-xiii-

2.9K 443 75
                                    

Wendy yang selesai bertanya kepada suster jaga, segera kembali ke kamar. Gadis itu menemukan Suga telah berada di ruangan kakaknya tersebut.

"Eh, Kak Suga, baru dateng?" tanya Wendy heran.

"Halo, Wen. Iya. Baru, kok," jawab Suga sembari bersandar dan menyilangkan kakinya.

Saat melihat ke arah Jimin, Wendy menemukan Seulgi sedang menyuapkan sepotong apel ke mulut Jimin.

Sontak, Wendy langsung memarahi Jimin.

"Abang, nggak sopan banget sama temen Wendy! Biarin aja makan sendiri Seul! Ntar jadi manja!" seru Wendy.

"Sukurin tu! Dari tadi pacaran mulu sih, di depan gue," cibir Yoongi.

"Eh, pacaran?" Wendy menatap Jimin. "Abang pacaran sama Seulgi?"

Seulgi terkesiap, lalu menoleh cepat ke arah Wendy sambil menggeleng.

"Bentar lagi, kalo Seulgi mau," jawab Jimin enteng, tapi bikin baper.

Seulgi gantian menoleh pada Jimin. Tatapannya seperti 'apa-yang-sebenarnya-terjadi-disini'.

"Mau nggak Seul?" tanya lagi. Kali ini ia menatap Seulgi.

Seulgi mencoba meminta bantuan Wendy dengan menatapnya memelas.

"Oke bentar, Bang Jim. Girl's talk time!" potong Wendy sambil menarik Seulgi keluar kamar.

Di luar, Seulgi melihat Wendy.

"Barusan itu apa Wen? Bang Jim nembak gue beneran apa becanda sih? Gue udah nggak bisa bedain," ucap Seulgi.

Wendy hanya diam. Tidak menjawab pertanyaan Seulgi. Ia tak menyangka, kakaknya itu punya rasa pada teman dekatnya itu. Tiba-tiba ia seperti merasa kehilangan.

"Wen?" panggil Seulgi.

"Eh, iya?" Wendy tersadar.

"Gimana? Gue jawab apa doong?" tanya Seulgi lagi.

"Terserah elu, Seul. Perasaan lu gimana sama Bang Jim?" tanya Wendy.

"Gue.. gue udah lama naksir Kak Jimin," ucapnya lirih, pipinya memerah.

Baru kali ini Wendy melihat temannya itu malu-malu menceritakan perasaannya. Padahal biasanya malu-maluin.

"Ya udah, jawab aja sesuai hati lu, Seul," jawab Wendy.

"Tapi... tapi lu nggak pa-pa?" tanya Seulgi.

"Ya nggak pa-pa lah!" jawab Wendy sambil tersenyum.

Seulgi memeluk Wendy erat, sambil berbisik, "Makasih, Wen."

Setelah acara menye-menye di luar kamar Jimin, kedua gadis itu pun kembali ke kamar Jimin. Terlihat Suga telah duduk di pinggir ranjang Jimin.

"Eh, udah balik?" tanya Suga.

"Kak Suga, anterin Wendy beli es krim dong!" pinta Wendy out of the blue.

"Eh, eh, ya ayuk!" jawab Suga menyanggupi, namun bingung.

"Yuk!" Wendy menyeret Suga keluar dari kamar. Untung saja ia sempat mengambil dompet dan kunci motornya.

*

Sepeninggal Wendy dan Suga, hanya tinggal Seulgi yang berdiri awkward.

"Sini Seul," Jimin menepuk sebelah ranjangnya.

Seulgi menuruti cowok itu. Dilangkahkannya kakinya mendekati ranjang Jimin, lalu duduk di samping cowok itu.

"Seul, mau jadi pacar Kak Jim?" tanya Jimin lagi. Kali ini sambil menggenggam tangan Seulgi. Ibu jarinya mengelus punggung tangan Seulgi intim.

Bang! | p.jm-k.th-s.swTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang