part 4

260 12 4
                                    

Satu Bulan telah berlalu,aku semakin menyukai sekolah ini terlebih sekarang sahabatku mila sudah pindah ke kelas biologi.
Sekarang aku tak lagi duduk dengan Aldo, dia duduk dengan Guntur dan aku dengan mila...

Pelajaran dimulai, hari ini ada ulangan mendadak untung saja aku sudah belajar dari malam, lucu rasanya melihat wajah mereka yg pucat seperti tahanan yg akan dieksekusi. Tapi tunggu,, aldo nampak santai mengerjakan soal itu, alangkah terkejutnya saat aku melihat apa yg dia kerjakan. Dia bahkan sama sekali tak mengerjakan soal apapun tangan kekarnya itu hanya menggambar seorang wanita. Siapa gerangan wanita itu apa mungkin agatha,? Entahlah sebaiknya aku kerjakan soal" ini saja.. 

Krigggg kringggggggggg
Bel tanda kegiatan sekolah telah usai. Yeyy akhirnya pulang, seperti biasa aku menunggu jemputan papa. Cuaca hari ini cukup mendung, awan hitam menutup teriknya sinar matahari, itu tandanya sebentar lagi akan hujan. Tapi papa tak kunjung datang, bisa" aku basah kuyup kalo terus"an disini. Lebih baik aku jalan kaki saja, jarak sekolah dengan rumahku tak terlalu jauh juga,tapi tunggu itu Aldo!
"Heyy aldoooo"
Aku menriaki dia berharap dia berhenti. Benar saja dia berhenti, menoleh kearahku tapi kemudian pergi lagi. Aku mencoba mengejarnya, itung" ada temen lah buat jalan kaki. Dia diam saja sepanjang jalan mulut mungilku terus berbicara tapi dia hanya diam saja.
  Hujan pun turun, entah kenapa rasanya senang sekali setelah lama nggak hujan"an.
"Yeyyy rainn, ayo Aldo sini udah lama aku nggak main hujan'an" aku mengajak Aldo yg masih berdiri dibawah pohon.
"Mel sini nanti kamu sakit" pria menyebalkan itu ternyata bisa khawatir juga.
'Kamu aja sini ayolahh tak perlu takut hujan tak semenyeramkan yg kamu pikir' aku menarik tangan Aldo lalu mengajaknya menari.  Dibawah derasnya hujan aku dan Aldo menari layaknya anak kecil, ini benar" pemandangan yg sangat langka. Iya dia Aldo laki" jutek itu tersenyum dengan lepasnya, menggenggam tanganku dan menari bersama. Tuhan perasaan aneh apa ini rasa ini benar-benar belum pernah aku rasakan dengan laki" manapun, momen itu lebih seru tatkala aku dan Aldo bersin secara bersamaan.

"HADCIMMMMMM"
Sontak aku dan Aldo semakin tertawa terbahak-bahak.
Hujan mulai berhenti aku dan Aldo pun melanjutkan perjalanan kami, betapa terkejutnya aku saat melihat bahwa rumah ku dan rumah Aldo bersebelahan.

SAHABAT HIDUPTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang