Pertemuan itu tanpa sengaja, ku merasa manik matamu menatapku. Pertama kurasa ragu, tapi hal itu terus terjadi, kurasa kau benar-benar menatapku.
Hal yang tak pernah terbayang, kau datang membawa Perubahan untukku. Dari mata kau buat ku jatuh terus ke hati.
Akhi...
Uhibbuka fillah.
Tetaplah seperti itu akhi..
Aku suka dengan caramu. Terkadang ku bertanya, kapan kau mengimamiku?
Meski itu hal yang tak mungkin Aku dan kamu sangat berbeda, tapi jauh dilubuk hatiku, aku sangat menyayangimu. Aku berharap kau menjadi imamku.
Akhi..
Meski kau tak pernah memandangku dengan artian lebih dalam, aku senang.
Meski ku hanya menatapmu dari kejauhan, aku senang.
Karna cinta ini tak seperti dulu lagi.
Akhi...
Uhibbuka fillah 💖
KAMU SEDANG MEMBACA
Serpihan Hati yang Tersimpan
PoetrySiapa yang tahu isi hati seseorang. Yang nampak di luar belum tentu kenyataan. Dan yang nampak di belakang belum tentu suatu kebohongan.
