wiro sableng-janda pulau cinguk

6.2K 5 0
                                    

TIRAIKASIH- http://cerita-silat.co.cc/

Episode 164

Ebook dibuat oleh Dewi Tiraikasih

http://cerita-silat.co.cc/

Email : 22111122@yahoo.com

Sumber buku: Kiageng80 dan Dani (solgeek)

1164 Janda Pulau Cingkuk-WIRO SABLENG 212

TIRAIKASIH- http://cerita-silat.co.cc/

KESERAKAHAN manusia terhadap tahta, apalagi tahta yang dikuasai

secara merebut dan tidak sah, pada akhirnya bilamana kehendak Yang

Maha Kuasa berlaku maka semua kekuasaan dan keserakahan itu

akan menjadi bencana. Itulah yang terjadi dengan Nyi Harum Sarti

yang menobatkan diri sebagai Ratu Laut Utara, merampas tahta

Kerajaan Laut Utara dari tangan Ayu Lestari, yang menerima warisan

syah dari Ratu Sepuh Ratu Pertama Kerajaan Laut Utara.

Nyi Harum Sarti akhirnya menemui kematiannya di tangan Ratu

Duyung yang membekal Pedang Naga Suci 212 pemberian Sinto

Gendeng. Karena kecintaannya pada Pendekar 212 Wiro Sableng, di

saat-saat nyawa akan lepas meninggalkan jazad kasarnya Nyi Harum

Sarti masih sempat mengeluarkan ucapan yang sungguh meng-

harukan namun ditutup dengan kata-kata yang membuat murid Sinto Laut Utara

Gendengmenjadi terkesiap dan dingin sekujur tubuhnya.

Dalam keadaan tubuh bersimbah darah

. Dua langkah

melangkah terhuyung-huyung, berusaha mendekati

dari hadapan sang pendekar dia tak mampu lagi berjalan, jatuh ber-

lutut tapi kepala masih menatap lurus ke arah Wiro dan mulut masih

mampu keluarkan ucapan.

"Wiro. Kasih sayangku padamu bukannya loyang. Kasih sayang-

ku padamu akan aku bawa sampai ke liang lahat. Aku sangat

berbahagia karena kau turut menyaksikan kepergianku. Walau di

dunia kita tidak bisa bersatu, aku akan menantimu di akhirat..."

Ratu Laut Utara ulurkan tangan kanan, berusaha menyentuh

wajah Pendekar 212. Namun tangan itu terkulai jatuh ke tanah. Tubuh

kaku tak bergerak tapi mulut masih sanggup mengeluarkan kata-kata

walau kali ini suara yang keluar jauh lebih perlahan, tak ada yang

mendengar kecuali Wiro.

"Kekasihku, ini bukan akhir dari satu perjalanan. Ini bukan akhir

dari segala-galanya. Kita akan bertemu lagi. Karena aku akan menitis

masuk ke dalam diri Ken Permata..."

Pendekar 212 serta merta merasa sekujur tubuh mendadak

menjadi dingin. Apa barusan dia tidak salah mendengar. Apa dalam

keadaan sekarat perempuan itu sadar akan apa yang diucapkannya?

Ken Permata adalah puteri Nyi Retno Mantili, istri mendiang Patih

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 20, 2010 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

wiro sableng-janda pulau cingukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang