Vote dulu baca ya? Hehe^^ biar akunya semangat gitu hehe.
Happy Reading^^
***
"Kamu?!" Gadis berkaca mata itu terlihat terkejut melihat seorang cowok disampingnya. Ia mengenalinya, Si pangeran sekolah.
Cowok itu menoleh "Eh cupu," ucap Cowok itu membuat gadis itu menunduk takut dan membenarkan posisi kacamatanya.
"N-namaku Alena, bukan cupu," ucap gadis yang bernama Alena itu pelan. Si cowok menoleh dan mengangkat sebelah alisnya heran.
"Gak nanya," gumam cowoknya. Alena memilih bungkam, ia memeluk buku-buku yang ada di tangannya dengan erat. Tidak pernah ia duga, Ia akan satu lift bersama pangeran sekolah. Bisa-bisa, sahabatnya akan heboh memaksanya cerita. Padahal menurutnya, ini sangat tidak penting.
Lift terbuka, dengan cepat Alena keluar dari Lift tersebut namun sayang ia tidak bisa keluar. Karena tubuhnya dan tubuh si pangeran sekolah bertemu dipintu lift sehingga mereka tidak bisa keluar.
Cowok itu menatap Alena datar dan heran, kemudian ia mengedikkan bahunya tidak acuh lalu kembali berjalan keluar Lift. Setelah cowok itu pergi, Alena mulai melangkah keluar.
Namun naas, Ia satu arah dengan cowok si pangeran sekolah tadi. Alena tidak berani melambung cowok didepannya, ia takut. Entah karena apa. Akhirnya, Alena hanya berjalan dibelakang cowok tadi sambil menunduk dan memeluk bukunya erat. Ia mengaitkan beberapa helai rambutnya kebelakang telinga
"Hoy bro! Wah lu punya pembantu baru? Si cupu ini?" Seru seseorang yang baru saja datang menghampiri cowok dihadapannya. Cowok itu berhenti membuat Alena ikut berhenti. Ia bingung harus melakukan apa.
"Cupu? Siapa?" Tanya cowok itu balik seraya mengerutkan alisnya bingung. Kemudian menoleh kebelakang dan mendapati Alena tengah menunduk.
"Lo ngapain ngikutin gue?" Suara dingin itu terdengar. Alena terkesiap, ia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali."A-aku... aku nggak ngikutin kamu... aku cuma... e-ehm jalan kamu sama aku s-searah," jawab Alena terbata-bata. Keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya.
"Al? Lo nemu nih cewek dimana?"
Bisik temannya membuat si cowok menoleh ketemannya itu seraya mengangkat sebelah alis kemudian mengedikkan bahunya acuh. Ia kembali menatap Alena."Pergi," cowok bernama Al itu memerintah, terdengar mutlak.
Alena lagi-lagi terkesiap, ia mendongak menatap Al. Cowok itu tertegun sebentar, terhanyut kedalam pesona mata biru milik gadis dihadapannya. Namun lamunannya buyar ketika Alena melesat .
Menarik.
***
Meski cupu, semua orang tetap berteman dengan Alena. Tentu saja. SMA Garuda ini menjunjung tinggi keramahan, tidak memandang segi gaya, fisik, atau apapun. SMA Garuda juga jarang-bahkan tidak pernah terlibat kasus senioritas. Itu semua membuat SMA Garuda menjadi sekolah terfavorit di kota besar Bandung.
Alena berjalan dikoridor sekolahnya sambil menunduk, sesekali ia tersenyum pada murid-murid yang menyapanya. Otaknya kembali berputar dikejadian Lift tadi, sebenarnya yang ia fikirkan adalah sosok cowok tadi. Si pangeran sekolah.
Namanya Alvan Lavino Antariksa atau yang kerab disapa Al atau Alvan ini benar-benar terkenal seantero sekolah SMA Garuda, ataupun diluar sekolah. Ketampanannya bak dewa Yunani itu membuat siapa saja terpikat dan terpesona. Siapapun. Semua yang melihatnya.
Kecuali seorang gadis yang bernama Putri Alena Smewart atau yang kerap disapa Alena. Seorang gadis cantik, baik, ramah dan penuh kelembutan ini juga menjadi pentolan kaum adam di SMA Garuda ini. Mata biru lautnya, alis tebalnya, dan bibir tipisnya membuat kecantikannya bertambah berkali-kali lipat. Tapi Alena tetap Alena, ia tetap ramah pada semua cowok yang menggodanya namun tidak berniat sedikitpun menerima cowok-cowok itu.
"ALENA!!" Alena berbalik mendengar teriakan itu, ia menyipitkan matanya sedikit kemudian matanya kembali seperti semula saat tau yang memanggilnya adalah Cinta-sahabatnya sekaligus sepupunya.
Cinta tersenyum lebar menampakkan deretan giginya kemudian ia berlari-lari kecil menghampiri Alena. Perkenalkan, Cinta Xarlitta Cris. Seorang gadis imut blesteran Indo-Jerman. Berbeda dengan Alena yang blesteran Indo-Amerika.
Alena menatap Cinta heran, ekspresi sahabatnya terlewat bersinar dan ia sudah menyiapkan telinganya untuk mendengar sem--
"Alena! Gue seneng banget hari ini! Lo tau? Tadi pas gue jalan ke kantin, gue gak sengaja nabrak orang dan ternyata orang itu Si Prince Alvan!! Kyaaaa!! Terus gue bilang gini 'e-eh sorry, gue gak sengaja' terus Alvan bilang 'Gakpapa. Lainkali liat-liat' sumpah! Itu pengalaman pertama gue bicara sama Alvan! Gue seneng banget Len!"
...protan . Ya,sosok Cinta adalah gadis yang bawel dan mudah baper. Ujung-ujungnya diPHP terus bakal ngerocos tidak jelas. Tentu saja ia bercerocos di Alena, siapa lagi? Padahal, Cinta sudah mempunyai kekasih
Alena memutar bola matanya jengah "Gitu aja kamu baper! Kalau diPHP-in, sakit, terus bakal mewek ke aku. Udah hapal deh aku sama kamu." jawab Alena jengah, ia kembali berjalan meninggalkan Cinta yang megerucutkan bibirnya kesal. Ia kesal, Alena tidak merespond curhatannya.
"Oh jadi gini lo dibelakang gue? Hm?" Cinta spontan menoleh, sedetik kemudian ia terkekeh polos melihat kekasihnya yg tengah bersedekap dada.
"Eh ada sayangnya Cinta. Kamu... gak masuk kelas?" Tanya Cinta sambil tersenyum dan matanya bergerak kekiri dan kekanan lalu kembali menatap Kekasihnya.
Cowok yang berada dihadapan Cinta menghela napas "Ngga usah mengalihkan pembicaraan deh. Aku ngga suka. Kalau emang bosen ya bilang, jangan muji-muji cowok lain dibelakang," cerocos cowok itu datar, ia berbalik dan meninggalkan Cinta yang sedang menggaruk pelipisnya bingung.
"Keen! Keenan! Duh... ini maksudnya... apasih? Gue gak ngerti," gumam Cinta pelan setelah ia memanggil Keenan kekasihnya namun diabaikan. Iapun berlari menyusul Keenan lalu bergelayut manja dilengan cowok itu sembari terus mengucapkan kata maaf.
Lain hal dengan Alena, ia sudah berada di perpustakan untuk mengembalikan buku-buku yang ia pinjam tempo hari. Ya, meninggalkan sepasang kekasih aneh tadi.
Setelah mengurus pengembalian buku, Alena berbalik dan ia sedikit terhuyung kebelakang karena menabrak dada seseorang, dada bidang seorang cowok. Alena mendongak dan matanya membulat, dengan buru-buru ia menuduk kemudian bergeser kekanan, lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Perpustakan.
"Al? Kok dia kayak takut gitu sih sama lo? Lo kan... ya menurut cewek-cewek disini cakep, tapi No Way menurut gue.. muka lo itu mirip papan karambol, jelaslah tampanan gue," ucap Raka, sahabat Alvan satu-satunya.
Alvan mengedikkan bahunya acuh lalu kembali melanjutkan aktivitas pengembalian buku-nya yang sempat tertunda.
Padahal, pikirannya terus-terusan memikirkan cewek tadi. Cewek yang berbeda dengan cewek lainnya.
Namanya siapa?
Tbc...
Yeayyy,ini dia part satunya. Hehe,semoga suka ya? Kutunggu Vommentnya😊

KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Of My Love
Teen Fiction[REVISI SETELAH TAMAT] Warning!! Bukan untuk 18+ kok hehe Cuma mau ngasih tau, Cerita ini cerita pertamaku. Insyaallah kalian suka ya? Dan jangan lupa di Vote sama koment. Mohon dukungannya^^ Feedback? Ask me^^ Kutunggu ya? Terimakasih^^ --- Cinta t...