin kabur dan gelap.

***===***

Yuhuuu... ketemu lagiii!! Cerita baru lagi?! Yang lama belom pada kelar, Chiii!!!

Gomen... mian... sorry... ngapunten... >,<

Cerita ini lagi2 sedikit berbeda sama cerita2 lain. Ada unsur horornya, tapi nggak kentel. Cerita ini Chi bikin tahun 2008 (lama banget yak?) di kertas pada awalnya, terus akhir2 tahun 2015 Chi ketik dan edit di lappy. Hasilnya? 50% berubah!!! Chi ampe ngakak tiap kali ngetik/ ngedit. Ancur banget tulisan Chi dulu, meskipun sekarang masih lumayan ancur juga sih... wkkkk...

Gimana? Pada penasaran?

Tebar lope2 di udaraaaa... muach- muaach...

See uuu!!! ^.^

Kamar KambojaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang