Hari kedua sekolah

36 4 0
                                    

Matahari mulai menampakkan sinarnya, Nampaknya hari ini cuaca sangat cerah.

Doni sesekali melihat jam di dinding nampaknya dia bangun kesiangan hari ini.

"Aduhhh gawat banget kalo sampe gue telat hari ini!!  Mana status gue anak baru lagi,Bisa bisa guru piket hari ini ngehukum gue,trus gue suruh lari lari keliling lapangan sebanyak 10 kali. Kebayang nggak sih kalo gue lari lari keliling lapangan 10 kali pasti gue jadi pusat perhatian banget dan bisa bisa gue kurus trus makin banyak yang bully gue. " oceh doni panjang lebar.

"Pokonya gue gaboleh telat hari ini! Gue harus cepet cepet berangkat!!

Doni segera membereskan buku yang masih berserakan dimeja belajar lalu memasukkannya ke dalam tas. Kemudian ia pamit kepada Ibunya dan langsung menghidupkan motornya dengan ngebut.

Tak lama kemudian dia telah sampai di sekolah barunya dengan selamat dan untunglah hari ini dia tidak terlambat.

" untung gue nggak terlambat hari ini. Syukurlah terimakasih tuhan." batin doni

Doni langsung memasuki kelas Ipa 1 nampaknya belum banyak yang datang padahal jam sudah menunjukan pukul 07:00. Tapi doni tidak peduli akan hal itu yang terpenting dia tidak terlambat hari ini.

Bel berbunyi pertanda jam istirahat, semua siswa bersemangat untuk pergi ke kantin.  kantin juga biasanya jadi tempat favorit para siswa karna setelah belajar kurang lebih 2 jam pelajaran yang membuat siswa suntuk,jenuh terlebih pelajaran yang tak mereka sukai ditambah lagi gurunya kiler itu akan membuat cacing cacing mereka bernyanyi nyanyi menari nari tiada henti.

"Don lo nggak ke kantin bareng anak anak cowok ?" tanya salsa.

Doni hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

Sebetulnya Doni ingin sekali pergi ke kantin membeli sesuatu untuk dimakan untuk mengganjal perutnya yang terasa sangat lapar ini karna sedari pagi dia belum makan apapun sama sekali.

Dia pun belum sempat sarapan tadi karna buru buru takut terlambat. Tapi apa boleh buat terpaksa dia harus menahan rasa laparnya sampe waktunya pulang.

"Oh, kenapa? Lo lagi diet? " tanya Salsa lagi.

Lagi lagi doni hanya menggelengkan kepalanya.

"Don lo itu kalo ditanya jawab dong jangan cuma geleng geleng ngangguk ngangguk kepala doang. Jangan pelit buat ngomong. "

Doni mengangguk lagi

Salsa geram sekali melihat doni yang seperti ini padahal niat salsa kan baik,dia hanya bertanya apa susahnya coba menjawab pertanyaan salsa.

"Kok lo cuma ngangguk lagi sih, kan gue udah bilang jangan pelit buat ngomong.  Ntar kalo pelit pelit kuburan lo sempit lohh. Kalo sempit ntar lo nggak muat lagi, lo kan gede banget. " canda salsa

Doni hanya tersenyum.

"Don lo gausah tersinggung sama omongan gue tadi, gue cuma bercanda kok. " ucap salsa tulus

"Dan lo juga gausah dengerin kata teman temen yang suka ejek lo. Mereka kadang emang suka gitu, asal ceplos tapi sebenernya mereka baik kok." ucap salsa lagi

"Iyah makasih. " ucap doni.

"Nah gituu dong ngomong. Iyah sama sama don." jawab salsa.

"Oh iya gue ke kantin dulu yah bentar lagi masuk nih. Lo beneran gamau ke kantin? Yukk bareng gue aja gapapa kalo lo mau."

Doni menggelengkan kepalanya

"Ntar lo laper lagi. Kalo nggak lo gamau nitip makanan apa gitu ke gue?"

Doni menggelengkan kepalanya lagi.

"Emm yaudah deh gue duluan yah. "

Doni mengangguk mengiyakan.

Lalu salsa pergi meninggalkan doni sendirian di kelas.

"Gadis yang baik." batin doni.

jangan lupa vote and comentnya yah guys 😘

UnexpectedlyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang