One Direction and Olly Murs (Day 01)

800 31 5
                                        

Gue menarik tas gue dari dalam kamar, atau bisa lebih tepatnya, gue seret tas gue. Setelah sampai di depan kamar, adik gue Lexlie udah berdiri, satu tangannya mengucek-ngucek mata, satunya lagi memegang kuping boneka kelincinya, matanya memerah, sepertinya dia habis nangis.

"Kak, kamu mau pergi, ya? Kata mama kamu pergi lama? Jauh ya, kak?"

Kata Lexlie sambil sesekali mengatur napasnya yang masih sesengukan, yup! Dia habis nangis. Gue melepaskan tas yang ada di genggaman gue dan berlutut di depan Lexlie, satu tangan gue mengusap-usap pipinya yang sedikit basah. Gue tersenyum.

"Lex, nanti kakak balik lagi, ya. Nggak jauh kok! Pokoknya nanti kakak balik lagi! Nanti kakak bawa pulang mainan yang banyak buat Lex!! Okay?"

Lexlie tersenyum kecil, pipinya merah merona, mata birunya merah dan berair akibat menangis. God, I'm going to miss her soooo muuuuchhh!!

"Amber? Udah siap?"

Papa muncul dari belakang Lexlie sambil memegang satu tas besar gue dan kunci mobil di tangannya yang lain. Gue berdiri, tersenyum, mengambil kembali tas gue, lalu mengangguk dan melambaikan tangan gue kearah Lexlie.

"Bye, Lexlie!!"

Kata gue, Lexlie melambaikan tangan kecilnya, sementara mama muncul dari dalam rumah lalu menggendong Lexlie dan melambaikan tangannya kearah gue. Sampai di mobil gue melihat Lexlie membenamkan kepalanya ke pundak mama, pasti dia menangis. Sementara mama menepuk-nepuk punggung Lexlie lalu tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.

***

Papa mengeluarkan satu lagu tas gue dari bagasi belakang, lalu ikut berjalan di belakang gue. "Stalle Mansion" begitu tulisan gedung besar ini. Gue di infokan untuk datang ke tempat ini sebelum akhirnya di jemput Niall dan The Boys untuk pergi ke mess mereka. Setelah masuk di dalam gedung, gue langsung melihat Mr. Greyson, salah satu crew acara yang gue ikuti, dan langsung menjabat tangannya, begitu juga dengan papa.

"Good Morning, Mr. Mason."

Kata Mr. Greyson sambil tersenyum, tangannya bergoyang-goyang begitu menjabat tangan papa. Papa tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya dari tangan Mr. Greyson.

"Jadi, habis ini apa, Mr. Greyson?"

Tanya papa sambil membuka-buka Blackberry-nya yang tadi dia sumpel di saku jeans nya. Mr. Greyson berbalik dan mendekat kearah papa.

"Jadi, mungkin sekitar 10 menit lagi One Direction dan beberapa crewnya akan sampai disini untuk 'menjemput' Amber, lalu Amber akan dibawa ke mess mereka selama 30 hari. Tenang, Mr. Mason, keamanan terkendali karena Amber akan selalu dikepung oleh kurang lebih 4 bodyguard."

Mr. Greyson berbicara dengan santainya tentang bodyguard, sementara papa dan gue sudah bertatap-tatapan dengan mulut terbuka lebar dan mata yang berbinar-binar. Oh, please! 4 bodyguard? Gue udah sabuk putih taekwondo, kok! Sabuk putih. Tiba-tiba Mr. Greyson mengambil handphonenya dan mendekatkannya ke kupingnya, lalu menjauh dari gue dan papa.

"4 bodyguard, Amber!! Kamu udah kayak artis aja!!"

Kata papa sambil tersenyum-senyum aneh dan mendorong-dorong badan gue dengan pundaknya. Gue hanya tertawa kecil dan memperhatikan Mr. Greyson yang kembali berjalan kearah gue dan papa, senyumnya mengembang.

"Mereka sudah ada di depan, tinggal tunggu mereka masuk saja, sebentar lagi ya, Amber!"

Kata Mr. Greyson sambil tersenyum lebar kearah gue dan papa, lalu dia pergi begitu saja, well, menurut gue dia bakal nyari the boys atau rekan-rekan kerja dia yang lain untuk mengurusi proses perjalanan gue sampai ke mess the boys. Benar saja, tiba-tiba papa tersenyum aneh kearah gue, dan mulai terdengar suara teriakan-teriakan dari luar kaca. Guess what, kalau udah kayak gitu, gue udah tahu, pasti the boys udah dateng. Dan, well, gue benar untuk yang kedua kalinya.

30 Days With Niall HoranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang