Hi Guysss :) Ini cerpen terbitan pertama...maaf kalo typo,ga nyambung,aneh,dll.Comment ya :)) Makasih yang udah baca :)
Sekolah ini masih sama seperti dulu. Hanya saja sudah tak berpenghuni.Karena bangkrut mungkin? Ku masuki kelasku yang dulu dengan tatapan nanar.Ku lihat sekelilingnya yang penuh debu dan sangat berantakan.Ku lihat satu meja yang berada di ujung sana,atasnya masih terukir tulisan “Friends Forever”.Ku dekati meja itu perlahan,aku menghela nafas dan mencoba membuang jauh-jauh kenangan itu.Kelas ini masih indah.Sama seperti saat aku mendatanginya dulu bersama mereka.Tapi kini berbeda,aku datang kesini hanya sendiri dan semakin hambar jika aku terus menghayal akan hal dulu.Keindahannya terasa memudar.
Ku pejamkan mataku seakan bernostalgia akan kenangan itu.Perlahan air mataku jatuh dan ini mungkin terlalu cengeng bagiku…
5 April 5 Tahun lalu…
“Acara pensi kali ini pasti akan menjadi kenangan indah bukan?” Kata Fanny sambil berdiri di hadapan kami.
“Iya,tentu saja.Apalagi kita akan mengisi acara tersebut“ sahut Sekar.
“Andaikan saja dia bisa tampil dengan menggunakan grand piano dan tidak hanya bermain dengar gitar tuanya itu“ lirik Fia ke arahku
“Ehh…itu gitar mahal tau! Jangan salah,aku juga bisa kok main grand piano.Malah lebih bagus dari permainan gitarku“ Jawabku tak mau kalah.
“Benarkah? Tidak mungkin!” Ejek Fanny dengan Evil Smirknya
“Oke,kalau begitu setelah pensi nanti tunjukkan permainan grand piano mu dengan lagu Love Story dihadapan kita” tantang Sekar
“Baiklah! Apa yang akan kalian berikan padaku jika aku bisa nanti? Ha?” tanyaku pada mereka.
“Kami akan memberikan ngng…Kotak Musik untukmu.Gimana? Kau suka bukan?” Jawab Fia sambil tersenyum simpul.
***
Air mataku semakin menjadi,lalu ku biarkan tertinggal disini dan keluar kelas yang using ini.Mataku seketika tertuju pada satu ruangan yang berada di ujung koridor sekolah.Ya,itu ruang musik.Ku buka engselnya perlahan yang telah rapuh di makan renta.Ku masuki selangkah demi selangkah ruangan ini dengan pijakan ringan.Ruangan ini kosong,hanya tersisa satu alat musik grand piano yang berada tepat ditengah-tengah ruangan.Kupandangi tuts piano hitam putih itu,lalu aku duduk di kursi tua yang berada di depannya.
“Mainkanlah…”
Suara itu ? Suara yang tidak asing bagiku.Aku menoleh melihat sudut-sudut ruangan,berharap ada mereka disini.Namun percuma,tidak ada siapapun disini.
“Kau bisa melakukannya…”
Aku menarik nafas dalam-dalam dan mulai memainkan lagu Love Story dari awal hingga akhir.Dan..BINGO!! Hasilnya memuaskan tanpa salah atau cacat sedikitpun.Sudut bibirku tertarik melengkungkan senyuman.Aku bernafas lega,seperti aku telah melepaskan sedikit bebanku.
Aku segera keluar dari sekolah ini dengan mata yang masih sembab dan segera bergegas menuju tempat favoritku selanjutnya untuk bertemu dengan mereka.Entah mengapa,aku selalu bersemangat jika dating ketempat ini,tempat yang indah untuk mereka.Memang tidak sulit untuk menemukan mereka.
“Hai Fanny…kau lihat permainan grand pianoku tadi ? Sangat indah bukan ? Jadi,mulai sekarang kau tidak berhak untuk mengejekku lagi” Aku tersenyum evil alanya.
“Hai Sekar…Bukankah itu tadi suaramu ? Aku bisa juga kan menjawab tantanganmu walau sedikit terlambat…Kau pasti bangga denganku” senyumku tipis.
“Hai Fia…Mana kotak musik yang kau janjikan itu ? Bukannya kau sudah janji,jika aku melakukannya akan kau berikan kotak musik ? Kau berbohong padaku” kataku sambil kutunjukkan senyum simpulku.
Sikapku yang sok tegar kutunjukkan di hadapan mereka.Sambil terus menyeka air mataku,aku bangkit dari rerumputan.
“Selamat tinggal.Aku pasti akan sering-sering mengunjungi kalian” Aku meletakkan seikat mawar putih di atas gundukan tanah itu.Lalu aku berbalik badan dan segera menuju mobilku.
7 April 5 Tahun lalu…
“Akhirnya acara pensi sekolah selesai juga” kata Fanny
“Dan berjalan dengan lancer dan meriah” sambung Fia
“Eh..tunggu dulu! Jangan lupa dengan janjimu untuk bermain grand piano di hadapan kami” tagih Sekar padaku dengan tatapan membunuhnya.
Aku hanya bisa menyunggingkan senyum sambil terus menatap mereka yang sibuk memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil itu.Lalu kami berempat pulang.Tapi,sial! Mobil yang kami tumpangi mengalami rem blong dan melaju tanpa kendali.Lalu dari arah berlawanan terdapat truk dan kecelakaanpun tak bisa dihindari.Naas! Mobil kami terguling.Tapi aku masih sadar dan segera keluar dari kaca mobil yang telah pecah.Naasnya lagi,nyawa mereka tidak dapat tertolong.Dan hanya aku yang selamat dari peristiwa ini.
“Jangan lupa dengan janjimu untuk kami” entah itu suara siapa yang berbicara sangat lirih,aku tak tahu.
***
Dan kini setelah lima tahun berlalu,hanya aku yang tersisa.Aku rindu dengan mereka,canda mereka,dan kenangan bersama mereka.Mereka semua telah meninggalkanku untuk selama-lamanya…
